background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Kamis 8 Oktober 2020

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Kamis 8 Oktober 2020

GARUT, - Penambahan 5 pasien kasus konfirmasi positif, dan 6 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Kamis 8 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 282, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4 orang, yaitu perempuan (KC-278) usia 18 tahun dan perempuan (KC-279) usia 19 tahun dari Kecamatan Cibalong, serta laki-laki (KC-280) usia 47 dari Kecamatan Cilawu, dan laki-laki (KC-281) usia 22 tahun dari Kecamatan Samarang.

Selain itu terdapat penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 lainnya sebanyak 1 orang, yaitu laki-laki (KC-277) usia 34 tahun dari Kecamatan Garut Kota yang merupakan hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 3 orang, yaitu 1 orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, 1 orang dari Kecamatan Cilawu, dan 1 orang dari Kecamatan Pakenjeng.

Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) bertambah sebanyak 6 orang, yaitu laki-laki (KC-52) usia 42 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler; laki-laki (KC-94) usia 36 tahun dari Kecamatan Garut Kota, perempuan (KC-113) usia 69 tahun dari Kecamatan Bayongbong, perempuan (KC-132) usia 30 tahun dari Kecamatan Limbangan, perempuan (KC-228) usia 50 tahun dari Kecamatan Leles, dan laki-laki (KC-229) usia 44 tahun dari Kecamatan Cibatu.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 8.507 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 5.131 kasus, dengan rincian 628 Kasus isolasi mandiri dan 4.503 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.095 kasus, dengan rincian 50 Kasus isolasi mandiri, 2 Kasus Isolasi RS/perawatan, 3.005 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 281 kasus terdiri 11 kasus isolasi mandiri, 45 kasus isolasi RS/perawatan, 212 kasus dinyatakan sembuh, dan 13 kasus meninggal.

Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan skrining pemeriksaan/pengambilan sampel Swab di beberapa tempat. Adapun jumlah mendapatkan skrining pengambilan sampel Swab sebanyak 376 sampel (orang).

Tim Gugus Tugas COVID-19 juga, telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-274 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 17 orang, pada kontak erat KC-273 di Kecamatan Limbangan sebanyak 3 orang, pada kontak erat KC-264 dan KC-271 di Kecamatan Cilawu sebanyak 9 orang, dan pada kontak erat kasus konfirmasi positif Covid-19 asal Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Pameungpeuk dan di Kecamatan Cikelet sebanyak 2 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Yeni mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus COVID-19 pada komunitas dan risiko individu menurut Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) RI. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat. Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 – 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.

"Oleh karena itu, Kami mohon kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak, dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama," ungkapnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dengan 3 M.

“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan dalam melakukan 3 M diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak, karena tidak semua orang yang positif Covid-19 memiliki gejala," ujarnya.

Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

“Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini, dan saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari COVID-19,” ajaknya.

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4