background img
bank bjb
Kawasan Hutan Bukit Cengal Porak Poranda Dirusak Tambang Inkonvensional

Tim KPH Sigambir dipimpin oleh Kasi Perlindungan CIci saat memberikan SP1 kepada Operator excavator Amdi dilokasi TI Ilegal di kawasan hutan Bukit Cengal.Senin (22/4/2019)

Kawasan Hutan Bukit Cengal Porak Poranda Dirusak Tambang Inkonvensional

Merawang,sinarpaginews.com -- Tim KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Sigambir berkekuatan 7 personil,kemarin, Senin (22/04) memenuhi janjinya pada media. Yakni melakukan kroscek lapangan pada kawasan Bukit Cengal Sambung Giri kecamatan Merawang,kabupaten Bangka,Provinsi Bangka Belitung.( Babel ) 

Sebelumnya diberitakan dalam salah satu media online, ada perambahan hutan yang kuat dugaan dilakukan serampangan alias ilegal, merangsek masuk mengobrak-abrik baik area kawasan Hutan Produksi ataupun sempadan sungai di seputaran Bukit Cengal.

Sementara itu, menurut Kepala KPH Sigambir, Novrizal saat dihubungi awak media melalui ponselnya. Ia membenarkan bahwa memang timnya menemukan aktivitas Tambang Inkonvensional(TI) seperti yang kemarin dimuat oleh salah satu media online. 

“Iya itu memang masuk kawasan Hutan Produksi (HP) Sambung Giri, kita tadi bersama Polhut juga menemukan ada beberapa aktivitas TI ilegal dan sudah kita laporkan juga pada Dinas Kehutanan Provinsi Babel,” kata Novrizal Senin sore (22/04).

Ia juga menegaskan bahwa menyoal informasi sebelumnya yang mengatakan bahwa ditemukannya tambang berskala besar di lokasi tadi, pihaknya sampai sejauh ini menemukan di lapangan aktivitas ilegal tadi justru banyak dilakukan oleh warga sekitar. 

“Nah itu yang kita lihat tadi memang seperti itu, atau memang ada koordinatnya hingga bisa kita lakukan kroscek ulang. Dan lagi kultur masyarakat disitu memang menambang. Kalau kawasan Hutan Produksi namanya HP Sambung Giri, tapi nama daerahnya itu Bukit Cengal,” tegasnya.

Selain itu, Kepala KPH juga mengkonfirmasi soal temuan anggota Polhut, Rafles yang sempat menyebutkan bahwa di kawasan tadi juga berbatasan dengan APL (Area Peruntukan Lain) sehingga informasinya, justru 4 unit alat berat (excavator) muncul dari kawasan tersebut. 

“Ya kalau dari informasi riil di lapangan seperti itu ya kenyataan begitu berarti,” ucapnya lagi.

Perlu diketahui, dalam wawancara dengan anggota polisi kehutanan, Rafles. Pihak Polhut turut mengiyakan bahwa aktivitas ilegal tadi sudah masuk dalam area terlarang HP, dan berpotensi menabrak beberapa aturan terkait wilayah konservasi.

“Yang kami temukan tadi memang luas lobangnya (camuy) sekitar 10 meter, bukan seperti TN (tambang skala besar) tapi masuk dalam kawasan sesuai GPS (global positioning system),” akunya Senin (22/04).

Wilayah tersebut dalam pantauan Tim KPH, lanjut Rafles, sudah termasuk mengalami kerusakan parah. Dan dalam pengamatannya mungkin disebabkan area tersebut dulunya merupakan wilayah tambang besar. Hingga daeah tadi sudah katagori porak poranda.

“Dalam kegiatan tadi ditemukan ada sekitar 20 unit TI liar milik masyarakat, dan satu excavator merk Hitachi. Selanjutnya kami juga memberikan tindakan persuasif berupa surat peringatan 1(satu)pada operator excavator bernama Amdi agar segera menghentikan aktivitas ilegal tersebut,” tandasnya

Diakui Rafles bahwa excavator merk hirachi itu milik pengusaha asal Sungailiat namun sayangnya Rafles enggan menyebutkan nama pengusaha tersebit

"Excavator itu milik pengusaha Sungailiat tetapi saya gak tau namanya"ujar Rafles...(Lukman Hakim )

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS