background img
bank bjb
Sungguh Biadab, Oknum Guru MDTA di Kota Sukabumi Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur

ilustrasi

Sungguh Biadab, Oknum Guru MDTA di Kota Sukabumi Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur

SUKABUMI, --Madrasah Diniyah (MD) sekolah berbasis keagamaan non-formal, yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam pada umumnya diselenggrakan diwaktu sore yakni sekira pukul 14.00 WIB sampai selesai, hampir disetiap wilayah di selenggarakan baik itu oleh lembaga Pendidikan Masyarakat, Pondok Pesantren serta lambaga-lembaga lainnya.

Pendidikan keagamaan dipandang penting untuk di ikuti oleh anak-anak, sebab pendidikan agama, itu merupakan penunjang pendidikan yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak di era kemajuan dewasa ini, mengingat begitu pentingnya, pendidikan keagamaan tentu harus betul-betul diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang di tunjang dengan tenaga pendidik yang kompeten khususnya dalam bidang ilmu agama islam, yang dapat memberikan pendidikan dasar-dasar keagamaan dengan baik kepada seluruh peserta didiknya sesuai dengan harapan masyarakat.

Namun lain halnya dengan kejadian yang terjadi di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) di Kota Sukabumi, seorang oknum guru yang diharapkan dapat membimbing pendidikan ilmu keagamaan yang Islami kepada anak-anak didiknya, namun yang terjadi malah tidak sesuai dengan harapan, yang mana si sekolah keagamaan yang berbasis islami tersebut, seorang oknum Guru berisisial O 50 Tahun, diduga telah berbuat tidak senonoh kepada seorang anak perempuan usia 12 tahun yang duduk dibangku kelas 6 MDTA.

Terjadinya peristiwa perbuatan tidak terpuji/pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Guru terhadap (Mawar -Red) 12 tahun siswi kelas 6 di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), diakui oleh Encep pengurus sekaligus Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Menurut Encep dalam penjelasannya kepada awak media dikediamannya, pada hari Sabtu 14 September 2019 pukul 11.00 Wib, "menurut keterangan dari Mawar/Korban, kejadian Pelecehan itu terjadi pada hari Sabtu sore tanggal 31 Agustus 2019 di ruangan kelas lantai 2, saat itu mawar sempat dipeluk dan mendapatkan perlakuan tidak wajar, badannya diraba-raba serta dicium oleh pelaku, sampai-sampai bunga menangis dan melawan serta meronta-ronta minta tolong dan akhirnya berhasil melarikan diri dari cengkraman Pelaku, Jelas Cecep saat menirukan penjelasan dari Mawar.

Kata Cecep lagi, "mengetahui adanya kejadian tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Guru disekolah yang dirinya pimpin, setelah mendapatkan laporan dari Wali kelas serta informasi dari pihak sekolah dasar tempat Mawar bersekolah.

Guna untuk memperjelas laporan yang diterimanya, pada Senin 2 September 2019 tepatnya dua hari setelah kejadian berlangsung, Cecep beserta beberapa Guru SD tempat mawar Sekolah, meminta mawar untuk menceritakan dan memperagakan kejadian yang dialaminya tersebut, mawar pun dihadapan dirinya dan beberapa guru menceritakan sekaligus memperagakannya, tutur Cecep.

Atas Kejadian itu, Cecep selaku Pimpinan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah, dengan tegas telah mengeluarkan Oknum guru yang di duga telah mencemari nama sekolah yang dirinya pimpin tersebut, dan saat ini kasusnya sudah diserahkan kepada pihak kepolisian, tandasnya. (Yans/Iwan)


Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4