background img
fULL BENNER 1
Pedagang Kecil Majalengka Keluhkan Usahanya Harus Tutup Jam 18.00 dan Tak Ada Konpensasi

Pedagang Kecil Majalengka Keluhkan Usahanya Harus Tutup Jam 18.00 dan Tak Ada Konpensasi

MAJALENGKA - Pandemi Covid-19 benar – benar memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh elemen masyarakat. Banyak keluhan datang dari masyarakat kecil, terutama bagi mereka yang sehari – hari memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan berdagang.

Apalagi sejak diberlakukannya aturan daerah serta turunnya dan di berlakukannya  peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mencari pendapatan harian.

Di kabupaten Majalengka sendiri contohnya, banyak para pedagang kaki lima yang kehilangan mata pencahariannya, dan untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan, mereka harus rela menjual barang – barang yang mereka punya.

Seperti yang dikeluhkan Amin, salah satu pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di sekitaran Kadipaten, mengaku sangat berharap ada pundi – pundi rezeki yang datang untuk memenuhi kebutuhannya saat di bulan puasa Ramadhan, Amin berjualan saat bulan puasa biasanya mulai pada jam 16.00 Wib hingga malam hari, namun setelah di berlakukannya PSBB dan ada peraturan dan himbauan yang menyatakan boleh berdagang hingga jam 18.00 Wib. 

“Saya untuk hidup hanya bergantung pada jualan Mie Ayam saja untuk menyambung hidup dan biaya sekolah anak saya, kalau sekarang saya hanya boleh berjualan yang di mulai jam 16.00 Wib dan harus tutup jam 18.00 Wib banyak kerugian dari stock yang seharusnya habis malam hari harus tersimpan untuk besok, iya jika tidak basi tapi kalau basi jangankan untung yang ada habis modal, sementara tidak ada kompensasi dari dampak di suruhnya tutup berdagang." Keluh Amin (Abi Cris) 

Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3