background img
bank bjb 1
Akibat Rekaman Vidio Berantem, Siswi SMP Negeri 5 Kota Sukabumi Dikembalikan Kepada Orang Tuanya

Ilustrasi

Akibat Rekaman Vidio Berantem, Siswi SMP Negeri 5 Kota Sukabumi Dikembalikan Kepada Orang Tuanya

SUKABUMI,-- Akibat rekaman Vidio berantem antara siswi SMP Negeri 5 Kota Sukabumi dengan teman satu kelompoknya yang berbeda sekolah, berakibat dikembalikannya siswi tersebut kepada orang tuanya.

Menurut penjelasan dari orang tua siswi tersebut, sebelumnya sempat melakukan musyawarah dengan kepala sekolah, agar anaknya tetap dapat bersekolah di SMP Negeri 5 Kota Sukabumi, mengingat anaknya akan memasuki kelas 9, sehingga hal itu cukup beralasan untuk mempertahankan anaknya tetap bersekolah di SMP tersebut, namun pada akhirnya memilih untuk memindahkannya ke SMP lain.

"Jika Siswi tersebut tetap sekolah disini, biar saya yang mengundurkan diri". Ujar orang tua siswi, menirukan ucapan wali kelas anaknya di SMP Negeri 5 Kota Sukabumi Jalan Siliwangi Cikole Kota Sukabumi Jawa Barat.

Orang tua siswi tersebut pun cukup menyesalkan dengan yang diucapkan oleh Guru sekaligus wali kelas putrinya. "Keluarnya ucapan yang dilontarkan itu, dinilai cukup menyudutkan dan terkesan seolah putri saya telah melakukan kesalahan yang cukup fatal.

Padahal menurut pengakuan dari anak, bahwa vidio berantem yang diversikan bentuk tawuran oleh Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 5 Kota Sukabumi, itu hanya candaan antar sesama teman dan usai berantem pun mereka kembali bersalaman seperti layaknya teman dengan teman, jelas orang tua siswi tersebut kepada wartawan di Jl. Ir. H. Juanda, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Selasa 07 Juli 2020.

Karena sudah ada ucapan "lebih baik mengundurkan diri yang dilontarkan oleh wali kelasnya" saya memutuskan lebih baik anak saya dipindahkan dari sekolah tersebut, sebab kalau dipaksakan untuk terus bertahan di SMP Negeri 5 pun, tidak akan membuat anak saya merasakan kenyamanan dalam belajarnya, tegas Ibu yang didampingi paman siswi tersebut.

Selain ucapan yang dilontarkan oleh wali kelas anak tersebut, dirinya juga merasakan kecemburuan sosial terhadap dua orang siswi yang satu kelompok/geng dan berada dilokasi saat kejadian namun tidak dikembalikan kepada orang tuanya, seperti anaknya.

Sebelum anak saya dikembalikan dari SMP Negeri 5, anak saya bersama tiga teman lainnya yang berasal dari sekolah yang sama berada disalah satu lokasi dan anak saya berantem dengan sesama anak perempuan dari sekolah lain, namun menurut penjelasan dari anak saya, berantem itu candaan sesama teman dalam kelompoknya, selesai pun mereka kembali bersalaman saling bermaafan.

Dari keempat orang siswi tersebut yang tergabung satu kelompok (Geng) hanya anak saya dan satu teman lainnya yang dikembalikan kepada orang tuanya, sementara dua orang siswi lainnya tetap bersekolah di SMP Negeri 5 tersebut, padahal mereka itu satu kelompok dengan anak saya, tetapi kenapa tidak dikeluarkan keempat-empatnya.

Jelas hal itu mengundang kecemburuan sosial bagi saya, sebab jika satu geng, dan menurut kepala sekolah geng tersebut kegiatannya cukup mengerikan, kendati pengakuan kepala sekolah yang dua siswi itu datang kelokasi kebetulan sedang lewat, "jika memang satu geng bisa saja, nantinya menjadi kader, tandas orang tua siswi tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Sukabumi, saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, pada Rabu 08 Juli 2020, kepada wartawan, mengakui bahwa ucapan dari salah satu Guru, "Kalau Siswi itu masih tetap bersekolah disini, saya yang akan mengundurkan diri," itu benar sempat terlontarkan" dan kepada saya pun sempat terlontarkan ucapan itu, kata Kepala sekolah.

Saya pun langsung memberikan nasihat kepada guru tersebut, "Bu kalau menjadi guru itu jangan berharap apa-apa, sebab ada istilah "jika anak berhasil itu anak siapa, jika anak gagal itu sekolah dimana" imbuh kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Sukabumi.

Jelasnya lagi "Keputusan final untuk mengembalikan Siswi tersebut, itu merupakan hasil musyawarah dengan guru BK, Wali Kelasnya dan Wakasek Kesiswaan serta orang tuanya itu sendiri, kendati sempat dipertimbangkan, namun setelah dilihat dari riwayat pelanggaran/kesalahan yang dilakukannya sudah berulang kali, bahkan bukan hanya terjadi saat kelas 8 saja, anak tersebut telah melakukan pelanggaran sejak kelas 7, dan sudah beberapa kali membuat perjanjian.

Namun tetap mengulanginya, sehingga dengan berbagai pertimbangan dan hasil musyawarah, anak tersebut pada akhirnya, dikembalikan kepada orang tua agar dipindahkan ke sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. tutur kepala sekolah.

Dikembalikannya anak tersebut kepada orangtuanya, mungkin saja diluar sekolah, orang bisa memversikan anak itu dikeluarkan, namun hal itu dilakukan oleh pihak SMP Negeri 5 Kota Sukabumi, justru menyelamatkan anak, sebab manakala anak tersebut melakukan kesalahan ketika sudah masuk kelas 9, nanti akan sulit pindah kesekolah lain, karena sekolah lain gak ada yang mau menerimanya, sebab kelas 9 itu datanya sudah masuk kedalam data ujian nasional.

Oleh sebabnya mungpung saat ini masih libur, maka lebih baik anak tersebut pindah dari sekarang, jika anak itu tidak dipindahkan dari SMP Negeri 5, khawatir, akan terbawa arus pergaulan yang lebih jauh, sebab dibelakang anak tersebut, ada pihak-pihak luar yang ingin memanfaatkannya, sabagai pengkaderan dalam Geng SSL, (Salam, Sereh Liwet),

Memang kalau dilihat dari nama Gengnya cukup sederhana, namun kegiatan didalamnya cukup mengerikan (Ngabirigidig, Sunda Red), dan kegiatan-kegiatannya di lakukan diluar jam sekolah/sepulang sekolah, kami pun sulit untuk memantaunya.

Sehingga keputusan sekolah untuk mengembalikan anak kepada orang tuanya memang dinilai sudah tepat, yang mana, anak tersebut bisa melanjutkan sekolahnya di SMP yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, dan orang tua anak itu sendiri bisa langsung memantaunya, tuturnya.

Berita Lainnya
Iklan brebes pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4