background img
bank bjb
SMA Pasundan 1 Angkatan 1984 Gelar Halal Bihalal

Halal Bihalal 1440 Hijriah Alumni SMA Pasundan 1 Bandung Angkatan 1984 (Foto: Arus)

(Menebar Kebaikan Kewajiban Setiap Muslim)

SMA Pasundan 1 Angkatan 1984 Gelar Halal Bihalal

Wartawan : Asep Ruslan
 
BANDUNG – Alumni SMA Pasundan 1 Angkatan 1984 menggelar acara halal bihalal dengan tema "Ti Urang Ku Urang Keur Urang, Saudagan Satujuan, Mengkeut Pageuh Ku Silaturahmi Papada Alumni SMA Pasundan 1 Angkatan 1984" bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung Jalan Cihampelas No. 211 Kota Bandung, Minggu (30/06/2019).
 
Helatan tersebut diikuti para alumni angkatan 1984 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 
 
“Peserta yang hadir alhamdulillah cukup banyak walaupun belum sesuai target Panitia. Ada beberapa orang tidak jadi hadir karena mendadak ada urusan,” kata Ketua Pelaksana Iman Daryaman kepada Sinarpaginews.com di Hotel Grand Tjokro Bandung, Minggu (30/06/2019).
 
Iman berharap acara Halal Bihalal ini bisa memperpanjang tali silaturahmi terjalin sampai anak cucu. 
 
"Halal bihalal ini merupakan ajang silaturahmi alumni untuk meningkatkan keakraban dan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini. Kita bisa saling mendoakan, mudah-mudahan bisa silaturahmi turun temurun sampai anak cucu kita,” harapan Iman. 
 
Pada kesempatan yang sama, AKBP. Sukana Hermansyah atau kang Obet selaku Pembina alumni berharap, dengan digelarnya Halal Bihalal persaudaraan alumni lebih meningkat dan lebih berkualitas lagi setelah beberapa waktu yang lalu sempat terganggu akibat adanya perbedaan pilihan Calon Presiden. 
 
“Walaupun beberapa waktu lalu diantara kita silaturahmi sempat terganggu akibat adanya perbedaan pilihan Capres. Diharapkan dengan digelarnya acara Halal Bihalal ini persaudaraan diantara kita akan lebih meningkat dan lebih berkualitas lagi," ujar Kasat Binmas Polrestabes Bandung di Hotel Grand Tjokro Bandung, Minggu (30/06/2019).
 
Selanjutnya ketua alumni angkatan 1984 Gungun Ginanjar,  S. Sos yang juga Lurah Turangga kecamatan Lengkong kota Bandung mengatakan, kedepannya semoga tetap menjalin silaturahmi dan bukan hanya angkatan 1984 saja tapi dengan semua angkatan di SMA Pasundan 1 Bandung. 
 
“Harapan saya, semoga bisa terus manjalin silaturahmi dan menjalin hubungan baik dan selalu diberi kesehatan sehingga dapat menghadiri acara seperti ini lagi,” kata Gungun.
 
"Saya juga mengucapkan apresiasi kepada panitia pelaksana kegiatan. Semoga Halal Bihalal ini semakin mengeratkan kebersamaan diantara alumni dan almamater SMA Pasundan 1 Bandung,” pungkas Lurah Turangga tersebut. 
 
Acara Halal Bihalal dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Qori ustadz Azis Abdul Muis dan ditutup tausyiah ustadz Asep Ruslan Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (Pesantren PARLA) Purwakarta yang juga alumni angkatan 1984 dengan tema "Menebar Kebaikan Kewajiban Setiap Muslim". 
 
"Syariat Islam sungguh indah. Ia mengajarkan adab nan tinggi dan akhlak yang mulia. Menghormati setiap perbedaan, berusaha menebarkan kebaikan dan selalu menjaga kebersamaan dalam persatuan," kang Asep mengawali tausyiahnya. 
 
Selanjutnya Asep mengatakan, Allah SWT memberikan pedoman dalam tata urutan berbuat baik. Kepada siapa sajakah urutan prioritas kita dalam berbuat baik? Jawabannya ada dalam Quran Surat An Nisa ayat 36.
 
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," ujarnya. 
 
"Jadi urutan prioritas dalam berbuat baik : 1. Allah SWT; 2. ‎Ibu-bapak; 3. Karib-kerabat; 4. Anak-anak yatim; 5. Orang-orang miskin; 6. Tetangga yang dekat; 7. Tetangga yang jauh; 8. Teman sejawat (teman alumni); 9. Ibnu sabil (teman seperjalanan); dan 10. Hamba sahaya (karyawan/bawahan kita). Kita jangan sampai pabaliut salah prioritas," ujarnya pula.
 
Terkait tentang perbedaan dan kebersamaan Asep berpesan. 
 
"Indahnya kebersamaan akan selalu dirasakan jika kita selalu bersama teman-teman yang membuat hidup kita nyaman dan tersenyum. Jika terjadi perbedaan itu wajar, dengan berbeda hidup akan terasa indah.
 
Tak bisa dibayangkan jika kita hidup di dunia ini semuanya sama, hanya sendiri dan selalu menyendiri. Syukuri perbedaan, berbeda tapi selalu dalam kebersamaan."
 
"Jadi dalam menjalin suatu kebersamaan, kita harus belajar tentang saling memahami, mau mendengar, mau berbagi dan mau untuk peduli. Dengan begitu kita akan bisa memaknai. Karena kebersamaan itu indah saat dijalani dan indah saat kenangannya diingat," pesannya. 
 
Asep mengakhiri tausyiahnya dengan mengajak audien untuk menyimak Quran surat Al Anbiya ayat 107 : "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (Menjadi) Rahmat bagi seluruh alam".
 
"Rasulullah SAW diutus Allah SWT sebagai Rahmatan lil alamin atau Rahmat bagi seluruh alam serta memperbaiki atau menyempurnakan akhlak manusia. Kita sebagai pengikutnya kalau ingin selamat dunia dan bahagia di akhirat, ikuti suri teladannya untuk kita terapkan dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, agar kelak kita benar-benar mendapatkan syafa'at beliau.
 
Selalu mencintai Rasulullah SAW dengan bershalawat. Bila kita banyak bershalawat dan mengikuti suri teladan beliau, maka Rasulullah SAW akan mencintai dan dapat menyelamatkan kita di akhirat," pungkas kang Asep.
 
 
 Editor  :  Dimas Madia
Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4