background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Jumat 04 September 2020

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Jumat 04 September 2020

GARUT, -  Tujuh pasien kasus konfirmasi positif COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Jumat 04 September 2020, pukul 18.00 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut mengatakan, pada hari ini, terdapat laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 7 orang pasien, yaitu seorang laki-laki (KC-87) usia 43 tahun asal Kecamatan Cilawu, seorang laki-laki (KC-88) usia 57 tahun asal Kecamatan Wanaraja, seorang laki-laki (KC-89) usia 33 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang perempuan (KC-90) usia 21 tahun asal Kecamatan Karangpawitan, seorang perempuan (KC-91) usia 23 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang laki-laki (KC-92) usia 34 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang perempuan (KC-93) usia 75 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

“Menindaklanjuti hasil temuan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melakukan respon cepat untuk tracing dan tracking, dan tentunya, sebelum kegiatan tersebut dilakukan surveilans terhadap kontak erat risiko tinggi,” ujar Yeni.

Selanjutnya, pada hari ini, Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah melakukan tracking dan tracing pada kontak erat KC-86 di Kecamatan Pasirwangi sebanyak 7 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 5.939 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 2.891 kasus, dengan rincian 259 Kasus isolasi mandiri dan 2.632 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 2.955 kasus, dengan rincian 35 Kasus isolasi mandiri, 0 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.884 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 36 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 93 kasus terdiri 1 kasus isolasi mandiri, 18 kasus isolasi RS/perawatan, 71 kasus dinyatakan sembuh, dan 3 kasus meninggal.

Yeni mengatakan, memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, yakni dilakukan dengan 2 cara, pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak. Kedua, dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif COVID-19.

Yeni juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

"Salah satu kunci utama kesuksesan dalam menekan penyebaran COVID-19 adalah kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, Kami mengajak seluruh masyarakat Garut agar senantiasa disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19, serta menjaga kondisi kesehatan," pungkasnya.(spn/garut)

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4