background img
Leaderboard BJB 2018
Akibat Dinamit,30 Lebih Rumah Warga Air Mesu Timur Rusak

Akibat Dinamit,30 Lebih Rumah Warga Air Mesu Timur Rusak

Ibnu Saleh Ancam Cabut Perizinan Pemangkasan Bukit Nunggal 

Bangka Tengah,sinarpaginews.com – TidK kurang dari 30 rumah warga Desa Mesu Timur, kecamatan Pangkalan Baru, kabupaten Bangka Tengah ( Bateng ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) mengalami keretakan yang sangat serius akibat dari getaran dinamit pemangkasan bukit Nunggal oleh PT Vitrama Properti ( Vipro ) dan PT Bumi Warna Agung Perkasa

Keresahan warga setempat sudah berlangsung cukup lama terhitung sejak sejak aktifitas pemangkasan bukit Nunggal dimulai kurang lebih selama 3 tahun

Upaya warga setempat, komplain sudah sangat sering dilakukan dari mulai kepada pihak perusahaan hingga ke DPRD bahkan gubernur Babek serta membuat laporan ke sejumlah pihak – pihak terkait pemangkasan bukit tersebut

Guna menindaklanjuti laporan aktifitas pemangkasan bukit Nunggal yang meresahkan masyarakat Desa Air Mesu Timur, maka Bupati Bateng DR.Ir.H.Ibnu Saleh bersama dengan Camat Pangkalan Baru Risaldi melakukan kunjungan ke salah satu rumah yang retak akibat getaran ledakan dinamit.Kamis ( 22/11/2018 )

“Selama ini pihak manajemen perusahaan PT Vitrama Properti melaporkan terkait pekerjaan pemangkasan bukit Nunggal, laporannya bagus dan tidak ada masalah namun kenyataan dilapangan menimbulkan keresahan warga setempat, tidak hanya itu, ternyata rumah warga banyak yang retak akibat peledakan ( blasting )” ujar Ibnu sapaan akrab bupati

Ditegaskannya bahwa ia mengingatkan kepada pihak manajemen perusahaan itu agar segera memperbaiki kerusakan rumah warga dan kalau tidak segera diperbaiki,akan saya cabut perizinannya

“Segera perbaiki kerusakan rumah warga, saya beri batas waktu dua hari dari mulai sekarang.Kamis ( 22/11/2018 ) kalau tidak perizinan akan saya cabut” tegas Ibnu dengan nada kesal

Sementara mantan RT 08 Desa Air Mesum Timur Iwan Toto yang langsung terkena dampak pengeboman pemangkasan bukit Nunggal mengatakan bahwa keresahan warga setempat sudah lama namun pihak perusahaan tidak perduli

“Pihak perusahaan seolah olah buta dan tuli, tidak mau mendengar keresahan warga tentang getaran dampak dari pengeboman diatas bukit tersebut dan dari sekian rumah yang rusak salah satunya rumah saya” kata Toto

Senada dengan Arson, mengatakan bahwa dua perusahaan terkait pemangkasan bukit Nunggal tidak pernah perduli dengan warga Air Mesu Timur “selama 3 tahun perusahaan pemangkas bukit Ninggal tudak pernah memberikan bantuan apapun baik kepada pemuda karang taruna maupun tempat ibadah” papar Arson

Hal senada juga disampaikan Camat Pangkalan Baru Risaldi, kepedulian perusahaan terhadap warga setempat memang benar benar tidak ada, baik tatakrama maupun terkait bantuan tempat ibadah maupun pembangunan di Desa

“Tidak usah bantuan atau CSR,Pihak perusahaan ini ( PT Vipro dan PT Bumi Warna Agung Perkasa – red ) seperti tidak mempunyai tatakrama disini ( warga Mesu Timur --red )” tegas Risaldi

Dikatakan Rizaldi, sebetulnya kultur masyarakat Bangka itu sangat mudah pada intinya tidak mau perduli dan jangan diganggu atau diusik ketenangannya, nah ini pihak perusahaan beraktifitas disini namun tidak mempunyai tatajrama

Sementara Budi Wijaya secara tegas mengungkapkan warga Desa Air Mesu Timur,mau nya apa? Dan selama ini tidak pernah perduli dengan kerusakan dan dampak negatif yang ditimbulkan dari pemangkasan bukit tersebut

“Selama tiga tahun aktifitas pemangkasan bukit itu meresahkan warga,kemana selama ini,setelah melihat dampak dari pengeboman itu baru komplain”tegas Budi Wijaya yang akrab disapa Butui

Dikatakan Butuh, itu baru dampak terhadap bangunan belum nanti pasti akan dirasakan dampak lainnya,dampak itu akan dirasakan waktu yang agak lama bukan waktu singkat, yang saat ini kita pikirkan dampak dari pemangkasan bukit Nunggal dan bukan perizinan

“Mari bersama sama kita kaji dampak baik kesehatan,sosial serta lainnya terhadap warga, tidak usah kita pikirkan mengenai perizinan” tegas Butui

Humas PT Vipro Budiyanto melalui sambungan telpon mengaku setelah pasca kunjungan bupati, ia juga bersama tim Yudi selaku kepala tehnik, langsung mendatangi rumah Iwan Toto dan mengecek kerusakan

“Material untuk mengganti atau memperbaiki rumah warga yang rusak sudah kita persiapkan hanya kami masih terkendala dengan tukang” ujar Budi melalui sambungan telpon

Diakui Budi kerusakan rumah warga Desa Air Mesu Timur,ada sekitar 30 lebih rumah warga “ Ada sekitar 30 lebih rumah retak karena yang harus kita perbaiki” aku Bud

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 iklan madan caleg
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang amanah umah iklan motor Jamsostek nebeng