background img
bank bjb
Jouvenille Deliquency Terjadi, Harus Dibenahi Secara Sintemetis

Sembilan remaja dibawah umur diamankan oleh polisi pangkalpinang akibat konsumsi miras

Jouvenille Deliquency Terjadi, Harus Dibenahi Secara Sintemetis

Pangkalpinang Bangka Belitung sinarpaginews.com -- Dalam literatur yang banyak ditemui, arti kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa.

Sementara, baru saja terjadi malam tadi, Kamis dinihari 21/02. Ada sekelompok anak-anak usia dibawah umur yang tertangkap tangan sedang mengkonsumsi miras lokal. Alias arak. 

Ironisnya, dalam giat cipta kondisi yang ditingkatkan oleh pihak Kepolisian Sektor Bukit Intan. Dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Bukit Intan AKP Adiputra dinihari tadi juga berhasil mengungkapkan. Hampir seluruh dari 9 muda-mudi tadi, dalam status drop out dari sekolahnya. 

“Kegiatan malam ini, memang dalam rangka melakukan cipta kondisi yang ditingkatkan. Artinya belum ada penindakan ke ranah pidana. Cuma bersifat penertiban, himbauan juga pendataan. Walau jika nanti ditemui ada pidananya, bisa diambil tindakan tegas,” kata AKP Adiputra seizin Kapolres Pangkalpinang Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Kamis dinihari 21/02. 

Dengan situasi yang cukup memprihatinkan bagi Provinsi Babel pada umumnya, dan kotamadya Pangkalpinang pada khususnya ini, awak media berinisiatif menghubungi Komisioner KPAI Pusat Hikmawaty, Msc lewat sambungan seluler, Kamis pagi (21/02). 

“Kalau dalam dunia pendidikan keadaan anak remaja yang melakukan tindakan melawan norma hukum, norma sosial yadi disebut Jouvenille Deliquency (kenakalan remaja),” katanya.

Selain dari kondisi ini, yang perlu diwaspadai adalah timbulnya dampak sistemik. Tentunya akibat rules of the yang mereka anut dalam kelompok mereka ini. 

“Jadi kan kalau ada kenakalan remaja ini, apalagi dilakukan oleh remaja yang drop out dari sekolah. Seharusnya bisa diantisipasi soal dampak sistemik. Maksudnya adalah, kenakalan remaja si A, akan menyeret remaja si B, jika mereka main dalam satu kelompok. Belum lagi berbagai efek mengerikan lainnya seperti miras, narkoba, aborsi, sex bebas,” ujarnya lagi. 

Dalam wawancara penutup tadi, Hikmawatty juga mengingatkan berbagai siklus kenakalan remaja yang patut jadi perhatian berbagai pihak. Baik dari hulu dan hilirnya. Pemerintah sampai ke keluarga. Terlebih di era digital sekarang. Dimana segala sesuatunya mudah menjadi viral. 

“Begini mas, Biasanya kan kalau ada orang tua yang tahu anaknya putus sekolah pastinya akan concern soal tersebut. Tapi ini kan tidak, ada apa? Pantauan kami KPAI di 15 lapas ada sebuah kecenderungan seperti ini. 

Kasus pidana dipengaruhi oleh pergaulan dan kemiskinan, kasus penganiayaan dipengaruhi oleh pergaulan dan medsos, tindak pidana pembunuhan dipengaruhi oleh pergaulan dan medsos, tindak pidana asusila dipengaruhi oleh pergaulan, medsos dan pornografi, kepemilikan senjata tajam dipengaruhi oleh pergaulan dan medsos. Jadi seluruh stake holder yang ada harus ikut serta membenahi secara sistematis,” pungkasnya. (*)

Berita Lainnya
IKLAN  BRBES NEBENG IKLAN SALES MOTOR RADIO THOMSON TEGAL BJB IKLAN
PMI gratisa RADIO THOMSON TEGAL amanah umah thomson radio
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS