background img
BJB 2017
PNS Pensiun Cukup Siapkan Dua Berkas

Kepala Cabang PT Taspen serahkan dokumen penerima pensiun-1

PNS Pensiun Cukup Siapkan Dua Berkas

Manggar,Belitung Timur – Sebanyak 117 orang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ) akan memasuki masa pensiunnya di tahun 2018/2019 mendatang.

Sebelum memasuki masa pensiun, mayoritas calon ASN yang didominasi dari tenaga pendidik itu diberikan sosialisasi tentang penetapan pensiun otomatis berbasis less paper. dengan adanya program ini calon ASN/PNS yang akan pensiun tak perlu repot-repot siapkan banyak dokumen.

Kepala Cabang Taspen Pangkalpinang, Anne Roosfanti menjelaskan penetapan pensiun otomatis berbasis less paper merupakan bentuk komitmen layanan yang diberikan Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) dan PT Taspen untuk mempermudah peserta ASN dalam mengajukan usulan pensiun. ASN tak pelu lagi mengurus beragam persyaratan dokumen, serta prosedur adminitrasi yang panjang dan kompleks.

 

“Dulu kalau mau pensiun berkas yang disiapkan bisa mencapai 14 berkas, namun dengan adanya penetapan ini cukup dua berkas, DPCP ( Data Perorangan Calon Penerima Pensiun ) dan pas foto 3x4,” jelas Anne di sela-sela sosialisasi di auditorium Zahari MZ, Kamis ( 12/10 ) kemarin.

Selanjutnya, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah ( BKPPD ) Beltim yang melakukan update data ASN melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian ( SAPK ) BKN sehingga mempermudah penerbitan SK pensiun dan menghemat biaya peserta dalam pemberkasan usul SK pensiun tanpa harus membawa tumpukan berkas.

“Gak perlu lagi bolak-balik ke BKN, bawa berkas banyak. Intinya dak banyak keluar biaya dan waktu,” ungkap Anne.

Anne melanjutkan, PT Taspen akan memberikan pelayanan klim otomatis. Dalam hal ini, PT Taspen Pangkalpinang menyampaikan listing nama pegawai yang mencapai batas usia pensiun ( BUP ) satu tahun yang akan datang ke BKPPD se-wilayah Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung dan instansi vertikal tujuannya agar kepegawaian dapat melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan apabila ada perubahan kode kedudukan.

“PT Taspen telah bekerjasama dengan BKN dalam hal data host to host yang telah terintegrasi apabila pertimbangan teknis ( Pertek )pensiun dan nomor SK pensiun telah terbit maka hak THT-nya dapat dibayarkan. Sedangkan untuk hak pensiun bulannya dapat dibayarkan apabila SK pensiun telah terbit beserta surat keterangan penghentian pembayaran gaji ( SKPP ) dari Bakuda atau KPPN,” terang Anne.

Sementara itu, Bupati Beltim, Yuslih Ihza menyambut baik dan mengapresiasi adanya perbaikan pelayanan bagi calon pensiunan ASN.  Yuslih meminta agar BKPPD Beltim dapat perhatian khusus dan memberikan kemudahan bagi calon ASN yang akan mengurus pertimbangan jabatan maupun pensiunnya.

“Masalah masa purna bakti hendaknya dijalani dengan tulus dan ikhlas, semangat tanpa rasa ragu dan putus asa. Alhamdullilah Pemerintah pusat sudah memberikan jalan untuk mempermudah,” kata Yuslih.   

Terkait banyaknya calon ASN bahkan pejabat yang akan pensiun, pejabat pembina kepegawain daerah itu memerintahkan agar para pensiunan didata dan dibentuk dalam suatu wadah paguyupan sebagai mitra Pemkab Beltim.   

“Saya harapkan para pensiunan kita dapat membantu memberikan saran, pandangan bagi kemajuan penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Mereka kan punya pengalaman dan pengetahuan yang lebih,” kata Yuslih.

 

Pejabat Kecewa Layanan Tak Diperuntukkan Bagi Golongan IVB ke atas

Beberapa pejabat tinggi yang menduduki jabatan kepala OPD di Pemkab Beltim mengaku kecewa lantaran penetapan pensiun otomatis berbasis less paper tidak berlaku bagi mereka. Hal ini dikarenakan penetapan pensiun untuk golongan IVb ke atas ditetapkan oleh Presiden melalui Kepala BKN.

“Masih kebijakan lama. Kita berharap dapat sama juga seperti yang lain,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hartoyo.

Hartoyo yang dalam kurun 4 tahun lagi akan segera pensiun ini mengaku apa yang dirasakannya juga dirasakan para pejabat lain seperti mantan Sekda Talafudin, Inspektur,Kepala Dinas Pendidikan,serta para pejabat lasinnya.Para pejabat ini juga turut mengikuti sosialisasi berharap adanya kebijakan baru.

“Dalam dua tahun ini kan banyak kepala dinas yang pensiun. Tadi kita ingin tanya kenapa kebijakannya tidak berlaku bagi kami, cuman gak ada waktu buat tanya,” ujarnya….( Ozi )              

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL