background img
bank bjb 1
Mahasiswa Stikom Poltek Cirebon Berunjuk Rasa Sampaikan Aspirasi Ke Rektorat

Mahasiswa Stikom Poltek Cirebon Berunjuk Rasa Sampaikan Aspirasi Ke Rektorat

CIREBON - Aliansi mahasiswa dan BEM Stikom Poltek Cirebon pada Kamis (7/1) mengadakan aksi unjukrasa menyampaikana aspirasinya ke rektorat kampus yang berlokasi di jl pupuk sriwijaya no 1 kedawung cirebon, menindaklanjuti audiensi tahap pertama sebelumnya dilakukan pihak kampus dan BEM yang belum puas.

Dalam aksi tersebut yang akhirnya di terima rektorat di arahkan ke auditorium kampus mengingat sedang pandemic civid 19 dan mahasiwa tertib dengan protocol kesehatan.

Sekitar 100an lebih mahasiswa dari berbagai prodi dan Angkatan hadir dalam aula tersebut yang pihak rektorat diwakili Puket I Faisal Akbar Puket II Wawat Hermawati dan puket III Virgiyanti serta hadir juga Dr Elin Herlina Direktur Pascasarjana STIE, karena ketua STikom H Yuhano M.Kom tidak hadir menemui mahaiswa.

Dalam hal ini selain mahasiwa stikom juga ada beberapa perwakilan orang tua mahasiswa yang merasa kecewa karen tidak adanya wisuda pada mahasiswa tingkat akhir di tahun 2020 lalu.

Ada beberapa hal yang dijadikan tuntutan mahaiswa diantaranya adalah :

1.penjelasan mengenai status stikom yang pebinaan=nonaktif dengan sanksi berat dari dikti hasil monev / monitoring dan evaluasi team EKA dikti dan lldikti.

2. mahasiwa meiminta secepatnya agar tingkat akhir bisa lulus dan wisuda dengan ijazah legal.

3.mahasiwa menuntut agar kampus transparan, di era keterbukaan public jangan menutupi keadaan kampus.

4 meminta rektorat jaminan mahasiwa bisa lulus dari kampus stikom.

5 orang tua mahaiswa meminta pihak kampus agar lebih terbuka dg mahasiwa terkait hak hak mahasisiwa karena orang tua sudah memeberikan kewajiban.

Dalam hal tersebut Faisal Akbar selaku puket I stikom mengatakan akan segera mungkin membenahi akademik dalam waktu 6 bln terhitung surat sanksi dari dikti dikeluarkan ( kurun waktu nov 2020-April 2021, dan akan berkordinasi dengan dikti terkait penyempurnaan laporan laporan ke dikti yang diminta saat monev.

Selain itu, Akbar juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini sehingga mahasiswa resah dan kiranya mahasiswa berkoordinasi dalam informasi agar tidak salah dan simpangsiur.

Salah satu orang tua dalam penyampaian audiensi sampai terbata bata karena sedih dan kecewa juga kaget kenyataan menimpa anaknya yang seharusnya selesai kuliah namun kenyataannya tidak bisa wisuda.

Hal sanksi berat dikti adalah kampus Stikom tidak dibolehkan merekrut mahasiwa baru, dilarang melakukan sidang/ yudisium dan dilarang wisuda mahasiswa selama masa sanksi pembinana=nonaktif kecuali status tersebut sudah Aktif maka boleh melakukan hal tersebut diatas.

Menutup dialog, Dr Ellin Herlina yang merupakan Direktur pascasarjana STIE cirebon menyampaikan kepada mahasiwa jangan khawatir jika pahitnya kampus di tutup maka akan diambil alih oleh dikti, hal ini bertentangan dengan pernyataan dikti Budhy Hery Pancasilawan yang menyatakan bahwa jika kampus ditutup dikti tidak bisa mengambil alih kampus.

Mahasiawa masih kecewa karena H Yuhano yang diharapkan hadir saat ini namun tidak hadir “ kami kecewa karena ketua stikom tidak hadir padahal jika hadir kami pun bisa dengan jelas mendengarkan paparan beliau dan harapan kami stikom segera aktif kembali, ” papar mahasiswa stikom tingkat akhir ini.(hid/azz).

Berita Lainnya
PDAM Kota BDG babael HUT Tegal 5 bjb
Brebesa 4 Brebes Paguyuban Asep Dunia HUT Tegal