background img
bank bjb
Lakukan Kekerasan Seksual Pada Anak Disabilitas, ASN Dinsos Jadi Tersangka

Lakukan Kekerasan Seksual Pada Anak Disabilitas, ASN Dinsos Jadi Tersangka

CIMAHI, - Jajaran Reserse Kriminal Polres Cimahi menetapkan SR (50), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap SA (15), penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Niko N. Adiputra mengungkapkan saat ini SR sudah diamankan di Polres Cimahi.

“SR sudah ditahan sejak 4 hari lalu,” kata Niko di Mapolres Cimahi Jalan Amir Mahmud, Rabu, (3/7/2019).

Menurutnya, penetapan tersangka itu berdasarkan alat bukti, termasuk hasil visum dan keterangan sejumlah saksi.

“Dari alat bukti yang kita amankan, termasuk visum semuanya mengarah pada tersangka, sehingga yang bersangkutan harus menjalani pemeriksaan sampai nanti proses persidangan,” terangnya

Terkait adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan oleh pelaku, Niko menegaskan jika hal tersebut tidak akan mengubah proses penyidikan. Sebab, permasalahan ini merupakan pidana murni.

“Proses lain hanya bisa dijadikan bahan pertimbangan kepada hakim, tidak menggugurkan proses hukum,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SA (15), seorang penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara diduga menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh SR (50).

Orang tua asuh SA, YR mengungkapkan, dugaan kekerasan seksual terhadap SA terjadi pada pertengahan bulan puasa lalu saat korban tengah mengikuti pelatihan keterampilan bagi disabilitas di wisma Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi.

“Sebelum lebaran, SA pulang ke rumah ibunya, lalu ibunya mengontak saya, mengajak bertemu. Bicara ada masalah kekerasan seksual yang dialami anaknya,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Menurut YR, ibu korban menceritakan jika oknum ASN tersebut pernah datang ke rumahnya di Ngamprah Kabupaten Bandung Barat untuk mengajak anaknya membeli jam tangan. Ibu korban lalu mengizinkan anaknya pergi bersama SR.

Setelah SA pulang, sang ibu langsung mencari tahu sosok SR yang mengajak anaknya keluar. Tapi SA mengaku kepada ibunya jika SR adalah orang yang baik.

“Lalu ibunya ngambil handphone SA, dari situ mulai ditemukan keganjilan karena terdapat pesan singkat (SMS) berisi ajakan korban ke Sumedang, tapi SA enggak mau,” bebernya.

Melihat kondisi anaknya, YR melanjutkan, ibu korban segera melaporkan dugaan kasus tersebut ke Polres Cimahi sebagai pengantar untuk dilakukan visum. SA pun sudah diperiksa dan menceritakan kejadian tragis tersebut kepada polisi.

“Korban di visum di RSUD Cibabat diantarkan anggota polisi. Hasil visum dokter menyebutkan kalau SA mengalami luka robek di bagian sensitifnya,” tuturnya.

Polisi menjerat SR pasal 82 undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(spn/bd).

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4