background img
bank bjb
Perkembangan Retakan Bukit Di Salem Pemicu Longsor Susulan

Perkembangan Retakan Bukit Di Salem Pemicu Longsor Susulan

BREBES – Dua titik tebing bukit rawan longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem yang dulu diprediksi oleh Mahasiswa UGM dan BPBD Provinsi Jateng akan terjadi longsor susulan pasca longsor nasional (22/2/18) yang memakan 18 jiwa melayang (4 belum ditemukan), merusak 52 rumah serta 14 hektar areal persawahan penduduk, terus dipantau perkembangan retakan atau pergeseran tanahnya.

Sebagai Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes/Dandim yang baru, Letkol Infanteri Faisal Amri, dirinya mendapatkan penjelasan berbagai sumber yang antara lain Casro (41) Mandor Polter PKBH Salem KPH Pekalongan Barat, Kades Pasir Panjang, Toro serta Kadus Jojogan Desa Pasirpanjang, Riswan (47). Faisal Amri, melihat kondisi di lapangan secara langsung guna merancang segala persiapan jika sewaktu-waktu terjadi musibah kembali. Senin (7/1).

Dijelaskan Casro (kaos merah), pemukiman yang diprediksi secara langsung akan terdampak adalah Dusun Jojogan dengan berpenghuni 7 KK/rumah (23 jiwa) menetap sebagai petani, sedangkan Dusun Cibuhun yang berpenghuni 27 KK/rumah, 110 jiwa, juga kemungkinan akan terdampak secara tidak langsung. Pasalnya, rute sapuan material longsoran tanah Bukit Labuan Bulan (mahkota longsoran) di tanah Perhutani petak 7 F seluas 2 hektar, diprediksi mengarah kedua dusun ini

Bencana akan bertambah jika prediksi ini benar, mengingat tebing bukit di Dusun Jojogan yang tepat diatas 7 pemukiman warga juga terdapat retakan dan luas yang kurang lebih sama serupa (2 hektar). Tebing Jojogan juga sudah amblas kurang lebih 50 centimeter. Tampak mereka melihat dari dekat EWS (Early Warning System), retakan tanah dan amblasnya kedua tebing bukit.

“Jika kabel EWS tertarik 7 centimeter saja akibat pergerakan tanah di Labuan Bulan atau di Jojogan, maka sirine peringatan bencana akan berbunyi. Jadi warga Jojogan bisa cepat menjauh dari jalur longsoran lebih awal saat mendengar sirine,” ungkapnya menjelaskan sistem kerja EWS untuk meminimalisir korban jiwa. (Hid/Aan).

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS