background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Senin 28 September 2020

Yeni Yunita, S.E, M.Si, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Senin 28 September 2020

GARUT, - Penambahan 15 pasien kasus konfirmasi positif, dan 20 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Senin 28 September 2020, pukul 21.00 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan RT. PCR pada sampel sebanyak 282, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 orang, yaitu terdiri dari 11 orang dari Kecamatan Banyuresmi, yaitu laki-laki (KC-230) usia 48 tahun, laki-laki (KC-231) usia 40 tahun, laki-laki (KC-232) usia 42 tahun, laki-laki (KC-233) usia 30 tahun, laki-laki (KC-234) usia 22 tahun, laki-laki (KC-235) usia 31 tahun, laki-laki (KC-236) usia 27 tahun, laki-laki (KC-237) usia 22 tahun, laki-laki (KC-238) usia 61 tahun, laki-laki (KC-239) usia 27 tahun, laki-laki (KC-240) usia 38 tahun, dan laki-laki (KC-241) usia 43 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler, serta perempuan (KC-243) usia 28 tahun dari Kecamatan Sukawening.

Penambahan kasus lainnya dari Kecamatan Cibatu, yaitu laki-laki (KC-229) usia 44 tahun dari Kecamatan Cibatu, dan laki-laki (KC-242) usia 41 tahun dari Kecamatan Leuwigoong.

Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 8 orang, yaitu 1 orang dari Kecamatan Pasirwangi, 1 orang dari Kecamatan Leles, 1 orang dari Kecamatan Cibatu, dan 5 orang dari Kecamatan Cisurupan (2 orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut).

Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) sebanyak 20 orang, terdiri dari 14 orang dari Kecamatan Sukawening, yaitu perempuan (KC-176) usia 22 tahun, perempuan (KC-177) usia 52 tahun, perempuan (KC-178) usia 55 tahun, perempuan (KC-179) usia 16 tahun, perempuan (KC-180) usia 19 tahun, perempuan (KC-181) usia 69 tahun, perempuan (KC-182) usia 53 tahun, laki-laki (KC183) usia 46 tahun, laki-laki (KC-184) usia 31 tahun, laki-laki (KC-185) usia 40 tahun, perempuan (KC-186) usia 37 tahun, perempuan (KC-187) usia 52 tahun, perempuan (KC-188) usia 51 tahun, dan perempuan (KC-189) usia 39 tahun.

Adapun penambahan kasus selesai pemantauan (isolasi) lainnya yaitu laki-laki (KC-146) usia 24 tahun dari Kecamatan Cibatu, perempuan (KC-160) usia 40 tahun dari Kecamatan Cikajang, laki-laki (KC-165) usia 13 tahun dan laki-laki (KC-166) usia 17 tahun dari Kecamatan Bayongbong, laki-laki (KC-194) usia 28 tahun serta perempuan (KC-195) usia 29 tahun dari Kecamatan Garut Kota.

Pada hari ini, dilaporkan kasus konfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia sebanyak 1 orang, laki-laki (KC-242) usia 41 tahun asal Kecamatan Leuwigoong.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 7.822 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 4.536 kasus, dengan rincian 664 Kasus isolasi mandiri dan 3.872 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.043 kasus, dengan rincian 48 Kasus isolasi mandiri, 4 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.953 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 243 kasus terdiri 1 kasus isolasi mandiri, 69 kasus isolasi RS/perawatan, 162 kasus dinyatakan sembuh, dan 11 kasus meninggal.

Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan skrining pemeriksaan/pengambilan sampel Swab di beberapa tempat. Adapun jumlah mendapatkan skrining pengambilan sampel Swab sebanyak 438 sampel (orang).

Tim Gugus Tugas COVID-19 juga, telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-226 dan kasus konfirmasi positif COVID-19 asal Tasikmalaya di Kecamatan Karangpawitan sebanyak 3 orang, pada kontak erat KC-222 di Kecamatan Banyuresmi sebanyak 55 orang, dan pada kontak erat KC-221 dari Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 6 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Yeni mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus COVID-19 pada komunitas dan risiko individu menurut Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) RI. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat. Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 – 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.

"Oleh karena itu, Kami mohon kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak, dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama," ungkapnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dengan 3 M.

“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan dalam melakukan 3 M diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak, karena tidak semua orang yang positif COVID-19 memiliki gejala." ujarnya.

Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

“Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dan jangan saling menyalahkan, mari kita saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari COVID-19,” ajaknya.

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4