background img
bank bjb
Masjid Jamik, Icon Religi Pangkalpinang,Berusia 87 Tahun

Masjid Jamik Pangkalpinang

Masjid Jamik, Icon Religi Pangkalpinang,Berusia 87 Tahun

Pangkalpinang, sinarpaginews.com -- Bagi umat islam, mengerjakan sholat lima waktu merupakan kewajiban yang tiada dapat ditinggalkan. Apalagi jika kita sedang berada dalam perjalanan, keluar kota misalnya. Perihal sholat tetap kudu dikerjakan, walau kadang harus dijamak. 

Nah pembaca, untuk itulah pada tema artikel kali ini. Redaksi sinarpaginews.com coba mengisi waktu istirahat para pembaca, dengan menceritakan salah satu Mesjid terkemuka dan terbesar di ibukota Timah, Pangkalpinang, Provinsi Kep Bangka Belitung, yakni Mesjid Jamik Pangkalpinang. Monggo disimak. 

Perlu diketahui sebelumnya, kota Pangkalpinang disebutkan memiliki luasan wilayah sebesar 118,41 km2 dan jumlah penduduk dikutip data dari Kemendagri sebanyak 209.383 jiwa (2018) dengan kepadatan penduduk sejumlah 1.999 jiwa per km2, Minggu (07/04).

Saat artikel ini dibuat, ibukota timah saat ini dipimpin oleh Walikota Maulana Akil atau biasa disapa Molen, berduet dengan Wakil Walikota dua periode Muhamad Sopian, untuk masa jabatan (2018-2023). 

Salah satu ikon bersejarah dari kota yang memiliki suasana kekerabatan yang kental ini, salah satunya adalah Masjid Jamik Pangkalpinang, yang terletak di Jalan Mesjid Jamik, kotamadya Pangkalpinang Provinsi Kep Bangka Belitung.

Sore ini, selepas hujan cukup lebat di kota yang memiliki 7 kecamatan dan 42 kelurahan, redaksi berkesempatan melaksanakan ibadah sholat ashar di Mesjid yang termasuk cagar budaya dan wisata religi bagi provinsi ini.

“Setahu saya diceritakan oleh atok (kakek --red), dari sebelum Indonesia merdeka sudah ada mesjid ini. Dulu saat masa perjuangan, mesjid juga sering dipakai juga untuk kumpul para pejuang,” kata seorang warga, Asni ketika diajak berbicara mengenai Mesjid Jamik Pangkalpinang, Minggu (07/04).

Sementara berdasarkan catatan yang ada di redaksi, Masjid Jamik dibangun pada 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1936. Dan mampu menampung kapasitas hampir 2500 jamaah.  

Dalam perjalanannya, mesjid ini telah direnovasi sampai belasan kali. Terakhir adalah perluasan gedung di belakang dan lahan parkir mobil di medio 2017 yang lalu. 

Salah satu ornamen unik dan sukar dilupakan bagi yang pernah lakukan ibadah sholat di Mesjid Jamik Pangkalpinang, adalah bagian jendela, pintu serta lorongnya. Yang jelas menggambarkan, bahwa bangunan ini mendapat sentuhan design eropa. 

Karena berpenampilan luas dan lebar. Berbeda dengan jendela serta pintu buatan lokal pada umumnya. Belum lagi bentuk cekungan jendela dan juga hiasan tiang yang mengirimkan pesan, bahwa bangunan ini jelas berada dalam khazanah dahulu kala.

“Jumlah tiang dalam masjid ini menyimbolkan nilai keislaman, seperti tiang utama yang berjumlah 4 yang melambangkan jumlah khalifah dalam islam, dan tiang depan yang ada enam, ini melambangkan jumlah rukun iman,” ucap Asni. (*)

Berita Lainnya
IKLAN  BRBES NEBENG IKLAN SALES MOTOR RADIO THOMSON TEGAL BJB IKLAN
PMI gratisa RADIO THOMSON TEGAL amanah umah thomson radio
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS