background img
bank bjb
Study Tour SMK Nagrak ke Kampus UNWIM dan Agro Wisata Waaida Farm

Foto bersama siswa SMK Nagrak, Guru Pendamping dengan Tatang Kuswana Ownner Agrowisata Waaida Farm Sumedang (Foto: Asep Ruslan)

Mengenal Lebih Dekat Dunia Pertanian Secara In Vitro

Study Tour SMK Nagrak ke Kampus UNWIM dan Agro Wisata Waaida Farm

SUMEDANG - Kegiatan Study Tour siswa SMK Nagrak Purwakarta Jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) kelas 10 di dua lokasi yang berbeda yaitu Kampus Universitas Winaya Mukti (UNWIM) Fakultas Pertanian Jalan Raya Bandung Sumedang No.29, Gunungmanik, Kec. Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dan Agro Wisata Waaida Farm di Dusun Lembang, RT. 01 / 02, Pamulihan, Kec. Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berlangsung lancar pada hari Senin (7/10/2019).

SMK Nagrak adalah sekolah menengah kejuruan swasta yang menitik beratkan pada pembangunan sumber daya manusia tangguh dalam iman dan taqwa, yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan yang kompetitif dengan tetap mengedepankan nilai-nilai religi yang dilandasi oleh nilai moral Islami.

Berdiri di atas lahan kurang lebih 3 Ha, beralamat di Jalan Raya Bandung Purwakarta RT. 01 RW. 04 Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bagi siswa di luar daerah, SMK Nagrak tersedia asrama dan Pondok Pesantren dalam satu komplek. Sehingga siswa yang bersekolah di sini sekaligus mondok di Pondok Pesantren Nagrak atau Pesantren Tahfidz Quran Rahmatan Lil Alamin (PARLA).

Acara pembukaan dan penerimaan kegiatan Study Tour siswa SMK Nagrak, Guru Pendamping oleh Dekan Faperta UNWIM di Kampus UNWIM (Foto: Asep Ruslan)

Penyerahan cindera mata oleh Dekan Faperta UNWIM Dr. Dra. R. Budiasih, MP kepada Kepala Sekolah SMK Nagrak Asep Mulyana, SP (Foto: Asep Ruslan)

Kunjungan siswa SMK Nagrak yang didampingi Kepala sekolah SMK Nagrak Asep Mulyana, SP, Kepala Jurusan ATPH Titin Nurhotimah, SP dan Kesiswaan Mina Aminah, SP di kampus UNWIM Fakultas Pertanian disambut baik oleh pihak kampus. Acara dibuka oleh Dekan Faperta UNWIM Dr. Dra. R. Budiasih, MP, dilanjutkan pemberian materi yang disampaikan oleh Romiyadi, SP, MP selaku Kepala Laboratorium Fakultas Pertanian UNWIM dan di dampingi oleh UKM Himubin (Himpunan Mahasiswa Usaha Budidaya In Vitro).

Siswa SMK Nagrak dan Guru Pendamping ketika berada di Laboratorium Fakultas Pertanian UNWIM (Foto: Asep Ruslan)

Kegiatan yang dilaksanakan selama kunjungan di Laboratorium Fakultas Pertanian UNWIM antara lain: pengenalan alat laboratorium, cara membudidayakan tanaman secara In Vitro dari mulai tahap Sterilisasi alat sampai dengan Pemasaran hasil budidaya In Vitro.

Penyerahan cindera mata oleh Kepala Sekolah SMK Nagrak Asep Mulyana, SP kepada Owner Agrowisata Waaida Farm Tatang Kuswana (Foto: Asep Ruslan)

Kunjungan siswa SMK Nagrak ke Agrowisata Waaida Farm dilaksanakan sekitar pukul 13.00 Wib setelah kunjungan dari kampus UNWIM. Agrowisata Waaida Farm merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang pertanian.

Agrowisata Waida Farm bagi sebagian masyarakat di kabupaten Sumedang sudah tidak asing lagi, Agrowisata yang berlokasi di dusun Lembang, RT. 01/02, desa Pamulihan, Kec. Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Adalah kebun seluas 3 Ha yang dihuni berbagai varietas buah-buahan hasil rekayasa bibit unggul yang terkenal sebagai tempat wisata serta menjadi tempat riset bagi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Waaida Farm juga terkenal akan produksi bibit jambu kristal, durian varietas unggul dan Ciplukan sebagai bisnis utamanya.

