background img
bank bjb
Pelopori Literasi Tafsir Pertama di Indonesia

Mang Geo, Tokoh Literasi Islam / Pimpinan Pondok Pesantren AlKasyaf. Foto: Istimewa

KHAZANAH Tafsir Karya Anak Bangsa

Pelopori Literasi Tafsir Pertama di Indonesia

Wartawan: Dimas Madia
 
BANDUNG - Membaca Kitab Tafsir merupakan hal yang lumrah dalam kegiatan kegiatan belajar mengajar para santri. Begitupun di Alkasyaf, pesantren yatim dan dhuafa ini membaca kitab klasik seperti safinah, tijan, jurumiah dan nahwu - sharaf merupakan kitab - kitab yang menjadi standar keharusan bagi para santri. 
 
Namun yang menarik, ada satu terobosan baru dari pesantren ini yaitu Literasi Tafsir. Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Alkasyaf, Geovani Van Rega yang akrab disapa Mang Geo mengatakan, literasi tafsir bertujuan membumikan alquran dengan pola tertentu.
 
 
"Yang dimaksud literasi tafsir adalah setiap santri belajar "memproduksi" tafsir agar dapat membumikan alquran dimanapun ia berada," Ungkap Mang Geo kepada m.sinarpaginews.com, Rabu (11/9) di Pesantren Alkasyaf, Bandung.
 
Menurut Mang Geo, polanya dimulai dari kajian surat - surat pendek. Yaitu, berdasarkan turunnya surat, munasabah ayat, asbabun nuzul, nilai khawatir quran, hadist dan pendapat para ulama.
 
"Pendapat para ulama juga kita kaji, seperti Ibnu Katsir, Tafsir al Misbah, Tafsir al munir, tafsir fi zilalil quran, tafsir irsyadul amal, tafsir jalalain dan beberapa tafsir lainnya," katanya. 
 
Selain itu, orang yang kerap menjedi penceramah di MQTV ini menjelaskan, setelah para santri menyerap ilmunya, kemudian mereka menuliskannya dengan pendekatan tafsir muqaran (perbandingan).
 
"Setelah itu, dikembangkan dalam perwujudan ayat alquran dalam kekinian. Kemudian di uji oleh pembimbing hasilnya diekpose dan dipublikasi dalam bentuk buku," jelas Mang Geo.
 
Di pesantren yatim dan dhuafa alkasyaf itu, setiap santri diwajibkan membuat sebuah buku. Hal itu diagendakan pada program sabu - sabu, satu bulan satu buku. Kata mang Geo, tujuannya agar jiwa literasi terbangun di kalangan santri. Hasilnya 850 buku karya santri Alkasyaf telah diterbitkan. 
 
"Rencananya pesantren alkasyaf akan mengadakan pameran khusus literasi tafsir dihari santri nasional pada 23 Oktober 2019. Sebagai wujud turut serta santri dalam membangun khazanah keilmuan islam di Indonesia", terangnya.
 
Rencananya melalui undangan khusus, akan dihadiri oleh guru besar tafsir dan para pecinta literasi islami. 
 
"Dengan demikian santri itu kini tak sekedar mengkonsumsi kitab, tapi belajar juga "memproduksi" kitab. Secara otomatis budaya literasi ini akan semakin kuat khususnya di pesantren yatim dan dhuafa alkasyaf," katanya.
 
Selain membuat terobosan dalam pembangunan literasi, tokoh literasi nasional ini juga sedang menulis dan merilis tafsir Darissalam sebagai khazanah tafsir karya anak bangsa Indonesia.
Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4