background img
bank bjb 1
Kawasan HK Terancam Punah Akibat Tambang Ilegal

Kawasan HK Terancam Punah Akibat Tambang Ilegal

RIAUSILIP - Sebanyak 3 unit alat berat jenis Excapator merk Hitachi Memporanda - Randakan Hutan Mangrove/Bakau diperbatasan Kawasan Hutan Konservasi (HK) dan Hutan Produksi (HP) Dusun Berunai Desa Berbura kecamatan Riausilip kabupaten Bangka, Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Aktivitas Tambang yang juga tidak jauh dari Pesisir Sungai Perimping ini di milik dua pengusaha, yakni IS dan KR, Warga Belinyu kabupaten Bangka. IS memiliki 2 alat berat dan KR memiliki 1 alat berat yang sama Merk Hitachi. Sementara alat berat yang di pakai IS untuk menambang, alat berat tersebut milik SN (42) warga Belinyu dan Ap (40) warga Sungailiat.

Sementara KR belum di ketahui alat berat yang digunakan milik siapa. Pantauan Sinarpaginews.com, Jumat (24/4/2020) Pukul 12.20 WIB saat di lapangan tampak aktivitas dan alat berat sedang beroperasi merambah kawasan itu. Selain kawasan aktivitas tersebut pun tidak memiliki izin pihak Dinas Menerka dan Batubara (Distamben) dan Pt Timah Tbk.

GI, salah satu penambang yang di Konfirmasi Sinarpaginews.com, saat mengatakan aktivitas Tambang itu milik IS yang kerja sama dengan oknum aparat penegak hukum Inisial MR.

"Punya IS pak, Warga Belinyu dan MR oknum aparat coba konfirmasi saja pak saja ke pemiliknya,"kata GI seorang penambang.

Terpisah MR yang di konfirmasi Sinarpaginews, melalui Via Whatsapp, Sabtu (25/4/2020) Siang, memilih  bungkam dan tidak mau menjawab hingga memblokir Whatsapp awak Media.

IS pemilik Tambang mengaku dirinya baru 3 minggu bekerja dan kalau masalah kordinasi dirinya tidak tau dan itu urusan pemilik alat SN dan AP. Saat di singgung adanya oknum aparat penegak hukum dirinya mengaku itu tidak benar. Memang dulu tahun kemarin ada join sama MR tapi lokasi nya bukan disitu melainkan di kiri jalan, kalau di kanan jalan sekarang saya sendiri.

"Baru tiga minggu kerja, kalau alat milik SN bos alat Belinyu  dan Ap bos alat Sungailiat kebupaten Bangka, dulu iya sama MR kalau sekarang tidak lagi pak. Sekarang saya sendiri, "ucapnya.

Pemilik Alat SN, yang di maksud IS ketika di konfirmasi belum menjawab, apakah benar alat berat yang di kerjakan di kawasan hutan Hutan Konservasi (HK) dan Hutan Produksi (HP) Dusun Berunai Desa Berbura kecamatan Riausilip. Sementara Ap bos alat Sungailiat mengaku benar bahwa alat itu miliknya dan kerja bukan di kawasan HK melainkan di kawasan HP,"ujarnya

"Benar alatnya di pake IS, Bukan di Hk itu tapi HP, " ungkapnya.

Kapolsek Riausilip IPTU Jumpatua saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2020), pukul 22.05 WIB. Mengatakan pihaknya akan mengecek lokasi  yang di maksud itu.

"Terimakasih infonya ya, nanti kami cek,"singkatnya.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, ketika dikonfirmasi terpisah, Jumat (24/4/2020), pukul 16.51 WIB mengakatakan dirinya akan memerintahkan Polsek Riausilip untuk melakukan pengecekan.

"Saya giat di bakam, hujan lebat di pospam. Nanti Sektor akan kita arahkan dalami sesuai sop."tandasnya.

Sementara itu Kepala UPTD KPHP Bubus Panca (unit III) Ruswanda, Saat dikonfirmasi Awak Media, Minggu (26/4/2020) Malam belum dapat menjawab.

Hingga berita ini di turunkan dan akan di konfirmasi kembali, Senin (27/4/2020) mendatang. ( Ode )

Berita Lainnya
HUT PDAM pa markus HUT Wahid 2 HUT Tegal