background img
BJB 2017
Kronologi Upaya PC NU Dan GP Ansor Bangil Bubarkan Pengajian Felix Siauw

Azun Mauzun, (tengah) Anggota DPRD Indramayu Fraksi PKB

Kronologi Upaya PC NU Dan GP Ansor Bangil Bubarkan Pengajian Felix Siauw

INDRAMAYU – Dunia maya kembali dibuat heboh kali ini sebuah peristiwa dimana salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam, yang kini menjadi viral beredar di media sosial baik facebook, whatsapp, dan sebagainya. Kabar viral ini terkait dengan pembubaran sebuah acara pengajian oleh salah satu Ormas Islam.

Menyikapi hal tersebut, Azun Mauzun, Anggota DPRD Indramayu dari fraksi PKB ini membuat keterangan kronologis peristiwa tersebut di Fanspage pribadinya, yang diberi judul, “FELIX SIAUW: KRONOLOGI UPAYA MULIA PC NU DAN GP ANSOR BANGIL”. Dikatakannya, sebelum pembubaran, langkah-langkah prosedural sudah dilakukan.

“Hari sabtu PCNU dan Pc GP ANSOR Bangil mendapatkan informasi akan ada kajian dengan Narasumber Felix Siauw, saat itu juga atas instruksi dari PCNU maka PC GP ANSOR Bangil meminta kepada forkompimda untuk dilakukan dialog dengan Narasumber sebelum mengisi acara di masjid Manarul, karena tidak ada tanggapan dari Narasumber dan panitia maka hari selasa secara resmi PC GP ANSOR Bangil melayangkan surat keberatan, Hari kamis pagi Forkompimda membahas masalah ini, ada hal yang ganjil yaitu Ansor Bangil tidak diundang.”. jelas Azun di Fans Page pribadinya Azun Mauzun.

Mestinya lanjut Azun, Ansor Bangil diundang karena Ansor Bangil yang menyatakan keberatan kepada kepolisian. Lalu kamis malam, ada pertemuan lagi yang dihadiri Habib Zaenal, Muspika Bangil, PCNU dan Ansor Bangil di rumah KH. Ahmad Rifa'i dan menyepakati bahwa Ansor dan Banser akan menjaga serta turut serta Kajian Ilmiyah di Manarul, dengan syarat Felix bersedia menandatangani surat pernyataan yg isi nya adalah Mengakui Pancasila / 4 pilar, tidak lagi ceramah khilafah serta keluar dari HTI.

“Lalu selanjutnya Habib Zainal Abidin dan Muspika meluncur ke Masjid Manarul untuk menemui Panitia.”terangnya.
Kemudian ada kesepakatan bahwa ada pertemuan lagi setelah sholat Jumat antara Muspika, Panitia dan Ansor Bangil di Kantor Kecamatan Bangil. Namun sayangnya, ditungu hingga jam 14.10 Panitia tidak hadir di acara pertemuan itu, meskipun Muspika sudah kontak berkali-kali.
“Hasil pertemuan tersebut adalah sebelum masuk pasuruan, felix harus menandatangani surat pernyataan di juanda dan kepolisian bersama panitia dan ansor bangil turut serta menjemput felix di juanda.”tegasnya.

Jika felix berkenan menandatangani, tulis Azun, maka Ansor Bangil siap mengawal dan menjaga keamanan felix serta akan duduk bersama mendengar kajian ilmiyah atau pengajian felix. Selanjutnya pada Jumat malam Kapolres mengadakan pertemuan yang dihadiri habib zainal abidin, panitia (ust. Ridwan_red) dan ketua ansor bangil. Dan sepakat menyodorkan surat pernyataan tersebut kepada felix siauw.

“Dalam pertemuan tersebut, kapolres bertanya kepada panitia felix datang jam berapa dan naik pesawat apa, namun sayangnya panitia tidak bisa menjawab atau terkesan menutupi detailnya.” tulis Azun.

Dengan mengendarai 3 mobil rombongan panitia, kepolisian dan ansor berangkat bersama menuju ke juanda namun ketika mau masuk tol, panitia meminggirkan kendaraan dengan berbagai alasan. Dan setelah menunggu lama, ternyata ada info felix sudah di masjid Manarul.
Di masjid manarul, kepolisian menyodorkan surat pernyataan tersebut dan felix menolak menandatanganinya. Akhirnya kepolisian mempersilahkan felix keluar dari masjid dengan pengawalan kepolisian menuju ke rumah temannya di daerah sidogiri.

Sekitar jam 11.00 ada info felix memaksa mau kembali ke masjid manarul, kepolisian pun bertindak cepat menghadang felix di sekitaran PIER dan Tol Sidowayah, dan akhirnya felix dikawal keluar bangil menuju Surabaya.

“Ansor Bangil tidak melarang kajian ilmiyah bahkan mendukung kajian ilmiah atau pengajian asalkan si penceramahnya mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia serta tidak koar-koar Khilafah.”tendasnya.

Kalimat terakhir pada tulisannya tersebut menjelaskan, Inilah upaya mulia PC NU, PC Ansor, Muspika dan kepolisian terhadap felix siauw yang disalah gunakan. Kurang baik bagaimana upaya yang dilakukan?,tetap saja disalahkan, malah diviralkan seakan-akan golonganya dianiaya. Mari yang waras bersatu demi NKRI damai.***(Haris/SP.IM)

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL