background img
bank bjb 1
Pakai Pita Merah Ratusan Warga Bukit Terak Demo Kantor Dewan, Tolak Tambak Udang

Pakai Pita Merah Ratusan Warga Bukit Terak Demo Kantor Dewan, Tolak Tambak Udang

MUNTOK BANGKA BARAT, - Ratusan Warga Desa Bukit Terak Kecamatan Simpang Teritip yang tergabung dalam Para Petani dan Nelayan dengan menggunakan pita merah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Bangka Barat Selasa (07/07/2020) Siang

Dalam aksinya mereka meminta pemerintah daerah melalui DPRD untuk tidak memberikan izin untuk usaha tambak udang di hutan Desa Bukit Terak yang dinilai dapat merusak lingkungan dan tidak dapat memberikan manfaat.

“ Jika ada tambak udang di hutan Desa Bukit Terak tentunya akan banyak merusak lingkungan, seperti penebangan pohon Bakau, Menimbulkan Limbah dan reklamasi pantai. Maka dari itu, kami minta itu di izinkan,” Tandas Sunarto Tokoh Masyarakat Desa Bukit Terak dalam menyampaikan pendapat di DPRD.

Menurut Sunarto, selain merusak lingkungan, keberadaan tambak udang tidak dapat memberikan dampak yang baik bahkan merugikan masyarat petani dan nelayan yang mana limbah dan pembabatan hutan selain itu juga menyebabkan hutan habis. Masyarakat di daerah tersebut terancam kehilangan hak atas tanahnya.

Nantinya Keberadaan Tambak Udang tentunya tidak dapat meningkatkan ekonomi bahkan semakin parah, paling upah rata rata Rp.2jt/perbulan itu pun tenaga dibutuhkan 20 orang, sedangkan hutan habis, limbah mengalir ke laut lahan untuk bertani hilang. Jadi kami minta Fungsi pengawasan kepada DPRD dan pemerintahan agar menolak adanya tambak udang di Desa Bukit Terak.Kata Sunarto Mengebu.

Camat Simpang Teritip Wasino " Ada bahkan sering warga Desa Bukit Terak selalu membertahu kan masalah adanya rencana tambak udang Kekecamatan, pihak kecamatan sendiri sudah sering kali mempertemukan untuk mediasi dengan pihak pihak pengusaha termasuk juga antara warga pro kontra. Tetapi tidak menyelesaikan masalah bahkan menemui jalan buntu, sedangkan pihak Kecamatan sendiri pernah mendapat surat dari pengacara yang mengaku dari yang pro (setuju.red) dengan sedikit nada ancaman untuk segera menerbitkan surat tanah yang akan dijual ke perusahaan tambak dari masyarakat untuk proses penerbitan surat tanah harus ada 1 Minggu.

Pihak camat dapat tekanan dari pengacara untuk menerbitkan surat tanah agar satu Minggu keluar. Bagai mana mau menerbitkan rekom dari Desa saja tidak ada. Ujar Wasino dalam pertemuan dengan DPRD saat mendampingi warga Desa Bukit Terak

Kamisun Kades Desa Bukit Terak " Inti hasilnya bahwa, satu kata Kades Desa Bukit Terak Tidak akan mengeluarkan izin rekom terkait penerbitan surat tambak udang maupun surat tanah tanpa persetujuan dari DPD Desa Bukit Terak sampai kapan pun, sebelumnya kuasa hukum sudah pernah menyuratkan Desa untuk menerbitkan kan rekom surat tanah harus ada dalam satu Minggu kalau tidak maka akan dihukum jika tidak diterbitkan surat rekom dari Desa. Tandas Kades

Sementara peserta Demo Mang Lan Nelayan, Mang Tik Petani mengatakan ke Media bahwa diirinya sengaja datang dengan ratusan warga Desa Bukit Terak didampingi Kades, BPD, Toga, Tomas dan Pihak Kecamatan datang ke DPRD untuk menolak adanya rencana tambak udang karena tidak menguntungkan tapi jelas merugikan. Ujarnya diamini warga lainnya.

Pantauan Media Sinarpaginews Warga yang mayoritas pria ada yang sudah berumur datang menggunakan puluhan kendaran minibus dan motor sekitar pukul 11.30Wib disaat hujan deras dan kembali ke Desa pukul 16.00Wib Tampak diruang pertemuan ratusan warga diterima Langsung oleh Ketua DPRD H Badri, Wakil Ketua I H Toto serta berberapa anggota Dewan. Para wakil rakyat langsung bertemu dengan ratusan warga untuk menampung aspirasi yang disampaikan oleh warga Desa Bukit Terak terkait penolakan rencana tambak udang dari pengusaha Sungai Liat Kabupaten Bangka. 

Berita Lainnya
HUT PDAM pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4