background img
BJB 2017
Gebrak Babel Tuding Jaksa ‘Buta’ Mata Hatinya Dan Mata Hukumnya

Inilah pelaku pengoplos dan pemalsu pupuk Bangka Belitung masing masing Edi Wem alias Akon ( CV Elisabeth ) Handrianto Tjong als Ahan ( PT Setia Jaya Makmurindo ) dan Suk Liang als Aleng ( PT Ligita Jaya Ketapang )

Gebrak Babel Tuding Jaksa ‘Buta’ Mata Hatinya Dan Mata Hukumnya

JPU Abaikan  UU Perlindungan Konsumen

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com – Terkait tuntutan ringan tiga orang terdakwa pemalsuan dan pengoplos pupuk di Bangka Belitung ( Babel ) oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Babel maka Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Gerakan Berantas Korupsi ( Gebrak ) Babel tuding JPU Sudah ‘buta’ mata hatinya

“Dengan dituntut ringan pelaku pengoplos dan pemalsuan pupuk Jaksa sudah ‘buta mata hatinya’ tegas Martombis Haris Sihombing selaku wakil ketua bidang klarifikasi dan pengaduan  DPW Gebrak Babel melalui sambungan telpon.Rabu ( 11/10 )

Ditegaskan oleh Martombis bahwa Jaksa sudah jelas jelas sudah buta mata hatinya dan mata hukumnya bahwa Jaksa tidak melihat lagi rasa keadilan terhadap masyarakat “Jaksa sudah buta mata hati dan mata hukumnya”tegas Martombis dengan nada kesal

Gebrak Babel lanjut Martombis yang mewakili para petani di Babel menyesalkan rendahnya tuntutan JPU selain itu juga menurut beberapa penerbitan di media terkait pupuk itu sudah jelas dan banyak tanaman lada di Babel menguning terkait pupuk itu

“Akibat pupuk oplosan dan palsu mengakibatkan tanaman lada para petani banyak yang menguning”sesal Martombis

Menurutnya sebagai contoh tanaman buah naga milik mantan Kapolda Babel Brigjend Pol Anton Wahono itu juga disebabkan oleh pupuk palsu dan oplosan, nah lanjut Martombis kalau sampe pelaku pengoplos dan pemalsu pupuk hanya dituntut 5 bulan

“Kalau pelaku pengoplos dan pemalsu pupuk hanya dituntut 5 bulan ? siapa lagi yang dipercaya sebagai garda terdepan penanganan hukum di negeri ini”kata Martombis dengan nada kesal

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan provinsi Bangka Belitung,Ir Toni Batubara mengaku terkait tuntutan ringan para pengoplos pupuk itu,ia belum mengetahui sejauh mana Jaksa menilainya karena menurut Toni itu adalah kewenangan Kejaksaan

Toni mengaku saat ini pupuk masuk izin dari Kementrian Pertanian tetap diawasi oleh pihaknya dan pupuk inpor diawasi oleh pihak Perdagangan dan sudah melaluyi pengawasan Satruan Tugas ( Satgas )Pangan yang diketuai oleh Dirkrimsus Polda Babel

“Saat ini peredaran pupuk di Babel sudah baik karena sudah melalui Satgas Pangan’Kata Toni Batubara melalui sambungan telpon.Rabu ( 11/10)

Disisilain Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Yudi Istono didampingi Kasi Penkum Kejati Babel Roy Arland membenarkan tuntutan terhadap pengoplos dan pemalsuan pupuk itu dituntut dengan tuntutan 5 bulan dengan segala pertimbangan

“Benar tiga terdakwa pengoplos dan pemalsuan pupuk itu kita tuntut dengan 5 bulan penjara”kata Yudi Istono

Yudi selaku JPU menilai bahwa pertimbangannya adalah tiga terdakwa itu belum pernah dihukum dan tidak akan mengulangi perbuatannya

“ketiga terdakwa belum pernah dihukum dan tidak akan mengulangi perbuatan nya” kata Yudi  

Diketahui tiga orang pelaku atau terdakwa itu masing masing Edi Wem alias Akon ( CV Elisabeth ) Handrianto Tjong als Ahan ( PT Setia Jaya Makmurindo ) dan Suk Liang als Aleng ( PT Ligita Jaya Ketapang )

Dengan tuntutan hanya dengan 5 bulan penjara serta hanya dengan Rp 5 juta dan subsidier 3 bulan penjara Jaksa telah mengabaikan UU perlindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999 dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp 2 Milyar

Dalam persidangan Jaksa hanya mendakwa tiga orang terdakwa melanggar ketentuan pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman jo pasal 64 ayat (1)KUHP

Diketahui penangkapan terhadap tiga orang terdakwa itu digerebek oleh tim Satgas Pangan Provinsi Bangka Belitung di gudang penyalur pupuk ilegal dan oplosan di kawasan Jalan Parit Lalang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Petugas menyita 142 ton pupuk oplosan non subsidi yang akan diedarkan ke petani di Babal.Senin ( 31/7/2017 )

Pupuk yang akan diedarkan merupakan pupuk non subsidi yang dikirim dari luar daerah

142 ton pupuk ini digerebek di lokasi yang berbeda seperti dari gudang PT Ligita Jaya, satgas mengamankan pupuk non subsidi pembenah tanah jenis extraphos dan TMP 3.6 sebanyak lima ratus karung lebih. Dari Gudang CV Elisabeth petugas menyita pupuk non subsidi jenis NPK Phounska, pupuk non subsidi jenis SP.36 supra phos dan pupuk non subsidi pembenah tanah T.C.P-46 sebanyak 1174 karung, rata-rata menggunakan karung ukuran 50 kilogram.

Petugas juga menyita pupuk oplosan dari gudang PT Setiajaya Makmurindo yang beralamat di jalan Mayor Syafri Rachman, Semabung Baru, Kecamatan Girimaya Pangkalpinang sebanyak 1.053 karung ukuran 50 kg sehingga jumlah keseluruhan mencapai 142 ton pupuk oplosan yang siap diedarkan ke petani

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL