background img
bank bjb 1
Pesan Ketua Dewan Pembina PAD Pada Idul Adha 1441 H

Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani, M.Si (HAN) Ketua Dewan Pembina PAD (Foto: Asep Ruslan)

Paguyuban Asep Dunia (PAD)

Pesan Ketua Dewan Pembina PAD Pada Idul Adha 1441 H

KOTA BANDUNG - Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, kaum Muslimin di seluruh dunia ramai-ramai merayakan hari Idul Adha. Pada momen ini, orang-orang melaksanakan kesunahan syariat, yakni berkorban hewan ternak, seperti kambing, sapi, kerbau, ataupun unta. Mereka yang berkorban pun hanya berhak mendapatkan sepertiga dari keseluruhan daging hewan yang dikorbankan. Sementara sisanya harus dibagikan kepada orang lain.

Melihat hal tersebut, menurut Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD) Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani, M.Si (HAN) atau Kang Mayjen, hari raya Idul Adha merupakan momentum berbagi dan membangun persaudaraan lebih kuat lagi.

“Besok adalah hari lebaran Idul Adha, untuk itu saya mengucapkan Selamat merayakan Idul Adha 1441 Hijriah. Hari lebaran adalah momen saling melayani, saling mengasihi, saling membantu, saling mengeluarkan sebagian harta kita kepada fakir miskin, dan hari kita membangun persaudaraan dan yang kekal dan kuat,” kata Kang Mayjen, saat ngobrol dengan Sinarpaginews di rumahnya Komplek Perumahan Kostrad, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (30/7/2020) malam.

Logo Paguyuban Asep Dunia (Foto: Asep Ruslan)

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh yang bernama Asep dan khususnya anggota Paguyuban Asep Dunia untuk membangun persaudaraan yang lebih kuat.

“Ayo, bangun persaudaraan sesama manusia, persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sebangsa dan setanah air, dan persaudaraan sesama Asep. Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia,” tandasnya.

Menurutnya, membangun persaudaraan harus dilakukan dengan aksi nyata, seperti menjenguk kerabat yang sakit, takziah saat ada yang meninggal, membantu yang kesusahan, hingga melerai konflik.

“Hari ini, mari, kalau ada teman yang sakit kita tengok, kalau ada yang meninggal kita takaziyah, kalau ada yang susah kita tolong, kalau ada dua orang yang tegang konflik bisa segera harus diselesaikan,” ujarnya.

Kang Mayjen bersama anggota dan pengurus PAD (Foto: Asep Ruslan)

Terkait perayaan hari raya Idul Adha di masa pandemi Covid-19 tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya pandemi Covid-19 memberikan makna kedisiplinan, seperti saat salat berjamaah nanti. Ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan sesama.

“Hari raya Idul Adha memiliki makna kepada umat Islam, bahwa dalam hidup ini selalu ada pengorbanan. Menurutnya, pengorbanan yang penuh rasa keikhlasan akan memberikan manfaat kepada sesama,” tutur Kang Mayjen.

“Disiplin selalu ada pengorbanan dalam hal ketidaknyamanan dan sebagainya. Tapi itu hal mutlak dilakukan,” tambahnya.

Ia mengatakan, pengorbanan kita tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Pengorbanan umat muslim dibutuhkan pada masa pandemi ini, di samping beribadah, pengorbanan untuk berdisiplin jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.“Itu akan menyelamatkan banyak pihak, menyelamatkan jamaah dan kita semuanya,” ujar Kang Mayjen.

Ia berharap semangat pengorbanan Idul Adha dapat mengakhiri masa sulit pandemi dengan penuh kebahagiaan dan ketakwaan. 

Untuk itu Kang Mayjen mengajak seluruh Asep dan masyarakat Indonesia, agar dapat menyediakan waktunya untuk berdoa khusus meminta keselamatan bagi bangsa Indonesia agar musibah Pandemi Covid-19 yang terjadi bisa segera berakhir.

Kandidat Presiden Asep Sedunia 2020-2025 (Foto: Asep Ruslan)

Akhirnya terkait pelaksanaan Munas PAD dan Pilkasep 2020 (Pemilihan Presiden Asep Sedunia Periode 2020-2025) yang akan berlangsung pada Minggu (2/8/2020) nanti, dirinya mengajak seluruh anggota PAD dan Baraya Asep untuk dapat berpartisipasi aktif guna mengsukseskan acara tersebut.

Salam TAKAKI, Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia.

Berita Lainnya
HUT Tegal Beebopp pa erwin purwakarta 2 ASEP PRESIDEN