background img
bank bjb 1
Polres Nias Tetapkan 4 Tersangka Terkait Video Perempuan Diikat di Nias Utara

Polres Nias Tetapkan 4 Tersangka Terkait Video Perempuan Diikat di Nias Utara

GUNUNGSITOLI- Kepala Kepolisian Ajun Komisaris Besar Polisi Resor Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, tetapkan 4 orang tersangka atas kasus penganiayaan dan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban seorang Perempuan (janda) atas nama Kasiani Zebua alias Ina Wati, warga Desa Hiligawoni Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara sebelumnya viral di media sosial akhirnya terungkap dan pelaku ditetapkan sebagai Tersangka. Senin (3/9/2018) Siang.

Ke-Empat tersangka tersebut berinisial JH, berperan menampar wajah korban dengan tangan kanannya. Dan Inisial SZ, berperan mengikat kedua kaki korban dengan menggunakan sehelai kain berwarna putih. Kemudian Inisial LD, berperan menahan dan memegang ke-Dua kaki korban.

Sementara Tersangka DPO atas nama, Sozi Hulu, berperan memegang ke-Dua tangan korban dan mengikat ke-Dua tangan korban dengan menggunakan sehelai kain selendang warna abu-abu milik korban. tegas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH mengatakan, adapun terlapor atas nama, Felius Lase alias Ama Resmi, menurut korban berperan sempat memegang tangan korban dan mengambil HP milik korban. Untuk sementara masih belum dapat ditetapkan sebagai Tersangka masih minim alat bukti.

Kapolres menyebutkan, dari hasil gelar perkara pada tanggal 01 September 2018. Sudah Empat orang yang cukup bukti dan ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang tersangka lain DPO. ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH.

Dikatakannya, Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut sehingga tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka lainnya. tegas Kapolres

Kapolres, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat lalu 03 Agustus 2018 sekitar pukul 21.00 Wib di Desa Sifaoroasi Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara, TKP depan rumah Ama Timu Hulu, pada saat itu para tersangka menampar dan menyeret korban kemudian mengikat korban karena alasan sering mengganggu kenyamanan warga.

Sehingga para Tersangka melakukan tindakan kekerasan kepada korban dengan cara menampar dan kemudian diikat di jalan depan rumah Ama Timu Hulu dimana dari pengakuan para Tersangka berinisiatif sendiri (tidak suruhan orang lain) katanya

Ke-Tiga tersangka sudah dilakukan penahanan di RTP Rumah Tahanan Polres Nias sejak tanggal 2 September 2018 guna kepentingan Penyidik selanjutnya.

Kepada Tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (1) dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHPidana terancam Hukuman 5 Tahun 6 Bulan (Lima Tahun Enam Bulan Penjara). terangnya
(al)

Berita Lainnya
HUT Tegal Beebopp pa erwin purwakarta 2 ASEP PRESIDEN