background img
bank bjb
Mediasi Polemik Plang Pembinaan Mualaf, Aktivis GP ANSOR Apresiasi Muspika Gido

Saat Musyawarah Klarifikasi Berlangsung. Foto: sinarpaginews.com

Mediasi Polemik Plang Pembinaan Mualaf, Aktivis GP ANSOR Apresiasi Muspika Gido

NIAS INDUK - Aktivis Kader Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR), Menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Gido serta Kepolisian Sektor Gido atas gerak cepat berupa pembahasan soal polemik plang papan merek pembinaan mualaf yang sempat viral akibat di posting oleh akun - akun palsu di jejaring sosial facebook beberapa waktu lalu.
 
Tidak hanya itu, GP ANSOR juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Lolozasai dan segenap Tokoh Masyarakat setempat.
 
"Saya sampaikan apresiasi kepada bapak Camat Gido Jellysman B. Geya, SSTP, M.Si, dan kepada bapak Kapolsek Gido, Iptu Khamzar Gea, serta Kades Lolozasai bersama seluruh Unsur Muspika Gido. Sehingga persoalan ini dapat diketahui kebenarannya dan di kondusifkan bersama melalui sarana musyawarah. Wujud Nasionalisme dan Pluralisme di Kabupaten Nias inilah yang patut dibanggakan serta terus dilestarikan bersama", Ucap Demisioner Wakil Ketua GP ANSOR Kepulauan Nias, Rahmatsyah Telaumbanua, Ketika dimintai pendapatnya oleh wartawan. Jumat (14/2/2020).
 
Dalam pertemuan musyawarah yang terlaksana, Kamis (13/2/2020) kemarin, Pemerintah Kecamatan Gido Menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di wilayah Gido sangat terjalin erat serta terbina dengan baik antara suku dan umat beragama.
 
Tidak pernah ada benturan atau kericuhan apapun yang berkaitan soal kegiatan keagamaan. Semua saling mendukung dan saling menghargai.
 
“Kita tegaskan bahwa tidak pernah ada benturan atau konflik antar suku atau umat beragama di wilayah Kecamatan Gido selama ini. Diwilayah ini, Kerukunan umat beragama selama ini terbina dengan baik, hal ini tampak dengan saling memberikan dukungan antar kegiatan agama untuk dapat melaksanakan ibadah dengan baik. Semua kegiatan keagamaan apapun  juga berjalan lancar", Tegas Camat.
 
Dalam pertemuan musyawarah pembahasan kesimpang siuran informasi soal papan merek bertulisan Mualaf Center Nias, Al-Hidayah, yang terlaksana di Balai Desa Lolozasai, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias (induk). Kamis (13/2/2020) kemarin.
 
Tidak hanya itu, Camat Gido Jellysman B. Geya, SSTP, M.Si, juga meminta kepada para pemberi informasi atau akun pembuat postingan facebook tentang papan merek di Desa Lolozasai dan para akun facebook yang memberikan komentar negatif pada postingan tersebut, Kami minta untuk tidak berkomentar sembarangan dan berharap agar lebih dulu mengkroscek informasinya.
 
Ia menghimbau agar setiap kegiatan keagamaan apapun yang bukan bersifat rutinitas supaya menginformasikan lebih dahulu ke Pemerintah Kecamatan atau Pemerintahan Desa setempat.
 
"Mari lebih bijak menanggapi suatu isu yang beredar di jejaring sosial facebook. Jangan sebar provokasi dan kebencian”, Pungkasnya.
 
Sedangkan Kepala Desa Lolozasai, Odiaman Laoli, juga menegaskan bahwa jalinan kerukunan beragama selama ini di wilayahnya selalu baik dan kondusif.
 
“Warga Lolozasai memiliki toleransi beragama yang tidak pernah luntur. Di wilayah kami, tidak pernah ada agama tertentu yang mempengaruhi agama lainnya untuk masuk di agamanya,” Ungkapnya.
 
Warga Kecamatan Gido, Eliadi Laoli, yang merupakan pemilik rumah tempat plang papan merek itu berdiri,  Membenarkan bahwa halaman rumahnya dipakai untuk papan merek kegiatan umat muslim.
 
Dia menegaskan bahwa kegiatan umat muslim seperti yang tertulis pada papan merek itu bukanlah seperti yang di fitnah kan oleh postingan dan komentar dari akun jejaring sosial yang beredar di facebook tersebut. 
Namun demi kondusifitas, Eliadi mengatakan bahwa pihaknya berbesar hati telah melepas plang papan merek tersebut. 
 
“Benar bahwa didepan rumah saya ada papan merek yang bertulisan Mualaf Center Nias, Al-Hidayah, Program Pembinaan Muallaf. Dengan tulisan yang tertera di papan merek tersebut bukan berarti kami mengajak agama lain untuk menjadi muslim, Namun itu murni hanya tempat bagi umat muslim baru yang ingin memperdalam ilmu pendidikan agamanya. Tidak ada iming - iming uang atau apapun itu”, Tandasnya
 
Sedangkan Ustadz Muhammad Aziz Nasution juga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah berniat memaksa atau mengiming - iming orang lain untuk masuk agama Islam.
 
“Kita paham toleransi, Kami tidak mengajak penganut agama lain untuk masuk Islam apalagi ada isu bahwa kita kasih uang atau materi, itu tidak mungkin. itu fitnah sekali.!", Ujarnya.
 
Pada pertemuan musyawarah dan klarifikasi tersebut juga tampak hadir Satuan Intelkam Polres Nias, Kepolisian Sektor Gido, Dinas Kominfo Kabupaten Nias, Koramil TNI AD 02/Gido, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Aparatur Desa Lolozasai dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama di Kecamatan Gido.
 
Diakhir pertemuan, Peserta rapat telah menyepakati untuk tetap menjaga kondusifitas dan kerukunan umat beragama secara bersama - sama dan menghargai segala aktifitas keagamaan manapun di wilayah Kecamatan Gido.
 
Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan bersama Berita Acara klarifikasi pada pertemuan musyawarah tersebut. 
 
Pantauan wartawan dilapangan, Beberapa masyarakat tidak mempermasalahkan dan mendukung kegiatan muslim berupa pembinaan mualaf tersebut untuk tetap berjalan. Selagi tidak menyimpang dan mengganggu keyakinan agama lain.
 
Terkait adanya postingan dan komentar oleh akun tertentu di jejaring sosial facebook terkait plang papan merek tersebut, Kepala Kepolisian Resort Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik.,MH, melalui akun facebook pribadinya telah ikut menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi atas postingan facebook yang dinilai tendensius.
 
Masyarakat diharapkan bijak dan melakukan cek ricek atas kebenaran suatu informasi apapun di jejaring sosial facebook.
 
Kapolres juga meminta pemilik akun facebook manapun untuk tidak memberi postingan atau komentar yang bernuansa provokasi dan ujaran kebencian terhadap Agama Suku manapun, Sehingga menimbulkan kegaduhan ditengah - tengah masyarakat. Karena itu masuk kategori melanggar hukum dan dapat dijerat secara pidana.
Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor