background img
Leaderboard BJB 2018
Ini Penyebab Jumhari Tewas Terkubur Hidup-hidup Di Tambang TR 2318

Sejumlah karyawan PT Timah Tbk terdiri dari pihak K3,Wastam,Inspektur tambang dan ESDM di Camp tambang TR 2318 usai Inspeksi .Kamis ( 4/10/2018 )

Ini Penyebab Jumhari Tewas Terkubur Hidup-hidup Di Tambang TR 2318

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com – Jumhari alias Jum ( 38 ) berprofesi sebagai operator escavator tewas terkubur hidup-hidup bersama alat berat(escavator-red)yang dikemudikannya ketika melakukan aktivitas di tambang biji timah TR 2318 milik CV Cahaya Sukses Abadi ( CSA ) mitra dari PT Timah Tbk.di daerah Sungai Tenam Dusun Jebu Laut,Desa Kelabat,kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat ( Babar ),Provinsi Bangka Belitung ( Babel ).Selasa ( 2/10/2018 ) pekan lalu 

Penyebab tewasnya Jumhari karena akibat longsornya tanah timbunan yang menimpa Jumhari bersama escavator dibawah kedalaman kurang lebih 12 meter, selain itu, akibat dari musibah itu karena pihak penambang melakukan aktivitas mengabaikan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) selain itu aktivitas tidak sesuai dengan Standart Operting Prosedure ( SOP ) penambangan

Ketika musibah itu terjadi pada saat itu almarhum Jumhari melakukan aktivitas produksi pasir timah menggunakan escavator merk Hitachi di kedalaman 12 meter tanpa menggunakan peralatan K3 dan tidak dalam pengawasan tambang ( Wastam ) dari PT Timah Tbk

Pengakuan Sukamto selaku pemilik tambang bahwa peralatan K3 sudah ada disiapkan tetapi tidak pernah digunakan oleh anak buahnya dalam melaksanakan aktivitas menambang “Peralatan K3 ada seperti topi dan sepatu tetapi tidak pernah di pake,maklum pak, orang kampung bila pake topi tambang kepala jadi pusing dan kalau pake sepatu berat melangkah”kata Sukamto kepada wartawan

Disinggung mengenai pada saat melakukan aktivitas penambangan apakah ada pengawas tambang ( Wastam ) dari PT Timah untuk mengontrol jalanya aktivitas ? Sukamto mengaku Pengawas tambang pada saat itu tidak ada dan untuk Wastam datang hanya dua kali dalam seminggu

“Wastam pada saat itu (musibah) tidak ada,pihak Wastam inspeksi hanya dua kali dalam satu minggu ke sini ( tambang TR 2318 -red ) ujar Sukamto alias Akui

Dia menjelaskan bahwa dirinya sebetulnya bermitra kepada CV CSA, sedangkan CV CSA lah yang bermitra kepada pihak PT Timah Tbk namun kalau untuk hasil produksi yakni pasir timah dikirim ke wasrey PT Timah dengan nomor tambang TR 2318 atas perusahaan CV CSA

Hingga kini pihak Inspektur tambang serta Kementrian ESDM RI yang telah melakukan inspeksi ketempat kejadian insiden laka tambang TR 2318.Kamis ( 4/10/2018 l belum memberikan keterangan bagaimana hasil dari inpeksi bahkan pihak PT Timah Tbk pun hingga kini juga belum memberikan keterangan secara resmi hasil dari inspeksi tersebut

Padahal Sukamto alias Akui bersama 3 orang anak buahnya sudah dimintai keterangan oleh Inspektur tambang dan pihak ESDM di gedung kantor PT Timah Tbk.Jum'at ( 5/10/2018 ) pekan lalu

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 iklan madan caleg
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang amanah umah iklan motor Jamsostek nebeng