“Awal mula usaha ini November 2011, waktu itu kami membeli bibit jambu kristal yang berasal dari ICDF (International Corporate Development Fund) Taiwan yang dikembangkan bersama IPB Bogor dari kelompok tani binaannya untuk diteliti dan dikembangkan disini. Disini durian varietas unggul ditanam tahun 1982 ketika saya ditugasi oleh Lembaga Biologi Nasional (LBN)-LIPI untuk membangun kebun plasma nutfah buah-buahan unggul asli indonesia di Cibinong. Usaha utama Waaida Farm adalah mengembangkan budidaya Ciplukan dan pemasarannya secara online maupun offline (supermarket),” ujar Owner Waaida Farm Tatang Kuswana alumni Akademi Pertanian Tanjungsari (APT) tahun 1973 (sekarang Faperta UNWIM), saat dihubungi Sinarpaginews, Sumedang, Rabu (9/10/2019).

Buah Ciplukan (Physalis angulata L) dikenal juga dengan sebutan Morel Berry di Inggris, Ceplukan di Jawa, Cecendet di Sunda, Keceplokan di Bali, dan Leletokan di Minahasa (Foto: Istimewa)

Apa itu buah Ciplukan? Buah yang rasanya kecut-manis, berwarna hijau-kuning, dan dibungkus kulit tipis. Buah ini dulu dikenal sebagai tanaman liar, tak punya nilai jual, dan dianggap gulma. Namun kini, buah Ciplukan naik kasta.

Ciplukan (Physalis angulata L) lazim tumbuh di kebun, tegalan, tepi jalan, semak, atau hutan. Buah ini juga dikenal dengan sebutan Morel Berry di Inggris, Ceplukan di Jawa, Cecendet di Sunda, Keceplokan di Bali, dan Leletokan di Minahasa. Meski dulu hanya dikenal sebagai mainan anak-anak, kini ciplukan digemari dan dijual dengan harga tinggi.

Tatang mengaku Waaida Farm didirikan bukan hanya untuk mencari pendapatan finansial semata, namun di dalamnya diperkenalkan pula cara budidaya dan penanganan pasca panen komoditas yang dikelolanya. Pada tahun 2015 Waida Farm telah membuka kegiatan Agrowisata, Pendidikan dan Pelatihan Teknis Budidaya jambu kristal, durian dan lain-lain. Dalam menunjang usahanya, Waaida Farm telah membuat pembibitan tanaman jambu kristal secara masal. Kebun induknya telah disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat.

Waaida Farm menyediakan fasilitas pendidikan, pelatihan, dan riset mengenai budidaya komoditas buah-buahan dan sayuran.

“Disini pengunjung boleh memetik buahnya, dengan disertai pendamping untuk memilih buah masak di pohon. Buahnya juga bisa dicicipi di kebun atau dibawa sebagai oleh-oleh,” tambah Tatang.

Study tour ini merupakan salah satu langkah yang di tempuh oleh pihak SMK Nagrak dalam rangka mengenalkan dunia pertanian pada siswa-siswi kelas 10 Jurusan ATPH, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Jurusan ATPH SMK Nagrak Titin Nurhotimah, SP kepada Sinarpaginews.

“Study Tour adalah program pembelajaran siswa langsung ke lapangan, dengan melihat dan mengamati secara otomatis akan timbul perasaan ingin tahu siswa dan keinginan siswa untuk lebih banyak bertanya karena tidak mampu menjelaskan fenomena yang ia amati. Melalui kegiatan study tour ini, siswa bisa mengenal lebih dekat dunia pertanian secara In Vitro (kultur jaringan). Juga untuk mengenalkan bagaimana proses Agribisnis di Agrowisata Waaida Farm sehingga siswa mampu menangkap peluang usaha di bidang pertanian,” ungkap Titin di SMK Nagrak, Purwakarta, Rabu (9/10/2019).

“Harapannya, mampu membuka wawasan siswa SMK Nagrak bahwasanya bidang pertanian ini bisa menjadi salah satu solusi dalam menghadapi persaingan dalam mencari kerja nantinya. Tentunya lulusan SMK Nagrak Jurusan ATPH ini bukan mencari lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan kerja baik untuk dirinya maupun masyarakat umum. Dan semoga melalui kunjungan ini SMK Nagrak kedepannya menjadi semakin lebih baik,” tambah Titin.

Taufik Hidayat salah satu siswa kelas 10 SMK Nagrak sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan study tour ini. Kepada Sinarpaginews menuturkan pengalamannya.

“Kegiatan Study Tour ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang pertanian. Awalnya saya berfikir bahwa pertanian itu hanya berkaitan dengan tanah dan cangkul tetapi setelah mengikuti study tour ini saya menjadi lebih tahu bahwa bercocok tanam itu tidak selamanya menggunakan tanah saja tapi bisa menggunakan berbagai media, seperti : air, mos, pakis, arang sekam, agar-agar untuk kultur jaringan dan udara.  Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu untuk kelancaran kegiatan study tour ini,” ungkap Taufik di SMK Nagrak, Purwakarta, Rabu (9/10/2019).

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4