background img
bank bjb
Aktifitas Tambang Ilegal Lingkungan Batako Membandel

Inilah aktivitas tambang ilegal lingkungan Batako ( foto diambil.Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 17 00 WIB

Aktifitas Tambang Ilegal Lingkungan Batako Membandel

Sungailiat,Bangka,sinarpaginews.com – Pasca didatangi pihak Kepolisian aktivitas tambang ilegal di kawasan pemukiman warga lingkungan Batako,kota Sungailiat,kabupaten Bangka tidak membuat jera atau takut,mereka (penambang - red) masih terus melakukan aktivitas penambangan.Sabtu (18/5/2019) 

Tidak hanya pihak Kepolisian bahkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemerintah Kabupaten Bangka pun telah mendatangi lokasi tambang tersebut dan memberi teguran secara lisan dan tulisan agar penambang menghentikan semua aktifitas penambangan yang dekat pemukiman serta fasilitas umum

Padahal pasca pemberitaan sejumlah media cetak dan online lokal aktivitas tambang itu sudah dilakukan tindakan persuasif oleh pihak Kepolisian setempat dan Sat Pol PP namun hingga kini pantauan wartawan kegiatan penambangan itu masih terus berlangsung

Tambang itu selain beraktivitas dalam pemukiman lingkungan warga setempat, aktivitas itu juga di kawatirkan akan mengancam rusaknya fasilitas umum yakni jembatan dan jalan lingkungan yang sudah diaspal

Pantauan wartawan, 5 unit tambang dalam lingkungan warga Batako masih terus berlangsung dan tindakan pihak Kepolisian setempat bersama Pol PP Pemkab Bangka seperti tidak berarti bagi pemilik tambang

“Wartawan dari mana? mana Id card nya? Saya kecewa dengan wartawan, bahwa kami bekerja disini (menambang – red ) ditulis oleh wartawan di koran” kata seseorang di kamp( pondok) kuat dugaan pemilik tambang yang disebut-sebut Kardus.Kamis(16/5/2019) sekitar pukul 16 30 WIB

Menurut dia, pihaknya siang tadi didatangi oleh pihak Polres Bangka dan Polsek setempat dan setelah ditunjukan bahwa pihak penambang mendapat persetujuan dari perangkat lingkungan setempat hingga pihak Polisi mengerti

“Tadi siang kita didatangi Polres dan Polsek dan kami tunjukan bahwa kami menambang disini (lingkungan warga Batako – red ) sudah mendapat restu berikut tanda tangan dari sejumlah dari aparat lingkungan dan warga setempat” katanya sambil menunjukan sederetan tanda tangan dalam secarik kertas yang sudah di laminating dan ditempel di tiang kamp

Seperti yang dirilis harian Rakyat Pos Tarno (40) warga Lingkungan Batako mengaku bahwa masyarakat sekitar sudah sangat resah dengan aktifitas TI milik Kardus tersebut.

Menurutnya, kegiatan tambang ilegal itu sudah 6 bulan berlangsung. Bahkan pada dua bulan pertama bekerja siang dan malam, selama 24 jam full.

Hingga sempat terhenti lantaran pemilik TI tersandung kasus hukum. Tapi sekarang beraktifitas kembali dengan puluhan pekerja asal Sumatera Selatan.

“Saya sudah beberapa kali didatangin Kardus. Pertama mau kasih jajan anak saya. Saya tolak. Terus datang lagi nyamperin istri saya. Mau kasih duit saya tolak. Saya gak mau apa apa. Bukannya karena banyak duit. Silahkan bang Kardus bekerja tapi jangan dekat dekat dengan rumah kami. Kami takut longsor. Tidur pun gak nyenyak. Rumah sudah retak kalo digoyang terus tambah retak ini. Kami mohonlah pengertiannya. Jangan bekerja deket deket rumah kami. Kami tidak tenang,” lirih Tarno kepada sejumlah wartawan Selasa (14/5/2019) kemarin.

Sementara Sudarno, Ketua RT 07 Lingkungan Batako kepada wartawan mengatakan sejauh ini warga memang belum mengeluhkan keberadaan TI milik Kardus. Namun setelah bekerja dekat pemukiman warga ia pun mulai mendengar keluhan warganya yang khawatir akan terjadi longsor apabila TI – TI tersebut terus dibiarkan.

“Kalau awalnya memang ada minta tandatangan warga tapi itu mintanya waktu kerja pertama dan jauh dari pemukiman warga. Sempet berhenti karena saat itu Kardus tersangkut hukum. Terus sekarang kerja lagi,” jelas Sudarno.

Ia mengatakan Kardus bekerja diatas lahannya sendiri. Lahan yang dibeli Kardus dari beberapa warga.

“Itu lahan Kardus sendiri. Dia beli dari warga yang dekat dengan kolong tersebut. Gak tau berapa nilainya. Tapi yang namanya tanah kolong ya gak mahal la. Itu cuma warga yang mau dibeli saja. Luasnya ya sekitar 700 m2 lah,” jelasnya.

Selama ini pun ada kebijakan baku yang diberikan Kardus untuk warga sekitar dan Lingkungan. Namun biasanya Kardus memberikan sedekah seikhlasnya untuk warga yang dekat dengan lokasi tambangnya.

Sementara Sapuan, Pengurus Masjid Nurul Iman Air Merapin mengatakan sejauh ini sumbangsih Kardus untuk rumah ibadah di Lingkungan tersebut pun cukup rutib namun tidak ada keharusan.

“Iya dia sering sedekah ke Mesjid. Kadang nilainya Rp.5 juta hingga Rp.10 juta tapi itu tidak rutin setiap bulan. Kadang 2 bulan 1x, kadang 3 bulan 1x,” jelasnya.

Kepala Bidang Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman Selasa siang kemarin langsung menerjunkan tim ke lokasi TI milik Kardus.

Tim yang dikomandai Danton Heri siang itu langsung mendatangi lokasi. Siang itu, Anggota Satpol PP Kabupaten Bangka meminta para penambang untuk menghentikan aktifitasnya khususnya TI yang bekerja dekat rumah warga.

Pantauan di lapangan anak buah Kardus menyepakati penghentian TI yang dekat rumah warga. Namun sayangnya hingga Selasa sore kemarin TI – TI tersebut tak juga dihentikan oleh penambang.

Achmad Suherman kepada wartawan mengatakan secara aturan Perda, tambang-tambang inkonvensional ini harus berjarak 100 meter dari pemukiman warga dan fasilitas umum. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih menegur secara lisan agar para penambang. Namun apabila masih membandel maka pihaknya akan melayangkan teguran tertulis hingga sanksi yang lebih tegas lainnya.

“Kami meminta mereka (penambang – red) secara lisan agar memindahkan tambang tersebut karena dekat pemukiman warga. Dan warga tersebut komplain karena terlalu dekat. Kami berharap pada masyarakat penambang untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Walaupun tanah milik pribadi jangan dekat dengan pemukiman dan fasilitas umum,” ujar Ahmad Suherman ...( Ardam )

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS