background img
BJB 2017
Dit Pol Air Polda Babel Ringkus Pemilik Kosmetik Illegal

Pelaku kosmetik illegal Yusuf Nababan dan Nurjannah

Dit Pol Air Polda Babel Ringkus Pemilik Kosmetik Illegal

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com -- Setelah diburu selama sepuluh hari oleh Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan Daerah Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) akhirnya pemilik sekaligus pemodal kosmetik Illegal Yusuf Nababan( 45 )berhasil diringkus oleh petugas,Minggu ( 08/10/2017 ) di Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Yusuf Nababan dinyatakan buron setelah Kapal 2002 Ditpolair Polda Babel mengecek sekaligus mengamankan isi muatan kapal Sabuk Nusantara 62 yang berupa barang kosmetik diduga illegal dari Pulau Batam ke Pelabuhan Dermaga Belinyu Kabupaten. Bangka,Minggu ( 01/10/2017 ) Sekira pukul 11.30 Wib milik Ibu Nurjannah ( 60 ) alamat Tanjung Pinang Batam Kepri yang saat itu juga berada di dalam kapal Sabuk Nusantara 62.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Direktorat Polisi Perairan Polda Babel, Kombes Pol Lucas Gunawan melalui Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mu'nim kepada wartawan, Rabu ( 11/10/2017 ).

Dikatakannya,untuk perkara ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 297 kotak dus terdiri dari tablet body slim herbal, pensil alis merk dafis kosmetik, eyeshadow merk kylie, bedak merk naked 5,55 ember berisi cream putih, HP Kedua Pelaku,dokumen Bea Cukai Batam & Agen Barang, ATM BCA atas nama Nurjanah.

Selain itu, Petugas juga mengamankan uang sisa pembayaran pembiayaan pengiriman kosmetik Ilegal dari Batam ke Jakarta sebesar RP 6,2 juta, bukti rekening koran Nurjanah yang berisi pengiriman dana DR Yusuf Nababan Kepada Nurjannah Sebesar Rp. 20.000.000,- untuk biaya barang/kosmetik

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan, Yusuf Nababan ini berperan sebagai pemberi modal kepada Nurjanah sebesar Rp 20 juta untuk pengiriman kosmetik dari Batam ke Pelabuhan Dermaga Belinyu Kabupaten Bangka. Dan saat ini kedua pelaku sudah ditahan Di rumah tahanan Polda Babel.

"Atas perbuatannya kedua tersangka diduga melanggar Pasal 197 jo Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55, 56 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara, "pungkasnya.

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL