background img
bank bjb
Penipuan Berkedok Arisan Online, Akhirnya Pelaku Ketangkap

Tersangka Penipuan Online. Foto: Angelius Larosa.

Penipuan Berkedok Arisan Online, Akhirnya Pelaku Ketangkap

GUNUNGSITOLI - Wanita ini inisial NIT (29) Jl. Kelapa Kelurahan Ilir Gunungsitoli diringkus Polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Rabu (22/01/2020).
 
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Nias AKBP. Deni Kurniawan, S.IK MH, menyebutkan, Tersangka inisial NIT ditangkap berdasarkan laporan an. PETRUS HAMONANGAN PANJAITAN alias PETRUS Jln. Diponegoro No. 72 Kel. Ilir Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara.
 
Awalnya pada Tahun 2019 tersangka NIT (membentuk arisan online dengan nama "Arisan Tolong Menolong" arisan tersebut tersangka menjadi adminnya atau ketua.
 
Dalam menjalankan arisan online tersebut, tersangka menggunakan Media sosial Facebook sehingga membuat Grup "ARISAN TOLONG MENOLONG" melalui group fb itu tersangka dan anggota berkomunikasi dalam menjalankan arisan online yang dibentuk oleh tersangka.
 
"Arisan online yang dibentuk oleh tersangka memiliki beberapa system permainan yakni : Sistem Duet, Sistem Trio, dan Sistem Reguler, dan bagi yang ikut di arisan online tersebut disebut sebagai peminjam dan penginves".
 
Sebelum menjalankan arisan online tersebut, tersangka membuat pemberitahuan tentang akan dibubarkanya kloter baru (menggunakan kode NSL) dan membuatkan berapa jumlah get arisannya, jatuh tempo pembayaran arisannya dan biaya adminnya
Pada tanggal 07 Juni 2019. katanya.
 
Kemudian resangka menghubungi korban melalui chat messager pribadi dan tersangka menawarkan kepada korban untuk ikut di dalam arisan duet dengan get senilai Rp. 11.000.000,- (Sebelas Juta Rupiah). Namun korban menolak pada saat itu, tapi beberapa saat kemudian, korban menanyakan siapa-siapa saja yang menjadi calon peminjam atas kloter yang ditawarkan kepadanya sehingga tersangka menyebutkan beberapa Nama peminjam diantaranya dikenali oleh korban karena pernah bermain arisan online dengan istri korban sebelumnya di arisan online lainnya.
 
Selanjutnya korban menanyakan siapa peminjam yang lain selain yang disebutkan sebelumnya oleh tersangka dan tersangka menawarkan peminjaman kepada an. FLOWER NATALI dan menyakinkan korban bahwa peminjam ini dikategorikan sebagai peminjam aman dan tidak pernah macet selama mengikuti arisan.
 
Atas perkataan dari tersangka tersebut, korban pun yakin dan selanjutnya menyetujui untuk ikut di dalam arisan tersebut sebanyak 4 set.
 
Lalu tersangka membuat group messenger dengan nama group (10/7) NSL 429 “ Get 11 jt ” dengan peminjam an. FLOWER NATALY sedangkan penginves adalah korban dan istrinya dan di kloter NSL 429 telah ditentukan biaya admin sebesar Rp. 175.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan jatuh tempo per 30 hari.
 
Pada hari itu juga, korban menstransfer uang arisan sebesar Rp. 100.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) kepada tersangka dalam 5 kali pengiriman.
 
Uang tersebut bukan hanya uang arisan pada kloter NSL 429, melainkan untuk pengisian arisan untuk kloter yang lain yang juga diikuti oleh korban kepada tersangka.
 
Khusus untuk kloter NSL 429, korban membayar sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) dengan 4x set kali Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) dan berikut dengan biaya admintrasi sebesar Rp. 7.00.000,-  dengan 4x set Rp. 175.000,-).
 
Selanjutnya pada tanggal 11 Juni 2019 tersangka mentransfer uang arisan dimaksud kepada peminjam an. KRISTIN NATALIA HALAWA (selaku pemilik akun facebook FLOWER NATALI) dengan total sebesar Rp. 19.300.000,- (Sembilan Belas Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) dikurangi karena telah diperpotong dengan biaya admin sebesar Rp. 700.000,- (Rp. 175.000,- x 4 set).
 
Pada tanggal 07 Juli 2019, jatuh tempo penerima (korban) uang arisan dari kloter NSL 429 tersebut. Tersangka tidak ada menyerahkan uang arisan dimaksud kepada korban dengan alasan pihak peminjam belum membayarkan iuran arisannya.
 
Atas penipuan dan kerugian korban sebesar Rp. 20.700.000; (Dua Puluh Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) sehingga melaporkan di Mapolres Nias hingga Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka. Kini NIT tengah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di RTP (Rumah Tahanan Polisi) dan dikenakan Pasal 378 dari KUHPidana dengan ancaman 4 Tahun Penjara. tegas Kapolres Nias.
Berita Lainnya
HSN KOTA TEGAL iklan umroh radio  thomson PDAM Kota Bdg
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor