background img
bank bjb
Kajian Pertambangan PT Timah Dinilai Salah Kaprah,Dosen UBB Bongkar Banyak Kesalahan

Dua dosen UBB ketika diwawancarai dua wartawan

Kajian Pertambangan PT Timah Dinilai Salah Kaprah,Dosen UBB Bongkar Banyak Kesalahan

Balunijuk,Bangka,sinarpaginews.com -- Dosen sekaligus ahli ekosistem laut dari Universitas Bangka Belitung (UBB) membongkar kajian pertambangan yang menjadi pedoman PT Timah selama ini dinilai salah kaprah. 

Buku kajian PT Timah yang berjudul Adendum Andal 8 RKL-RPL yang diterbitkan di Pangkalpinang pada 18 Februari 2019 dinilai tidak sesuai dan hanya mementingkan pertambangan saja dengan tidak melihat kajian-kajian konservasi biodata laut. PT Timah juga dinilai terkesan membuat kajian asal jadi dengan tidak melihat potensi lainnya.

Demikian diungkapkan tiga dosen ahli Universitas Bangka Belitung (UBB) Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Kurniawan SPi MSi (ahli manajemen perikanan tangkap) M Rizza Muftiadi SSi MSi (ahli terumbung karang) dan ArthurnM. Farhabby SSi MSi (ahli bidang tanaman mangrove).

"Kajian yang menjadi pedoman PT Timah itu saya nilai ada salah kaprah. Kalau kita melihat kondisi perairan dilihat juga kesuburan perairan. Dimana dilihat dari banyak parameter, terutama wilayah rekrutmen ikan memijah dan dimana wilayah ikan untuk berkembang. Dua wilayah itu kami nilai wilayah wajib konservasi. Kemudian yang ketiga dimana biota-biota apendik 1 dan apendik 2 habitanya khas dan manusia tidak bisa merekayasa biota khas (alami) tersebut," ungkap Kurniawan mengawali pembicaraan di kantornya, Rabu siang (8/5/2019).

Adapun kesalahan kajian PT Timah, kata Kurniawan hanya melihat potensi pertambangan saja tanpa melihat potensi lainnya. " Selama ini salah kaprah, kajian hanya melihat kandungan timah saja dibandingkan kajian lingkungannya sangat sedikit sekali. Hanya terumbu karangnya saja dilihat, kesuburan perairannya tidak," katanya.

Berangkat dari itu, sambung Kurniawan, dia bersama teman-temannya ingin meluruskan kajian tersebut. " Walaupun yang menyusun dokumen-dokumen PT Timah ini juga dari akadimisi, cuma kita harus menyatakan sikap yang sebenarnya. Belum lagi berbicara soal ekonomi teori. Misalnya potensi timah tersebut 1 triliun, akan tetapi nilai kerugian terumbu karang disitu lebih besar. Intinya banyak kerugian yang dialami belum lagi biaya reklamasi lagi ekosistem laut. Pertanyaannya apakah pendapatan dari timah bisa membayar kerusakan ekosistem, " jelasnya lagi.

Terakhir, Kurniawan berharap kajian-kajian yang dibuat PT Timah perlu dipertajam lagi. "Disini kita tidak melihat institusinya. Namun metodenya perlu dipertajam. Kita tidak berbicara kepentingan pertambangan, hanya melihat kepentingan ekosistem laut yang bisa dirusak. Selain itu, banyak kajian-kajian yang dikeluarkan PT Timah kurang lebih sama seperti buku ini, " tandasnya.

Sama halnya disebukan M Rizza Muftiadi SSi MSi (ahli terumbung karang sangat menyayangkan sebuah perusahaan besar hanya menitikberatkan soal terumbu karang saja. " Soal kerusakan terumbu karang mereka hanya melakukan transplantasi saja, bukan dari segi menjaganya dengan baik. Akibat dari pertambangan banyak terumbu karang yang porak poranda, " katanya.

Dikatakan Rizza, setiap tambang laut hampir selalu merusak terumbu karang dan ekosistem lainnya. "Kita bisa lihat kalau kapal isap yang bergerak menyedot pasti hanya mengambil timahnya saja. Sedangkan pasir entah kemana terbawa arus. Pertanyaannya ? Pasir yang terbawa arus bisa melekat ke terumbu karang dan merusaknya. Memang terumbu karang bisa mengeluarkan cairan untuk menahan diri agar tidak mati tapi tidak bisa berkembang lagi, " tuturnya.

Rizza yang lulusan S2 ITB dan juga sebagai putra daerah mengaku khawatir dengan keadaan perairan di pulau Bangka Belitung.

"Khususnya di pulau Bangka dan di Sungailiat sudah banyak terumbu karang yang rusak. Mari kita jaga jangan sampai kedepannya lebih baik lagi. Keberlangsungan ekosistem laut sangat berguna bagi manusia dari plankton yang menghasilkan banyak oksigen yang dilepasnya, bukan hanya dari tumbuhan di darat saja, " kata lulusan S1 Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Senada disampaikan Arthurn M. Farhabby SSi MSi (ahli bidang tanaman mangrove) juga menyayangkan aSenada disampaikan Arthurn M. Farhabby SSi MSi (ahli bidang tanaman mangrove) juga menyayangkan adanya pertambangan yang berada persis di pinggir pantai dan juga mengancam kelangsungan pohon mangroves.

"Saya lihat di Bangka ini orang banyak menambang dekat sekali dengan bibir pantai. Aturannya kan 0-2 mil dari bibir pantai. Ya kalau nambangnya dekat pantai otomatis pohon mangrovenya juga terancam, " jelasnya.

Ditambahkan Arthurn, pohon mangrove itu sangat banyak kegunaan bagi kita manusia. " Pohon mangrove bisa tinggi sepanjang 20 meter dan bisa menahan kerusakan bila terjadi tsunami. Kemudian pohon mangrove sebagai tempat ikan bertelur dan berkembang biak sementara dari serangan predator. Daunnya bisa dibuat makanan dan akar batangnya sekarang lagi diteliti untuk pengobatan. Sebab batang mangrove yang kita lihat tahan dari serangan hama, " tutupnya

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS