background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Senin 14 September 2020

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Senin 14 September 2020

GARUT, - Ada lagi penambahan Satu pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Senin 14 September 2020, pukul 17.30 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut mengatakan, Syukur Alhamdulillah, kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai pemantauan (isolasi) dan telah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di RSUD. dr. Slamet Garut sebanyak 1 orang, yaitu seorang laki-laki (KC-95) usia 22 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

Selanjutnya, kata Yeni, Innaalillaahi wainnaailaihiroojiuun telah meninggal dunia kasus suspek Covid-19 sebanyak 1 orang asal Kecamatan Cilawu, pada tanggal 14 September 2020, pukul 06.50 WIB di RSUD. dr. Slamet Garut.

Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan skrining pemeriksaan/pengambilan sampel Swab di beberapa tempat. Adapun jumlah mendapatkan skrining pengambilan sampel Swab sebanyak 406 sampel (orang),.

"Tim juga telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-113 dan KC-22 di Kecamatan Bayongbong sebanyak 105 orang, pada kontak erat KC-119 di Kecamatan Karangpawitan sebanyak 9 orang, pada kontak erat KC-118 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 3 orang, dan pada kontak erat KC-117 di Kecamatan Sukawening sebanyak 54 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab," ungkap Yeni.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 6.628 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 3.523 kasus, dengan rincian 688 Kasus isolasi mandiri dan 2.835 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 2.980 kasus, dengan rincian 27 Kasus isolasi mandiri, 5 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.910 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 125 kasus terdiri 1 kasus isolasi mandiri, 31 kasus isolasi RS/perawatan, 89 kasus dinyatakan sembuh, dan 4 kasus meninggal.

Yeni mengatakan, memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, yakni dilakukan dengan 2 cara, pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak. Kedua, dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif COVID-19.

"Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang," ungkapnya.

Dijelaskan Yeni, salah satu kunci utama kesuksesan dalam menekan penyebaran COVID-19 adalah kesadaran masyarakat. "Oleh karena itu, Kami mengajak seluruh masyarakat Garut agar senantiasa disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19, serta menjaga kondisi kesehatan," pungkasnya.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2