background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Rabu 7 Oktober 2020

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Rabu 7 Oktober 2020

GARUT, - Penambahan 4 pasien kasus konfirmasi positif, dan 4 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Rabu 7 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut bberdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 188, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4 orang, yaitu perempuan (KC-275) usia 13 tahun dan laki-laki (KC-276) usia 3 tahun dari Kecamatan Cilawu, serta perempuan (KC-273) usia 59 dari Kecamatan Limbangan, dan laki-laki (KC-274) usia 10 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.

Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 2 orang, yaitu 1 orang dari Kecamatan Banyuresmi, dan 1 orang dari Kecamatan Singajaya (1 orang diantaranya sedang menjalani proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut).

Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) sebanyak 4 orang, yaitu laki-laki (KC-169) usia 56 tahun dari Kecamatan Garut Kota, laki-laki (KC-217) usia 57 tahun dari Kecamatan Limbangan, perempuan (KC-220) usia 23 tahun dari Kecamatan Leles, dan perempuan (KC-227) usia 38 tahun dari Kecamatan Sukawening.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 8.472 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 5.102 kasus, dengan rincian 784 Kasus isolasi mandiri dan 4.318 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.094 kasus, dengan rincian 53 Kasus isolasi mandiri, 7 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.996 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 276 kasus terdiri 11 kasus isolasi mandiri, 46 kasus isolasi RS/perawatan, 206 kasus dinyatakan sembuh, dan 13 kasus meninggal.

Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan skrining pemeriksaan/pengambilan sampel Swab di beberapa tempat. Adapun jumlah mendapatkan skrining pengambilan sampel Swab sebanyak 312 sampel (orang).

Tim Gugus Tugas COVID-19 juga, telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-262, KC-267, KC-268 dan KC-269 di Kecamatan Banjarwangi sebanyak 20 orang, pada kontak erat KC-266 di Kecamatan Cilawu sebanyak 9 orang, pada kontak erat KC-265 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 17 orang, pada kontak erat KC-270 di Kecamatan Limbangan sebanyak 4 orang, pada kontak erat KC-272 di Kecamatan Kadungora sebanyak 2 orang, dan pada kontak erat kasus konfirmasi positif Covid-19 asal Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Banjarwangi dan di Kecamatan Cilawu sebanyak 8 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Yeni mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus COVID-19 pada komunitas dan risiko individu menurut Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) RI. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat. Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 – 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.

"Oleh karena itu, Kami mohon kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak, dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama," ungkapnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dengan 3 M.

“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan dalam melakukan 3 M diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak, karena tidak semua orang yang positif Covid-19 memiliki gejala," ujarnya.

Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

“Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini, dan saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari COVID-19,” ajaknya.

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4