background img
bank bjb 1
Kasus Pembegalan Terhadap Agen BPNT Non PKH Hingga Kini Belum Menemukan Titik Terang.

ilustrasi

Kasus Pembegalan Terhadap Agen BPNT Non PKH Hingga Kini Belum Menemukan Titik Terang.

PURWAKARTA,- Kasus pembegalan terhadap agen bantuan pangan non tunai (BPNT) yang membawa uang tunai Rp 135 juta untuk BPNT non PKH di wilayah Pasawahan Kidul, Purwakarta, hingga kini masih belum menemukan titik terang siapa pelakunya.

Kasus ini pun mendapat perhatian oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga pada Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi.

Dia meminta kepada para pendamping untuk tidak membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan uang secara bersamaan atau kolektif karena sangatlah berbahaya.

"Kalau e-Waroeng tak mampu menyiapkan uang, ya serahkan ke kelompok lain karena itu bahaya atau cari cara lain yang aman," ujarnya, pada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Rachmat menduga kejadian pembegalan ini lantaran informasi pengambilan dana BPNT non PKH ini bocor sehingga diketahui oleh pelaku dan melakukan aksi pembegalan.

"Semoga kejadian serupa tak terjadi di kemudian hari. Dan memang sangat beresiko jika mengambil uang tanpa adanya pengamanan," katanya.

Ketika ditanya wartawan, kemungkinan diganti oleh Kemensos uang Rp 135 juta yang dibegal, Rachmat pun menegaskan itu bukan kewenangan Kemensos melainkan itu menjadi tanggung jawab si korban.

"Mungkin tanggung jawab (korban) karena itu bisnis dan bukan instruksi dari Kemensos. Tidak ada dalam SOP dan juklaknya. Harusnya e-Waroeng ini punya modal," ujarnya.(Ms)

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Ambu dedi ASEP rumah 2 ASEP rumah