background img
bank bjb
Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Klinik Aborsi Ilegal yang Gugurkan 903 Janin

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Klinik Aborsi Ilegal yang Gugurkan 903 Janin

Jakarta, -- Subdit 3  Sumdaling Dit Krimsus PMJ berhasil mengungkap 3 tersangka kasus praktek aborsi yang tidak memiliki izin dan tidak memiliki izin melakukan kegiatan praktik kedokteran

"pelaku-pelakunya ini bukan pelaku baru pelaku-pelakunya ini pelaku-pelaku lama semuanya Ada tiga tersangka dalam kasus pratik aborsi ilegal, yakni MM alias A (46), RM (54) dan SI (42). tiga tersangka berhasil kita amankan,"kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Paseban, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat merupakan rumah sewaan tersangka MM alias dokter A, tempat praktik aborsi ilegal itu disewa seharga Rp 175 juta per tahun.

Yusri mengungkapkan, informasi keberadaan klinik aborsi ilegal itu disebar melalui situs online. Para calon pasien dijanjikan penanganan aborsi oleh dokter profesional dan peralatan medis yang steril.

"Dia (tersangka MM) mempunyai kaki tangan sekitar 50 bidan dan hampir 100 calo (untuk mempromosikan Klinik Paseban)," ungkap Yusri.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020. Sebanyak tiga tersangka ditangkap yakni MM alias Dokter A, RM, dan SI.

Dokter A alias MM merupakan dokter lulusan sebuah universitas di Sumatera Utara.Dia merupakan dokter yang belum memiliki spesialis bidang. Dia berperan sebagai orang yang membantu para pasien untuk menggugurkan janinnya.

Tersangka lainnya yakni tersangka RM. Dia berprofesi sebagai bidan dan berperan mempromosikan praktik klinik aborsi ituSedangkan, tersangka SI merupakan karyawan klinik aborsi ilegal itu. Dia juga residivis kasus praktik aborsi ilegal.

Klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat meraup keuntungan hingga Rp 5,5 miliar selama beroperasi selama 21 bulan.
Tercatat 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

 

Berita Lainnya
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor