background img
bank bjb
DKM Al Amanah Gelar Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Qurban

H. Wawa Wahyudin, Ust. Rosyad, Asep Supriatna (mantan Kades Buahbatu) dan Panitia Qurban masjid Al Amanah 2019 (Foto: Asep Ruslan)

Ustadz Rosyad: Ikhlas Kunci Segala Amal Ibadah

DKM Al Amanah Gelar Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Qurban

BOJONGSOANG - Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 2019, DKM Al Amanah Perumahan Griya Bandung Indah (GBI) RW. 07 Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menggelar Shalat Idul Adha 1440 Hijriah dan penyembelihan hewan Qurban di halaman masjid Al Amanah, Bandung, Minggu pagi (11/8/2019).

Suasana sebelum dilaksanakan shalat Idul Adha di halaman masjid Al Amanah (Foto: Asep Ruslan)

Bertindak sebagai Imam dan Khatib Salat Idul Adha tahun ini Ustadz Rosyad, dimana dalam khutbahnya mengatakan, dalam melaksanakan ibadah qurban banyak hal yang perlu diperhatikan, baik disegi tata cara berqurban sampai dengan hewan yang akan dijadikan qurban. Karena apabila salah dalam melaksanakan qurban, bukan nilai ibadah yang kita dapatkan, namun kita hanya berkorban.

Kemudian Ustadz Rosyad mengutip Quran Surat Al Hajj ayat 37, bahwa ukuran Qurban yang diterima Allah bukan daging atau darahnya melainkan kadar keihlasan di dalam hati.

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik," ujar Ustad Rosyad, masjid Al Amanah, Minggu pagi (11/8/2019).

“Ikhlas menjadi roh segala ibadah. Tanpa kekuatan keikhlasan semua ibadah seperti robot, mati, dan kelak di akherat tidak membuahkan kemanfaatan. Akan tetapi sejauh itu masalah daging atau hewan Qurban, cara penyembelihan, tidak boleh diremehkan. Artinya aturan hukum (syari’at) wajib ditaati, karena dengan indikator fisik yang bagus, misal hewan qurban gemuk dan terpilih, akan menjadi mercusuar keihlasan terpancar dari hati orang yang berqurban,” tandasnya.

Jamaah dengan khusyu dan tenamg mendengarkan tausyiah Idul Adha Ustadz Rosyad di halaman masjid Al Amanah (Foto: Asep Ruslan)

“Ikhlas artinya kita berbuat dan melakukan apa pun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah, bukan untuk apa pun dan bukan untuk siapa pun. Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah dan bentuk-bentuk amal kebajikan. Meski besar nilainya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah bila tidak dibarengi dengan keikhlasan. Namun, sekecil apa pun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat ikhlas, ia sangat besar nilainya di hadapan Allah,” terang Ustadz Rosyad.

Suasana penyembelihan hewan Qurban di halaman masjid Al Amanah (Foto: Asep Ruslan)

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan Qurban.

Pada kesempatan Idul Adha tahun ini jumlah hewan qurban yang terkumpul di masjid Al Amanah sebanyak 3 ekor sapi dan 12 ekor domba, yang selanjutnya daging hasil penyembelihan dialokasikan untuk warga sekitar dan masyarakat yang berhak menerimanya.

Hal ini disampaikan oleh ketua DKM Al Amanah H. Wawa Wahyudin, SE.Ak ketika dikonfirmasi Sinarpaginews.com.

“Dalam rangka Ibadah udhiyyah tahun ini semangat ghirah dari para jamaah masjid Al Amanah untuk melaksanakan Qurban alhamdulillah semakin baik, indikatornya dilihat dari yang menitipkan hewan qurban. Dimana untuk yang qurban sapi ada 21 orang dan domba 12 orang. Karena masjid Al Amanah ini bagian terkecil dari wilayah RW.07 dimana masjid besarnya adalah masjid Jami Al Muhajirin yang mana yang berqurbannya pasti lebih banyak,” ujar H. Wawa, masjid Al Amanah, Minggu pagi (11/8/2019).

Panitia Qurban sedang melakukan pengulitan Domba Qurban yang sudah disembelih (Foto: Asep Ruslan)

Selanjutnya H. Wawa berpesan, semangat berkurban yang merupakan totalitas ibadah, juga menjadi momen berbagi kebahagiaan dan mempertebal rasa kepedulian sosial terhadap warga sekitar dan masyarakat yang berhak menerimanya.

“Hari raya Idul Qurban ini sebuah peringatan tentang kemauan kita untuk memberikan kepada saudara kita yang kurang mampu, serta kemauan kita untuk bisa mendidik dan membangun keluarga yang memiliki ketakwaan dan keimanan seperti keluarga Nabi Ibrahim As,” pesannya.

Proses pembungkusan daging Qurban oleh Ibu-ibu majelis taklim masjid Al Amanah bersama mantan ibu Kades Buahbatu (Foto: Asep Ruslan)

“Idul Qurban, juga merupakan momen ibadah fisik bernapak tilas terhadap Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Bukan bagaimana Allah memaksa Nabi Ibrahim As menyembelih putranya (Nabi Ismail As) melalui mimpi-mimpinya. Bukan itu yang dimaksud Allah, akan tetapi hanya sebagai media regulasi keihlasan antara Kenabian, keluarga, atau sesuatu yang paling dicintai di dunia mengalahkan cintanya kepada Allah atau tidak. Sejauh mana istilah “karena Allah...,” betul-betul karena Allah tanpa dicampuri dengan indikasi-indikasi duniawi. Ukuran ketabahan nabi Ibrahim As di-test melalui assesment “anak” (buah hati), apakah anak tersebut membuahkan hati yang berwujud berhala di hati Ibrahim As atau tidak. Dan rupanya tidak. Ia tetap lebih mencintai Allah daripada buah hatinya sendiri, dengan bukti hendak menyembelih Nabi Ismail,” tambah ketua DKM Al Amanah.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4