background img
bank bjb
BEM FH ajak mahasiswa dan masyarakat perangi hoax

BEM FH ajak mahasiswa dan masyarakat perangi hoax

TEGAL - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM KM FH) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengadakan seminar nasional dalam rangka memperingati dies natalis fakultas hukum ke-37. Seminar nasional kali ini mengangkat tema "Perangi hoax siapa takut?" Literasi hukum sebagai media perangi hoax di era milenial di Auditorium Darijoen Senoatmodjo Kampus terpadu UPS Tegal Jl. Halmahera km 1 Kota Tegal (15/5).

Seminar nasional dalam rangka dies natalis ini merupakan program kerja dari BEM KM FH yang bertujuan agar mahasiswa dan masyarakat dapat memerangi peredaran berita hoax yang kian beredar di masyarakat sehingga mengaburkan kebenaran informasi yang diperoleh. Seminar nasional kali ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UPS Tegal dan dosen di lingkungan UPS Tegal, serta perwakilan BEM universitas di Jawa Tengah, mahasiswa ilmu hukum, dan masyarakat umum sejumlah 500 peserta.

Ketua BEM FH UPS Tegal Aji Santanu menyampaikan bahwa seminar nasional merupakan program kerja yang dilakukan oleh BEM FH UPS Tegal. Tema ini diangkat karena maraknya berita bohong yang beredar di masyarakat. Dengan seminar ini diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat memerangi hoax dengan pengetahuan literasi hukum mulai dari kita sendiri.

Dalam sambutannya Dekan FH UPS Tegal Dr. Irwan Hamzani, S.H., M.Ag. kegiatan seminar nasional akan menjadi agenda tahunan bagi program kerja BEM FH UPS Tegal kedepan. Dengan budaya literasi hukum diharapkan kita mampu menyaring berita mana yang benar dan berita yang hoax. Lebih lanjut Dekan FH menyampaikan dengan menyebarluaskan berita bohong maka akan dapat menjerat seseorang ke ranah hukum.

Rektor UPS Tegal Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Hum dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa tema yang diangkat adalah tema yang aktual, dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat misalnya melalui media sosial akan dapat memengaruhi emosi masyarakat. Hal ini akan sangat merugikan msayarakat apalagi jika berita tersebut tidak benar atau hoax. Menurut CNN terdapat ratusan ribu situs yang memgandung heack speach dan kominfo juga telah memblokir ratusan ribu situs karena mengandung konten pornografi, SARA, dan berita bohong.

Narasumber dalam seminar nasional kali ini adalah Dirjen Aplikasi Informatika, Kementrian Kominfo Samuel A. Pangatepan B.Sc yang diwakili oleh Arif Kurniawan, kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, S.H, Pakar hukum pidana Dr. Noor Aziz Said, S.H., M.S, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UPS Tegal yang juga merupakan akademisi yang konsen dalam literasi hukum bagi masyarakat Dr. Fajar Ari Sadewo, S.H., M.H. dan dimoderatori oleh Fajar Dian Ariyani, S.H., M.H. seluruh narasumber akan membahas hoax dari berbagai paradigma dan sudut pandang keilmuan dan peraturan yang berlaku.

Dalam diskusi panel yang dilakukan seluruh narasumber sepakat untuk memerangi hoax yang beredar karena dengan berita hoax yang terus menerus diberitakan maka akan membuat bias kebenaran dan fakta yangvterjadi serta dapat membuat diintegrasi bangsa sehingga masyarakat perlu diberikan literasi hukum dan literasi digital agar masyarakat dan mahasiswa selektif dalam memperoleh kebenaran atas informasi yang diperoleh. Sesuai dengan peraturan yang berlaku hoax dapat menjerat pelaku pembuat dan yang penyebarluaskan berita bohong tersebut.(hid/gus)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS