background img
bank bjb
Ustaz Itrat, Hanya Karena Seekor Lalat Orang Bisa Masuk Surga Atau Neraka

Warga GBI RW 07 di Masjid Al Amanah Takbiran dan Shalat Gerhana Bulan (Foto: Asep Ruslan)

Warga GBI Takbiran dan Shalat Gerhana Bulan

Ustaz Itrat, Hanya Karena Seekor Lalat Orang Bisa Masuk Surga Atau Neraka

BANDUNG - Pada hari Rabu dini hari (17/07/2019) telah terjadi gerhana bulan. Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya penampakan bulan oleh bayangan Bumi sehingga cahaya Matahari tidak sampai ke Bulan. Peristiwa ini bisa terjadi hanya jika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus. Berdasarkan laman BMKG, gerhana bulan terjadi sebagian dimulai pada pukul 03.01 WIB, puncaknya pukul 04.30 WIB, dan berakhir pada pukul 05.59 WIB.

Warga Perumahan Griya Bandung Indah (GBI), Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melaksanakan takbiran dan shalat khusuf atau shalat gerhana di masjidnya masing-masing saat gerhana bulan terjadi Rabu (17/07/2019) dini hari.

Setiap masjid di GBI sejak pukul 03.00 WIB, terdengar kumandang takbir bersahutan. Suasananya mirip takbir malam hari raya Idul Fitir atau Idul Adha.

Pukul 03.30 WIB jemaah masjid melaksanakan shalat khusuf secara berjamaah. Seperti yang dilakukan warga RW. 07 yang menggelar takbir dan sahlat khusuf berjamaah di masjid Al Amanah. Diikuti oleh jamaah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak, bahkan ada seorang ibu warga RT 08, Hj. Hidayati yang membawa putrinya Nabila (4 tahun).

“Ketika saya dan suami bersiap pergi ke masjid, Nabila bangun dari tidurnya dan pingin juga ikut ke masjid. Kebetulan sebelumnya Nabila nonton Film "Iqro My Universe" film yang penuh edukatif karya anak bangsa, yang memadukan dakwah dan ilmu pengetahuan. Sehingga cerita Astronot dengan luar angkasanya dan peristiwa akan terjadi gerhana bulan jadi menarik perhatiannya dan selalu bertanya apa itu gerhana bulan bunda? Kenapa Allah buat gerhana bulan? Dan banyak pertanyaan lainnya?,” kata Hidayati kepada Sinarpaginews sambil gendong Nabila.

Dipimpin imam masjid Ustaz Itrat, jemaah diberi pengarahan terlebih dulu tentang tata cara shalat khusuf. Mengingat shalat ini jarang dilaksanakan, hanya dilakukan pada saat terjadi gerhana saja.

“Shalat khusuf terdiri dari 2 rakaat. Berbeda dengan shalat sunah lain, dalam setiap satu rakaat shalat khusuf dilaksanakan dua kali membaca al fatihah dan membaca surat pendek. Yang kedua kalinya itu dilaksanakan setelah melaksanakan rukuk. Setelah selesai shalat kemudian dilaksanakan khutbah tentang gerhana bulan,” ujar ustaz Itrat.

Ustaz Itrat mengatakan, gerhana bulan merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah. Sehingga bagi umat Islam setiap ada gerhana harus memperbanyak ibadah.

"Ini sebagai pengingat bagi kita semua, supaya terus mengingat sang pencipta. Dan senantiasa meningkatkan ibadah kita. Dengan beribadah semoga dijauhkan dari segala musibah dan bencana," tandasnya.

Dalam ceramahnya, Ustaz Itrat mengulas sebuah Hadist yang bercerita orang bisa masuk neraka hanya karena memberikan persembahan seekor lalat yang tidak berharga, sebaliknya yang lainnya selamat masuk surga karena tidak mau memberikan sesembahan tersebut.

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula. Para sahabat bertanya: Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah? Rasul menjawab : Tidak ada seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi. “Persembahkanlah sesuatu untuknya?” Ia menjawab : “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi : “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat?” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu?” Ia menjawab : “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad). Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang terkadang terjatuh dalam kesyirikan dan ia tidak menyadarinya. Jenis-jenis kesyirikan cukup banyak, semoga tidak ada di antara kita yang terjerumus di dalamnya sedikitpun,” ujar ustaz Itrad.

“Hendaknya kita sebagai muslim belajar agama kita yang menunjukkan bahwa kita peduli dengan agama Islam. Sangat penting kita pelajari, mana tauhid dan mana syirik. Bahaya syirik sangat besar yaitu pelaku kesyirikan diancam masuk neraka dan diharamkan masuk surga,” pungkasnya.

 

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS