background img
bank bjb 1
Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Sabtu 17 Oktober 202

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Sabtu 17 Oktober 202

GARUT, - Penambahan sebanyak 6 pasien kasus konfirmasi positif, dan 5 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Sabtu 17 Oktober 2020, pukul 21.30 WIB.

Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 122, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 orang, yaitu terdiri dari Kecamatan Limbangan sebanyak 2 orang yakni, Perempuan (KC-416) usia 13 tahun dan Perempuan (KC-420) usia 42 tahun, Kecamatan Tarogong Kaler sebanyak 2 orang yakni Perempuan (KC-417) usia 57 tahun, dan Perempuan (KC-419) usia 61 tahun, Kecamatan Pasirwangi sebanyak 1 orang yakni laki-laki (KC-418) usia 25 tahun.

Selain itu terdapat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 lainnya yang merupakan hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain yaitu laki-laki (KC-415) usia 22 tahun dari Kecamatan Malangbong.

Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 7 orang, yaitu 3 orang dari Kecamatan Garut Kota, 1 orang dari Kecamatan Banyuresmi, 2 orang dari Kecamatan Samarang, dan 1 orang dari Kecamatan Cilawu (6 orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut).

Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) bertambah sebanyak 5 orang, yaitu perempuan (KC-265) usia 32 tahun, perempuan (KC-271) usia 50 tahun, perempuan (KC-275) usia 13 tahun, dan laki-laki (KC-276) usia 3 tahun dari Kecamatan Cilawu, serta laki-laki (KC-274) usia 10 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 9.589 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 6.048 kasus, dengan rincian 943 Kasus isolasi mandiri dan 5.105 Kasus discarded/selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.121 kasus, dengan rincian 36 Kasus isolasi mandiri, 9 Kasus Isolasi RS/perawatan, 3.038 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 420 kasus terdiri 0 kasus isolasi mandiri, 151 kasus isolasi RS/perawatan, 255 kasus dinyatakan sembuh, dan 14 kasus meninggal.

Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-328, KC-329, KC-350, KC395, KC-396, KC-394, KC-409, KC-411 serta KC-412 di Kecamatan Tarogong Kaler sebanyak 103 orang, pada kontak erat KC-328 dan KC-329 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 59 orang, pada kontak erat KC-351 di Kecamatan Pasirwangi sebanyak 2 orang, pada kontak erat KC-409 di Kecamatan Pangatikan sebanyak 2 orang, pada kontak erat KC-323 di Kecamatan Pasirwangi sebanyak 16 orang, dan pada kontak erat KC-355 di Kecamatan Bayongbong sebanyak 9 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Yeni mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus COVID-19 pada komunitas dan risiko individu menurut Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) RI. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat. Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 – 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.

"Oleh karena itu, Kami mohon kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak, dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama," ungkapnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dengan 3 M.

“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan dalam melakukan 3 M diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak, karena tidak semua orang yang positif Covid-19 memiliki gejala," ujarnya.

Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

“Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini, dan saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari COVID-19,” pungkasnya.

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4