background img
bank bjb
Mau Dibawa Kemana 52 Juta Pemuda di Indonesia?

Dr. Geovani Van Rega saat menjadi telewicara pada tayangan MQ Tv.

AJAKLAH: Pemuda Bangsa Indonesia Kearah Mardhotillah

Mau Dibawa Kemana 52 Juta Pemuda di Indonesia?

Wartawan m.sinarpaginews.com: Dimas Madia
 
BERDASARKAN data yang dilansir oleh salah satu Media Nasional di tahun 2019 ini menyebut, jumlah pemuda 16-30 tahun di Indonesia menyamai jumlah penduduk 1 Negara Myanmar, hal itu diungkapkan tokoh literasi Nasional Dr. Geovani Van Rega berdasarkan kajiannya.
 
"Atas dasar itu, pemuda adalah masa depan Bangsa. Jika pemudanya sudah jauh dari nilai kebaikan, maka kehancuran sebuah negara hanya tinggal menghitung hari," kata Geovani Van Rega yang akrab disapa mang Geo saat berbincang dengan m.sinarpaginews.com di Alkasyaf, belum lama ini.
 
Menurut Mang Geo, pemuda di Indonesia ini kurang lebih sejumlah 52 Juta jiwa. Jumlah itu bukanlah hitungan yang sedikit. Diperlukan sebuah gagasan besar agar pemuda tetap lurus dalam "tracknya" atau "fitrahnya" sebagai anak bangsa terutama sebagai Hamba Allah. 
 
"Banyak sekali program atau agenda kaum lain yang ingin menjadikan pemuda bernilai destruktif. Maksudnya, ingin menjauhkan pemuda dari siapa dirinya, siapa identitasnya, siapa Tuhannya, apa tugasnya, dan apa kontribusinya," ungkap Mang Geo.
 
Lebih jauh menurut mang Geo, Pemuda Indonesia sedang dirusak sedemikian rupa, sehingga tidaklagi dipandang sebagai "manusia" melainkan komoditas ekonomi atau komoditas politik tertentu. 
 
"Pemuda Indonesia dibuat seakan hilang arah, tak punya visi, tak punya kendali, tak punya masa depan, itu yang terjadi," katanya.
 
 
Dr.Geovani Van Rega, Pendiri Pondok Pesantren Alkasyaf juga sebagai Tokoh Literasi Nasional (Kiri), saat memberikan Kitab Durar Quran karya Alkasyaf kepada wartawan m.sinarpaginews.com, Dimas Madia (Kanan), sebagai kajian lietrasi bagi kalangan Jurnalis.
 
Maka, tambah mang Geo, perlu adanya kesadaran yang kuat, faham dan tau arti Quo Vadis (Mau dibawa kemana) pemuda Indonesia ini.
 
Mang Geo berpesan bawalah pemuda bangsa Indonesia ke arah Mardhatillah. Karena Mardhatillah tidak akan pernah membuat orang rusak, dzalim, bahkan keluar dari tracknya manusia itu sendiri. 
 
"Pemuda harus faham framming yang benar yaitu menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh uswah, karena tidak ada lagi yang terbaik uswahnya kecuali Nabi Muhammad saw," terangnya. 
 
Menurut mang Geo, betapa pentingnya yang namanya pemuda dihadapan Islam. Ia mengajak untuk bercontoh kepada Nabi Muhammad yang menjadikan pemuda dan pemudi disekitarnya menjadi yang terbaik. 
 
"Lihatlah Ali bin Abu Thalib, Usamah Bin Zaid, Aisyah binti Abu Bakar, Abu Hurairah, Ibnu Mas"ud, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan lain sebagainya. Dimana mereka adalah pemuda di sekitar Rasulullah yang tidak sia sia dalam hidupnya," Tegas Mang Geo.
 
Ajak mereka untuk berinteraksi dengan alQuran, sebab alquran akan menjadikan diri, keluarga, bangsa menjadi agung. 
 
Maka, menurut mang Geo, tanamkanlah kepada mereka karakter, seperti disiplin, berani, khidmat pada agamanya, jujur, hemat, setia kawan, bijaksana serta pantang menyerah. 
 
Ia mengajak pemuda Indonesia harus dirawat, bukan dengan hura - hura, bukan dengan program yang seperti modern tapi miskin makna, bukan dengan program yang sepertinya "wah" tapi miskin spritual bahkan sekuler. 
 
"Mari selamatkan Indonesia dengan menyelamatkan Generasi Pemuda di Indonesia ini", tutupnya.
Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4