background img
bank bjb
World CleanUp Day Kota Tegal Bersihkan Pantai Batamsari, Komodo dan Kodok

World CleanUp Day Kota Tegal Bersihkan Pantai Batamsari, Komodo dan Kodok

TEGAL - Tepat 21 September merupakan hari gerakan World CleanUp Day yakni sebuah gerakan aksi pungut sampah terbesar di dunia yang dilaksanakan serentak di 157 Negara pada tanggal 21 September 2019. Peringatan bermanfaat ini dinaungi oleh Let’s Do It World, yaitu suatu gerakan di Estonia yang didirikan oleh para pemrakarsa asal Asia (termasuk Indonesia). Eropa, Amerika, Afrika dan Oseania. Gerakan ini menghasilkan komitmen dari jaringan–jaringan Negara yang tergabung di dalamnya untuk membebaskan planet bumi dari permasalahan sampah.

Di kota Tegal peringatan World CleanUp Day (WCD) dipusatkan di Pantai Batamsari, Pantai Komodo dan Pantai Kodok.

Fildza selaku Leader WCD Kota Tegal mengatakan gerakan WCD diprakarsai sejak 2018, tepatnya pada tanggal 15 September 2018 mengantarkan Indonesia menjadi Negara pertama yang memimpin aksi clean up terbesar di dunia. Kala itu, ada sebanyak 7,6 juta orang yang bertindak sebagai relawan (volunteer). Jumlah relawan tersebut mengalahkan Pakistan di urutan kedua dan Amerika Serikat di urutan ketiga. Para relawan berasal dari kurang lebih 1.000 komunitas yang tersebar merata di 34 Provinsi. Aksi besar tersebut berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 14,8 Juta Kg.

Untuk WCD Kota Tegal dipusatkan di Pantai Batamsari, Kelurahan Panggung yang terbagi dalam 5 zona. Serta 4 sekolah yaitu SMP 15, 17, 18 dan 19 Kota Tegal. Dijelaskannya, pemilihan wilayah pantai sebagai tujuan WCD, karena Kota Tegal merupakan daerah pesisir, serta agar menjadi titik sadar dan edukasi kepada masyarakat bahwa seluruh sampah yang dibuang tidak pada tempatnya akan bermuara di laut, yang berdampak pada rusaknya ekosistem, mengancam kehidupan hewan–hewan laut dan burung–burung.

Sedangkan untuk peserta WCD Kota Tegal terdiri dari semua elemen masyarakat baik dari pemerintah, NGO, sekolah, instansi, perguruan tinggi, media, komunitas dan masyarakat umum.

Yaitu ada dari DLHK Provinsi Jawa Tengah, mapala–mapala di universitas, yaitu UPS, Harber dan UNNES, pramuka, siswa siswi SMP, MTs, SMA, MAN, perguruan tinggi, komunitas peduli lingkungan, instansi, kantor, hotel, komunitas pecinta binatang, Saka Kalpataru, Saka Bahari, Saka bayangkara, Saka bakti Husada, gojek, MRI, Lindungi Hutan, ASOBSI, Pokdarwis serta masyarakat umum. WCD terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung bersama dalam aksi gerakan pungut sampah.

Aksi pungut sampah oleh peserta WCD dibagi menjadi 5 zona sesuai dengan zona pemungutan sampah, yakni Zona A berada di Pantai Batamsari sisi barat yang berbatasan langsung dengan Bumper, Zona B berada di area pintu masuk Batamsari, Zona C di area pantai komodo atau di tengah antara pantai batamsari dan pantai pulau kodok, Zona D di pantai pulau kodok sebelah barat dan Zona E di pantai pulau kodok sebelah timur.

Peserta akan diberikan 2 macam kantong yaitu trash bag hitam untuk meletakkan sampah anorganik serta karung berwarna putih untuk meletakkan sampah organik. Disini, kita melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk dapat melakukan pemilahan sampah, sehingga nantinya yang organic akan masuk ke TPST untuk dilakukan proses pengomposan dan yang anorganik akan dapat dimanfaatkan atau di daur ulang. Sehingga tidak akan berakhir di TPA, yang artinya kita menerapkan system Zero Waste. Kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan daur ulang sampah.

Fildza berharap akan tumbuh kesadaran di masyarakat, bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pasalnya, partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting dalam upaya pengelolaan sampah.(hid/dan).

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4