background img
fULL BENNER 1
Kakek Sebatang Kara Ini Butuh Perhatian Pemerintah

Kakek Sebatang Kara Ini Butuh Perhatian Pemerintah

SUMUT - Seorang Kakek An. Waosokhi Gulo (78) warga Dusun II Desa Tuhegeo II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara hidup sebatang kara.
 
Kakek tersebut nampak tak berdaya bertahan hidup, mencari makanan sendiri sehari-hari pun susah, halnya bisa bertahan merasakan kelaparan setiap hari di gubuk yang jauh dari pemukiman warga penduduk setempat.
 
Terlihat pada saat ke lokasi Media sinarpaginews.com Jumat, (29/5/20) gubuk tersebut jauh dari pemukiman warga sekitar, dindingnya terbuat dari papan, atap terbuat dari daun rumbia dan berlantai tanah.
 
Kisah pilu yang dialami seorang kakek sebatang kara tersebut di sebuah gubuk halnya pasrah kepada Tuhan, ia pun mengakuinya bahwa tak pernah mendapatkan prihatin sesama manusia maupun bantuan dari Pemerintah.
 
"Saya pasrah saja nak mungkin ini sudah takdir saya kepada Allah, tetapi kalo ada rasa prihatin dengan sesama saya berterima kasih, terlebih-lebih dari Pemerintah sangat saya syukuri dalam hidup ini" sebut kakek.
 
Kakek ini memang sangat merasakan kesedihan sepanjang kebersamaan dengan istrinya tidak dikaruniai anak, sehingga dirinya sekarang sudah pasrah. Sedangkan kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan karena dinding dan atap gubuknya tidak layak lagi.
 
Kakek an. Waosokhi Gulo (78) sering mengalami sakit. Namun tidak ada yang bisa mengurusnya. Kakek menyebutkan dulu pernah menikah dengan seorang Perempuan marga Bate'e dan belum dikarunia anak, hingga saat itu entah kenapa pria tua ini ditinggal pergi sang istrinya sekitar beberapa tahun yang lalu.
 
“Sekitar beberapa tahun lalu saya ditinggal pergi oleh istri saya dan kami pun belum dikaruniai anak sehingga sampai saat ini belum pernah pulang, ia menyampaikan kesah hidupnya mulai saat itu hidup saya sebatang kara dan hanya mengharapkan belas kasihan dari tetangga dan Pemerintah lainnya" ucap Kakek dengan nada sedih.
 
Sementara itu, Bazatulo Laoli, selaku tetangga kakek menyampaikan saudara kandung kakek tua ini sudah tidak ada lagi di kepulauan Nias karena telah merantau diluar daerah Nias beberapa tahun dan tak pernah berkunjung pulang di Nias.
 
Terpantau Media sinarpaginews.com, administrasi Kependudukan seorang kakek tersebut seperti KTP dan KK tidak dimiliki dan surat² penting lainnya.
Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3