background img
bank bjb
Ustad Jajang Sukmawan, M.Ag “Pentingnya Belajar Ilmu Faraidh (Waris)

Atep Yayat Hardiyatna, Asep Ruslan dan Ustad Jajang Sukmawan (Foto : Arus)

Ustad Jajang Sukmawan, M.Ag “Pentingnya Belajar Ilmu Faraidh (Waris)


(Kajian Rutin Islam Bulanan Assyakur Hotel Lingga Bandung)

BANDUNG - Kehidupan di alam dunia saat ini penuh dengan fitnah, kekacauan dan kerusakan. Syariat Islam melalui Al-Quran dan Assunnah sudah mulai ditinggalkan sedikit demi sedikit, menjadi salah satu sebab dijauhkannya keberkahan oleh Allah SWT.

Islam mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, baik dalam skala kecil maupun besar, termasuk di antaranya terkait pembagian warisan. Ajaran Islam juga berupaya mengganti pola kewarisan yang berlaku di zaman jahiliyah dengan pola kewarisan yang lebih adil.

Dalam hukum waris Islam, setiap pribadi, baik itu laki-laki maupun perempuan, berhak memiliki harta benda. Kaum wanita, selain berhak memiliki harta benda, juga berhak mewariskan dan mewarisi sebagaimana laki-laki. Sistem pembagian waris yang diajarkan Islam itu lebih adil jika dibandingkan dengan yang diterapkan masyarakat Arab di zaman jahiliyah.

Ilmu Faraidh (waris) adalah ilmu yang diketahui dengannya siapa yang berhak mendapat waris dan siapa yang tidak berhak, dan juga berapa ukuran untuk setiap ahli waris. Meskipun menjadi ilmu paling utama di sisi Allah Swt, namun ilmu ini telah banyak dilupakan, bahkan ditinggalkan oleh umat Islam dewasa ini.

Karena tidak lagi menjadi perhatian umat, maka banyak terjadi sengketa yang menjurus keributan dalam keluarga karena pembagian harta tidak lagi mengacu pada aturan ilmu faraidh yang langsung bersumber dan diatur oleh Allah untuk kemaslahatan umat.

Umat ini dianjurkan untuk mempelajari ilmu waris dan mengamalkannya dengan benar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA :

“Pelajarilah ilmu waris dan ajarkan, karena ilmu waris merupakan sebagian dari ilmu. Ilmu waris adalah ilmu yang mudah dilupakan dan yang pertama kali dicabut dari umatku”.

Demikian antara lain disampaikan Ustad Jajang Sukmawan, M.Ag Mantan Juara Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) tingkat Jabar 1999 dan Pembina MFQ Kabupaten Tasikmalaya, saat mengisi materi “Pelatihan Ilmu Faraidh (Waris)” dalam pengajian rutin bulanan Assyakur di Hotel Lingga Jalan Soekarno Hatta No. 464 Bandung, Minggu (10/03/2019).

Kajian Rutin Bulanan Asyakur ini diselenggarakan dua kali dalam sebulan, sifatnya terbuka untuk umum dan gratis.

“Meskipun kita beragama Islam, namun bukan berarti hukum waris dijalankan dengan benar di tengah masyarakat kita umat Islam. Dalam kenyataannya, hukum waris yang menjadi salah satu ilmu paling penting di sisi Allah, justru banyak ditinggalkan oleh pemeluk agama Islam sendiri,” ujar Ustad Jajang di Hotel Lingga, Minggu (10/03/2019).

“Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan hukum waris sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Alquran. Semua yang sudah diatur dalam Alquran bertujuan memberikan keadilan pada setiap orang. Selain itu, Rasul juga memerintahkan umat Islam untuk mempelajari dan mendalami ilmu waris ini,” penjelasan ustad Jajang.

Atep Yayat Hardiyatna, selaku pengurus Yayasan Assyakur yang hadir di acara pelatihan kepada Sinarpaginews.com mengatakan, Ilmu waris salah satu ilmu dalam Islam yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama bagi masyarakat awam. Hingga kini, banyak umat Islam yang tidak memahami ilmu Faraidh. Sehingga kerap kita mendengar keributan dan sengketa dalam keluarga akibat pembagian harta warisan tidak sesuai dengan ajaran Islam

“Kita kerap mendengar sebuah keluarga bertengkar atau saling menggugat di pengadilan demi berebut hak waris. Kakak ribut dengan adiknya, anak bersengketa dengan orang tua, bahkan kerap terjadi saling bunuh membunuh gara-gara harta warisan ini,” pungkas Atep. (Arus)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS