background img
bank bjb
Hutan Produksi Bukit Sambung Giri Dijarah Tambang Liar, Pemkab Bangka Terkesan Cuek

Satu unit exsavator Hitachi warna orange sedang melakukan aktivitas pemindahan galian tanah di tambang bawah bukit Sambung Giri.Rabu ( 24/4/2019 ) foto diambil sekitar pukul 17 00 WIB

Hutan Produksi Bukit Sambung Giri Dijarah Tambang Liar, Pemkab Bangka Terkesan Cuek

Pangkalpinang, sinarpaginews.com -- Agresivitas penambangan liar di tengah kawasan hutan produksi, kian beringas saja mencabik-cabik SDA (sumber daya alam) milik kabupaten Bangka. Yang seharusnya dikelola dengan baik dan sesuai norma hukum yang berlaku. 

Kawasan yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan liar tersebut, kini luluh lantak -kuat dugaan- akibat dijarah oleh gerombolan penambang liar, cukong timah, dan pengusaha rental PC. Mereka nyaman bekerja di tengah hutan untuk mengoyak daerah resapan air bagi masyarakat sekitar. Hanya demi syahwat rupiah tak seberapa.

“Kalau batasan kebun sawit ke arah sana memang APL pak, tapi ke arah Bukit Sambung Giri terus sampai ke Bukit Cengal sana memang penuh dengan para penambang liar, ada belasan front dan saya tahu karena saya lahir dan besar disini,” ungkap salah seorang warga setempat, (AM) pada awak media ketika berpapasan ditengah hutan sawit, Rabu sore (24/04).

Ia juga sempat menyebutkan beberapa nama tenar di dunia usaha penambangan, yang menurutnya lagi sampai sejauh ini belum ada gejala adanya penertiban dari aparatur daerah setempat. 

“Kalau dibawah itu yang sedang mencuci pasir timah itu milik Af (warga daerah Pohin), diatasnya lagi ada punya YG,” katanya.

Media kemudian langsung mengkonfirmasi kebenaran info tersebut. Apakah pemiliknya sesuai dengan yang dikatakan oleh narasumber, dan dalam percakapan dibawah ini pihak Af menyangkal bahwa lokasi penambangan pasir timah yang diduga liar tersebut adalah miliknya. 

“Halo pak, iya benar, soal TI itu bukan saya pak. Mereka hanya pinjam nama saja itu. Itu kepunyaan Karli Akok alias Aciang teman Kapolda katanya. Saya dengar itu (statusnya) pinjam pakai semacam orang usaha pecah batu dan sudah sampai ke menteri. Kalau saya mana berani pak, itu dalam pak sampai 100 meter lubang camuy-nya," jelas Af saat dikonfirmasi lewat ponselnya, Rabu malam (24/04). 

Tak hanya itu, menurut pengakuan Kades setempat, Sulaiman. Ia memberi informasi bahwa kedua bukit itu (Sambung giri dan Cengal) proses perizinannya baru tahap diajukan di Kementerian KLHK. "Iya benar itu masuk kawasan hutan (produksi --red)," ucap Sulaiman di ponselnya, Rabu sore (25/04).

Sebelumnya di minggu yang lalu, media ini mengirimkan link berita ke nomor orang satu di Pemkab Bangka. Bupati Mulkan, dan sampai artikel ini dimuat, belum direspon. Tak putus asa, media langsung mendatangi rumah dinas Bupati Bangka untuk setidaknya memberi informasi terkait temuan ini. Yang tentu berpotensi merusak lingkungan dan ekologi kawasan HP di kedua bukit tadi. 

“Pak mau kemana? Bapak sedang Dinas Luar ke Jakarta. Jadi tidak ada disini, kalau mau keluar pintunya yang sebelah sana,” kata seorang anggota Satpol PP yang bertugas menjaga rumdin Bupati Bangka, Selasa sore (23/04). (lh)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4