background img
bank bjb

Timbulkan Bau Menyengat, Pabrik Limbah PT. ATS Nugratama Digerudug Warga

TEGAL - Sekitar 30 warga Desa Karangdawan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal menggeruduk pabrik PT ATS Nugratama, Senin (14/1). Mereka memprotes karena bau menyengat limbah yang diolah oleh pabrik.

Sambil berjalan, massa tersebut berkumpul di kantor PT ATS Nugratama. Massa yang didominasi oleh kaum lelaki tersebut, sesekali berteriak sebagai sikap protes akan bau menyengat yang ditimbulkan.

Satu warga Faozan mengatakan, warga memprotes dengan adanya bau limbah menyengat. Pasalnya bau limbah yang ditimbulkan, banyak warga yang menjadi sakit.

“Dampaknya ke masyarakat ada yang muntah-muntah. Anak-anak bahkan ada yang dirawat ke puskesmas. Saya sendiri kepala sakit terus sudah setengah bulan,” katanya seperti dilansir panturapost.com

Tidak hanya manusia, Faozan mengaku, tumbuh-tumbuhan hingga hewan ternak sudah banyak yang tewas akibat limbah tersebut.

Menurut Faozan, bau limbah yang menyengat itu sudah terjadi berbulan-bulan. Diperkirakan mulai muncul bau lantaran limbah kiriman dari Surabaya. “Limbah bekas dari Surabaya. Bau menyengat mulai muncul sekitar tiga bulanan,” kesalnya.

Ia sebenarnya menyadari sejak lama PT ATS N merupakan pabrik pengolahan limbah. Akan tetapi kurun tiga bulan belakangan bau limbah menjadi menyengat. “Pendirian PT ini kan memang semacam pengolahan oli-oli (limbah) bekas. Tetapi akhir-akhir ini bawa (limbah) seperti itu,” jelasnya.

Untuk itu ia dan warga sekitar meminta agar segera menghilangkan bau menyengat dari limbah. Minimal dapat memindahkan fisik dari limbah yang ada. Merespon desakan warga, karyawan PT ATS N Farikha menyanggupi agar menghentikan proses pengolahan limbah.

“Oleh karena itu hari ini juga kami menghentikan pengolahan limbah tersebut dan akan dikeluarkan dari PT ATS sampai besok pukul 14.00 WIB,” katanya saat membacakan hasil mediasi dengan warga.

Dalam mediasi tersebut dihadiri oleh pihak desa, warga serta PT ATS N. Apabila melanggar hasil tersebut, Farikha mengaku siap menerima konsekuensinya. “Jika pada hari yang disepakati pengolahan limbah tidak sesuai maka kami siap diproses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia mengklaim sejak berdirinya PT ATS N pada 2006, belum pernah ada masalah dengan warga terkait pengolahan limbah. Jumlah limbah sekitar 20 ton. “Memang pada hari ini ada finishing dari Polda Jatim. Sebenarnya pengolahan dilakukan bertahap,” ungkapnya.

Dalam pengolahan limbah, ujar Farikha dilakukan tidak di bak terbuka sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat. Farikha menjelaskan sebenarnya mediasi juga pernah dilakukan pada 22 Desember 2018. Saat itu pihak PT ATS N menyanggupi mengolah limbah pada 5 sampai 15 Januari 2019.

“Karena terkait dengan teknisi kami lagi merayakan Hari Natal. Dan teknisi kami dari Jakarta,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ketika limbah tersebut masuk ke pabriknya, sudah berusaha menunggu respon dari pihak warga. “Sudah berusaha menunggu apabila ada warga yang protes. Namun tidak ada yang datang. Dan limbah tersebut baru kali ini diolah di kami,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, selain PT ATS N di Desa Karangdawa ada tiga pabrik berbeda yang juga beroperasi dalam pengolahan limbah.(Hid/pan)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS