background img
bank bjb
Dishut Babel Akan Terus Lidik Tambak Udang Tirus

Jon: Bubus Panca dan PT IKK Akan Kita mintai Keterangan

Dishut Babel Akan Terus Lidik Tambak Udang Tirus

Pangkalpinang, Sinarpaginews.com - Penyidik Kehutanan Provinsi Bangka Belitung akan memanggil pihak Unit III KPHP Bubus Panca dan PT Istana Kawi Kencana (IKK), Untuk dimintai keterangan terkait aktivitas Tambak Udang Dusun Tirus, Desa Riau kecamatan Riausilip kabupaten Bangka, yang masih misteri.

Hal itu diungkapkan langsung, Kabid Pelindungan Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Jon Saragi saat ditemui Sinarpaginews.com di ruanganya, Rabu (26/02/2020), Menurut Jon dengan kasus yang beredar di Media massa.

Langka yang akan pihaknya ambil untuk sementara, adalah memanggil KPHP Bubus Panca dan PT IKK, untuk di mintai keterangan.

"Dalam waktu dekat akan kita Panggil keduanya untuk dimintai keterangan, seputar aktifitas Tambak Udang milik Tirus Cermelang Pokdakan ,"kata Jon.

Lanjut Jon, bahwa dalam kasus itu pihaknya pun sudah meniliti Konsensi PT IKK, dan tambak udang tersebut dan sampai saat ini yang bersangkutan belum menunjukkan dokumen legalitasnya.

Diketahui berita sebelumnya, Sun Kim Selaku  pengurus Pokdakan, Kepada Sinarpaginews.com, Dikantor Tambak Udang, Senin (24/82/2020) lalu. Mengaku bahwa ijin Pertenakan Tambak Udang yang pihaknya kelolah memiliki Legalitas atau Izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), kabupaten Bangka.

"Kita sudah kantongi izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan kab. Bangka, dengan surat pendaftaran bernomor 523/0011/KP 2016, bahkan kita selalu ada laporan ke dinas, terkait tambak udang tersebut dan hasil pemanenan,"kata Sun Kim.

Saat disinggung, bahwa nomor Pendaftaran DKP itu, diduga bukanlah Ijin dari Tambak udang yang di keluarkam DKP. melainkan itu daftar terbentuknya Pokdakan. Menurut Ketua HNSI Riausilip. Jadi izin dari DKP Bangka sudah ada, dan izin dari dinas kehutanan baru mau proses dan belum keluar,"ucapnya lagi.

Sementara fisik tanah yang kami punya ini ada suratnya sampai kecamatan, jadi kenapa harus di kop (ambil) oleh PT. IKK yang mereka bilang konsesi HTI,” Ucap Sun Kim dengan senyuman.

Ditanya kenapa Pokdakan Tirus Cemerlang dari keuntungan dapat 5% ?

Diakui Sun Kim, pengelolaan tambak udang Pokdakan Tirus Cemerlang ini menggunakan Dana Investor,

"Ya bersukur lah Pokdakan ini sudah dikasih 5 %, karena masih banyak yang harus di bagi – bagi pak, yang penting masyarakat daerah sini (Tirua sekitar- red) bisa kerja,”Jelasnya.

Dan 5 % itu sudah sangat terbantu lah, ada lapangan kerja, tidak jauh dari rumah mereka, Kita tidak cari untung besar, kita juga berbagi,” Terang Sun Kim yang juga ketua HSNI kecamatan Riau Silip ini.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kab. Bangka H. Ahmad Sapran kepada Sinarpaginews.com melalui telepon menegaskan tambak udang Pokdakan Tirus Cemerlang itu tidak kantongi izin,

"mereka itu (Tirus Cemerlang) belum ada izin, selesaikan dulu permasalahnya dengan pihak PT. IKK, karena itu masuk wilayah konsesi HTI,” Tegas H. Sapran.

Saya sudah sampaikan kepada mereka untuk segera mengurus izinnya, sekarang ini mereka hanya ada izin mendirikan kelompok/organisasi kelompok budidaya perikanan ( Pokdakan ) bernomor surat 523/0011/KP 2016, harusnya mereka punya izin adviceplan,jasling dan kami pintu terakhirnya,” Tegas kepala dinas.

"Jadi tambak udang Pokdakan Tirus Cemerlang belum ada izin dan belum ada legalitas, adapun."Tutupnya. (Ode)

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor