background img
bank bjb
Manajemen Waktu Ala Rasulullah

Ilustrasi.

Manajemen Waktu Ala Rasulullah

WAKTU adalah sesuatu yang harus selalu kita syukuri. Karena dengan adanya ridha Allah SWT,
kehidupan ini masih terus berjalan sampai sekarang. Rasulullah SAW pun telah mengabarkan
bahwasanya waktu adalah salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah kepada hamba-Nya
yang harus disyukuri. Jika tidak, nikmat tersebut akan diangkat dan pergi meninggalkan
pemiliknya.
 
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menghargai waktu, dengan melakukan sesuatu yang
baik, berguna, yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Islam menekankan
pemanfaatan waktu dalam hal ibadah. Bagi kita umat islam, sesuatu yang baik sudah pasti
bernilai ibadah di mata Allah. Namun, manusia seringkali mengingkari nikmat Allah tersebut
dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
 
Rasulullah SAW telah bersabda, “Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima: masa
mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, waktu
kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan
masa hidupmu sebelum datang ajalmu.” (HR Hakim dishahihkan oleh Al Albani). Allah tidak
membeda-bedakan jumlah waktu yang diberikan kepada setiap manusia.
 
Semua makhluk hidup di dunia memiliki hak yang sama terhadap waktu , yaitu 24 jam dalam sehari. Dan berikut adalah
Pola Rasulullah dalam memanajemen waktu Sholat fardhu sebagai fondasi dalam menghargai waktu,
berpola pikir invetasi, terus produktif, jauhi sikap menunda-nunda, dan yang terakhir adalah rutin melakukan
evaluasi.
 
Dalam semua hal yang Rasulullah terapkan adalah benar adanya. Dalam sehari, kita umat
muslim memiliki kewajiban melaksanakan shalat 5 waktu, yang di mana masing-masing itu
memiliki waktu yang berbeda dalam melaksanakannya. Dan itu melatih kita untuk
memanajemen waktu sebaik mungkin, karena sebenarnya manajemen waktu umat muslim dilihat
dari waktu dia melaksanakan sholat, menyegarakan atau menunda.
Dan untuk pola pikir investasi adalah waktu yang kita gunakan sekarang adalah investasi di
akhirat nanti. Jika kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin, maka kita akan mendapatkan hasil
yang baik pula di akhirat nanti.
 
Kita adalah manusia, kita makhluk hidup yang diciptakan untuk terus bergerak. Karena kita
diciptakan memiliki akal dan pikiran. Memiliki waktu yang produktif sangat baik untuk menjaga
kesehatan fisik dan psikis.
 
Jauhi sikap menunda-nunda merupakan tindakan yang harus dilaksanakan dengan sedikit
paksaan. Karena jika sudah nyaman dengan berleha-leha, maka akan sangat sulit untuk memulai
menjadi produktif jika tidak dibarengi dengan paksaan.
 
Dan yang terakhir adalah rutin melakukan evaluasi, akankah ada perubahan setelah kita
melakukan pola yang Rasulullah ajarkan? Pasti iya, jika kita sungguh-sungguh ingin membawa
perubahan yang baik yang dimulai dari diri kita sendiri.
 
 
 
 
Ditulis oleh :
Qotrunnada Nisrina Najifah
Mahasiswa STEI SEBI
Jurusan Manajemen Perbankan Syari’ah
Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor