background img
bank bjb
Rektor Unpad Resmikan Bandung Bee Sanctuary (BBS)

Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E, M.SIE., bersama Pengurus Asosiasi Perlebahan Indonesia Daerah Jawa Barat (Apida Jabar) saat meresmikan BBS (SPN/Asep Ruslan)

Pusat Budidaya & Edukasi Lebah Berbasis Teknologi

Rektor Unpad Resmikan Bandung Bee Sanctuary (BBS)

BANDUNG - Sedikit orang yang menyadari bahwa budidaya lebah madu memiliki potensi yang cukup besar dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan karena dalam pembudidayaan lebah madu produsen mampu menghasilkan berbagai jenis produk yang memiliki nilai jual tinggi, seperti madu, royal jelly, propolis, cuka madu, dan banyak lagi. Terlebih lagi produk-produk yang dihasilkan lebah juga memiliki kandungan yang sangat menyehatkan dan bisa menjadi obat mujarab sehingga permintaan pasar pun akan terus ada mengingat banyak yang membutuhkannya untuk alasan kesehatan. Adapun proses pembudidayaannya pun juga relatif mudah karena lebah-lebah tersebut mampu mencari makanan dengan sendirinya sehingga modal yang harus dikeluarkan para produsen budidaya lebah pun relatif kecil. Berbagai keuntungan yang didapat ini tentunya bisa menjadi suatu peluang usaha yang sangat menjanjikan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Berangkat dari hal itu, Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama The Local Enablers, gelar acara Grand Launching Bandung Bee Sanctuary (BBS) sebagai pusat  pembudidayaan dan edukasi lebah berbasis teknologi di Bandung. Berlokasi di belakang gedung Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi (BPIP) Unpad Jl. Ir. H. Juanda 438B, Bandung, Jum'at (10/1/2019).

Grand Launching Unpad Bandung Bee Sanctuary (SPN/Asep Ruslan)

Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E,, M.SIE., Rektor UNPAD menyampaikan, lewat program UNPAD dapat melakukan socio technopreneurship artinya bagaimana entrepreneurship digabungkan dengan unsur sosial dan sentuhan aplikasi teknologi.

“Dalam program Bandung Bee Sanctuary (BBS), lebah diproduktifkan untuk lebih berkembang lagi. Disamping itu bagaimana  menbudidayakan produk madu bersama masyarakat, bagaimana membangun model bisnisnya yang nantinya dapat menciptakan bukti nilai tambah  untuk memproduksi produk-produk dari turunan madu tersebut,” ungkapnya.

Harapannya semua pihak dapat berkolaborasi dengan pasar, masyarakat dan semua kalangan baik menengah kebawah,  ibu-ibu, anak muda dan lain sebagainya.

“Dengan memanfaatkan apa yang ada di dalam,  salah satunya madu,  kita dapat menciptakan rantai ekonomi yang luar biasa. Ini adalah suatu model yang diharapkan dapat diaplikasikan ditempat lain khususnya di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Disamping itu, hal ini merupakan hasil dari inovasi dan kretifitas dari aspek bisnis maupun inovasi madunya,” penjelasannya.

Simak Video Peresmian BBS :

Dr. Dwi Purnomo, STP., M.T. selaku Ketua Tim Riset Smart Apiculture Management Services, mengatakan BBS mengusung konsep inovasi sosial. Lebah yang memiliki potensi bisa dimanfaatkan sebagai model bisnis baru.

"Kita akan melakukan bisnis model pemberdayaan, penguatan ekonomi sosial, dan teknologi yang menyamakan pertanian dengan industri 4.0," ujarnya.

BBS berdiri diatas lahan seluas 7 ha, yang akan disulap menjadi peternakan lebah. Untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada, dilakukan pendampingan dengan melibatkan anak muda sebagai pelaku budidaya lebah.

“BBS ini inisiasi  dari Unpad berkolaborasi dengan The Local Enablers, sebuah ekosistem kewirausahaan sosial berbasis teknologi yang mengedepankan aspek lokalitas menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Lahan seluas 7 hektar ini pada awalnya merupakan lahan kritis yang terletak di belakang BPIP Pusat Psikologi Unpad yang sudah lama terbengkalai,” tambahnya.

Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E,, M.SIE. saat melakukan penanaman pohon mangga untuk pakan lebah di lokasi BBS (SPN/Asep Ruslan)

Di BBS ini terdapat berbagai macam tanaman yang sudah ditanam maupun yang akan ditanam, seperti untuk pakan lebah :  air mata pengantin, bunga pukul delapan, bunga matahari, kaliandra merah, akasi mangium, manga dan lain-lain. Untuk pengusir nyamuk seperti : lavender, selasih, bunga rosemary, lemon balm dan lain-lain. Juga untuk pohon pelindung seperti : pohon mahoni, pohon trembesi, pohon asam jawa, pohon angsana, pohon tanjung dan lain-lain.

Dengan semangat kolaborasi dan perwujudan dampak sosial yang berkelanjutan, lahan kritis tersebut diaktivasi kembali untuk menjadi lahan yang produktif dan bermanfaat. Proses pengaktivasian  lahan kritis ini tidak hanya dilakukan oleh Unpad ataupun stakeholder terkait, melainkan juga turut melibatkan masyarakat secara langsung dengan harapan masyarakat setempat memiliki rasa kepemilikan yang tinggi sehingga turut berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan BSS.

BBS Pusat edukasi lebah, pemberdayaan masyarakat berbasis lebah, dan edukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan (SPN/Asep Ruslan)

Menurutnya, selain untuk menjadi pusat budidaya lebah, BSS juga nantinya akan diproyeksikan menjadi pusat edukasi lebah, pusat pemberdayaan masyarakat berbasis lebah, dan pusat edukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan. Tujuannya agar  BBS bisa menjadi corong penggerak perekonomian masyarakat serta meningkatkan kapasitas  dan kemampuan berwirausaha masyarakat.

“Adanya BBS yang sangat inovatif ini turut memperhatikan aspek keseimbangan antara Profit, Planet dan People. Dengan kata lain, kehadiran BBS tidak hanya untuk kepentingan keuntungan semata melainkan juga berupaya memberikan dampak positif bagi pemberdayaan kualitas manusia dan memberikan jaminan keamanan bagi lingkungan yang harus dijaga keberlangsungannya,” pungkas Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad.

Di BBS ini diperkenalkan berbagai macam produk turunan madu seperti : honey lime ginger, ginger lemon soda, honey jam, honey lip scrub, almond roasted honey, honey cookies, honey yoghurt mint sauce dan lain-lain.

Berita Lainnya
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor