background img
BJB 2017
LAKRI DPK Sukabumi:Rabat Beton Jalan Desa Cisarua Kecamatan Nagrak Sukabumi Diduga Jadi Bancakan

LAKRI DPK Sukabumi:Rabat Beton Jalan Desa Cisarua Kecamatan Nagrak Sukabumi Diduga Jadi Bancakan

KAB. SUKABUMI - Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Babakan RW 08 Desa Cisarua Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, dengan Volume Panjang (P) 200 M x  Lebar (L) 2,50 M, nilai pagu anggarkan Rp. 50 Juta meliputi PPh, PPN, Nilai Swadaya sebesar 60 Juta, diduga realisasinya ada praktik KKN oknum Desa.

Nilai Pagu anggaran  60 Juta,  bersumber dari Bantuan Provinsi (Ban-Prov) tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan inspektur  dengan kualitas yang baik sehingga anggaran  Ban-Prov betul-betul terserap dengan baik, bagi kepentingan masyarakat dan dapat di rasakan  manfaatnya, tentunya hal tersebut juga merupakan menjadi harapan Gubernur Jawa Barat. 

Namun, pada kenyataannya didalam merealisasikan dana Ban-Prov tersebut, Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) DPK Sukabumi menduga dana Rp. 60 juta yang di anggarkan untuk peningkatan kualitas jalan lingkungan/rabat beton tersebut  tidak sepenuhnya terserap.

Hal itu di utarakan oleh Deni Suhendar, Ketua Tim 7 Bidang Intelejen dan Investigasi LAKRI DPK Sukabumi,

Deni lebih Rinci menjelaskan, "peran serta LAKRI di dalam mewujudkan terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik KKN, maka LAKRI senantiasa akan terus mengawasi, dan mengawal penggunaan anggaran negara maupun segala bentuk kebijakan pemerintah.

Terkait Realisasi anggaran Ban-Prov yang di kucurkan ke Desa Cisarua kecamatan Nagrak, terlebih pada penggunaan anggaran sebesar Rp. 60 Juta yang  di realisasikan kepada peningkatan jalan lingkungan/rabat beton di lingkungan kp. Babakan RW 08 Desa Cisarua Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, kami menduga ada praktik KKN di dalamnya, pasalnya setelah tim LAKRI meninjau ke lokasi pekerjaan, hasil pekerjaannya dinilai kurang maksimal dan tidak sesuai Spesifikasi, dugaan kami juga semakin di perkuat dengan keterangan dari masyarakat yang mengerjakan pekerjaan jalan lingkungan tersebut, mereka  mengaku bahwa dana yang terpangpang di papan proyek  Rp. 60 Juta, di terima oleh masyarakat sebagai pelaksana pekerjaan secara swakelola, hanya sebesar Rp. 35 Juta, itu pun tidak sepenuhnya untuk belanja Material, yang di alokasikan untuk belanja material peningkatan jalan hanya Rp. 31 Juta sementara Rp. 4 Juta di alokasikan  sebagai upah kerja, tutur Deni.

Lanjutnya, terkait dugaan tersebut, LAKRI mendapatkan penjelasan dari aparat desa yang di temui di kantor Desa Cisarua, Aparat Desa menyebutkan, sisanya di pakai untuk pembuatan dokumen dan koordinasi ke Kecamatan.

Dari penjelasan aparat Desa tersebut, kami menilai ada yang tidak tepat dalam merealisasikan anggaran bantuan tersebut, pasalnya, pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengucurkan bantuan dengan tujuan, dapat mendorong pelaksanaan Desa mandiri secara baik, dalam program pemberdayaan desa/pedesaan-pedesaan yang ada di provinsi Jawa Barat, betul-betul  menjadi kawasan pedesaan berkembang dan maju.

Bukan untuk di bagi-bagikan kepada hal-hal yang bukan peruntukannya, apalagi di bagikan kepada Aparatur Negara, mereka sudah cukup di sejahterakan, bahkan gajinya sudah sampai gaji 14, dana Ban-Prov itu uang yang berasal dari masyarakat di kemas oleh pemerintah provinsi dan di kembalikan untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk Ban-Gub, yang di kucurkan melalui Desa, kendati di kucurkan dan di terima serta di kelola oleh pemerintah Desa, namun anggaran Ban-Prov tersebut adalah hak masyarakat yang manfaatnya harus di rasakan oleh masyarakat, jelasnya.

Terkait jatah koordinasi ke Kecamatan yang di sebut oleh aparat Desa Cisarua, ketika di konfirmasi, aparat kecamatan membantah telah menerima jatah koordinasi dari pembangunan Rabat beton jalan tersebut, "jangankan menerima uang koordinasi, dari kecamatan meninjau lokasi pekerjaan pun belum, jelas Aparat kecamatan Nagrak di ruangan Kantor Sekretaris  Camat (tim)

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN BREBES 5 RADIO THOMSON1 HUT RI BREBES4
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN DEDI HUT IKLAN PEMKOT TEGAL