background img
bank bjb
Diduga Pukuli Penyewa Plaza Taman Sari, Dedy Yulianto Dipolisikan

Ria, istri Aen

Diduga Pukuli Penyewa Plaza Taman Sari, Dedy Yulianto Dipolisikan

Sungailiat,Bangka,sinarpaginews.com -- Dedy Yulianto merupakan salah satu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung dan juga menurut infomasi penyewa Plaza Taman Sari sebagai Komisaris PT. Garba Kontraktor Management selaku pengelola Plaza Taman Sari Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung itu, harus berurusan dengan pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bangka. Pasalnya Dedy Yulianto dilaporkan salah satu penyewa Plaza Taman sari diduga telah melakukan pemukulan.

Dalam keterangan kepada awak media Ria (32) selaku istri Aen Loveory (42) selaku pelapor mengatakan kejadian tersebut dugaan sementara dipicu oleh pembukaan gembok plaza, Jumat (26/7) malam yang sempat disegel pihak pengelola dikarena penyewa tidak bayar setoran Rp. 1.000.000 sesuai surat pengumuman.

"Dugaan saya kejadian tersebut dipicu saat kami membuka gembok plaza yang kami sewa pada saat malam kemaren ( Jumat - red), namun kami buka gembok itu pakai kunci yang diberikan pihak pengelola karena sudah ada mediasi antara pedagang dan pengelola dihadiri pihak Kepolisian beserta beberapa wartawan pada saat itu." Ungkap Ria, Sabtu (27/7) malam bertempat di Mapolres Bangka.

Lanjut Ria saat itu dirinya mendapat telepon dari keponakannya bahwa ada orang yang menanyakan siapa buka gembok plaza.

"saat itu saya dan suami lagi dirumah, tak lama sekitar pukul 16 : 00 WIB ada telepon dari keponakan saya yang sedang berada diplaza itu bahwa ada orang yang menanyakan siapa buka gembok? kami pun langsung pergi ke taman sari ternyata yang datang pak Dedy Yulianto. Begitu kami sampai suami saya salaman dengan beliau sempat ada perbincangan sebentar antar suami saya dan pak Dedy Yulianto. suami saya bilang bapak orang hebat, beliau katakan bukan soal hebatnya, ini bicara bisnis 20 orang bayar satu juta itu, kalau kamu tidak sanggup silahkan keluar." tuturnya

Ditambahkan Ria usai perbincangan itu Dedy Yulianto menyuruh Jerri selaku Direktur PT. Garba Kontraktor Management untuk memasang kembali gembok yang sudah terbuka itu.

"habis berbincang dengan suami saya pak Dedy Yulianto memerintah Jerri direktur PT. Garba Kontraktor Management untuk memasang kembali gembok itu, nah kata suami saya silahkan gembok pak, tapi bapak jangan pergi dulu saksi dulu proses pemasangan gemboknya disaat itu lah suami saya dan pak Dedy Yulianto terjadi dorong mendorong yang mengarah kepada dugaan pemukulan. bersamaan itu juga pak Dedy Yulianto mau merampas Hand Phone (HP) saya yang berisi rekaman vidio kejadian tersebut." tukasnya

Masih kata Ria mereka ngotot tidak mau bayar penambahan sewa plaza itu karena merujuk kepada surat perjanjian yang sudah ditanda tangani diatas materai antara penyewa dan pengelola yang tercantum bahwa pihak penyewa harus membayar Rp 750.000/ bulan bukan berdasarkan surat pengumuman yang dikeluarkan pihak pengelola dimana penyewa harus membayar Rp 1.000.000/ bulan. kami bukan tidak mau bayar Rp. 1.000.000/ bulan itu, jika ada kenaikan habiskan dulu masa kontrak nah kalau kami tidak sanggup kami akan keluar, kenapa kami tidak mau menurut perintah pak Dedy Yulianto karena beliau tidak konsisten dengan omongan pertama bilang A nanti bilang B.

Terpisah Dedy Yulianto saat dikonfirmasi awak media mengenai laporan dugaan pemukulan oleh penyewa plaza ke Mapolres Bangka ia mengatakan kedatangannya ke lokasi Plaza Taman Sari itu dalam kapasitas sebagai wakil rakyat dan sebagai pembina asosiasi pedagang kecil dalam rangka penyelesaian masalah atas pengerusakkan plaza oleh oknum pedagang.

"saya datang ke TKP untuk membantu penyelesaian sebagai wakil rakyat dan sebagai pembina asosiasi pedagang kecil,untuk membantu menyelesaikan masalah atas pengerusakan kios oleh oknum penyewa untuk memediasi ,tapi sambutan suami dan istri langsung merekam saya dan berbicara tidak pantas mengatas namakan dewan." Kata Dedy Yulianto. 

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Bangka Belitung itu mengakui bahwa dirinya tidak pernah memukul penyewa tersebut, menurutnya penyewa plaza lah memukul dirinya.  

"tidak benar saya memukul penyewa kios itu ,padahal suami nya mau memukul saya dan istrinya merekam ,dari awal turun dari motor langsung merekam maksudnya apa? dan membagikan video itu ,karena saya tidak merasa memukul ,pada hal suaminya yg mendorong dorong,biar jelas barang ini ,biar pengadilan yg membuktikan." jelasnya.

Pantauan awak media laporan dugaan pemukulan oleh Dedy Yulianto terhadap salah satu penyewa Plaza Taman Sari itu masih ditangani pihak Polres Bangka.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS