background img
bank bjb
Tersangka Penyebar Surat Suara Hoax Hanya Dijerat UU Lawas

Tersangka Penyebar Surat Suara Hoax Hanya Dijerat UU Lawas

JAKARTA --  Polri resmi menetapkan dua orang yang diduga aktif menyebarkan berita hoax tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk nomor 1, yakni HY di Bogor dan LS di Balikpapan. Namun keduanya hanya dijerat dengan UU lawas yakni UU 1 tahun 1946 pasal 15, bukan dengan UU ITE sebagaimana rencana semula.

“Keduanya resmi jadi tersangka, namun tidak ditahan dan diterapkan UU 1 tahun 1946 Pasal 15,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi Sabtu (5/1).

Pasal 15 UU tentang Peraturan Hukum Pidana itu berbunyi: “Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun”.

Belum jelas kenapa Polri hanya menjerat kedua tersangka itu dengan pasal tersebut, bukan dengan UU ITE sebagaimana rencana polisi semula.

Seperti diberitakan, dua tersangka yang ditangkap itu yakni seorang berinisial HY di Bogor dengan peran menerima konten dan ikut memviralkan, sedangkan yang di Balikpapan adalah LS dengan peran yang sama.

LS juga tidak mengecek info itu dan langsung memviralkan isu itu ke medsos dan wa grup. Mereka berdua juga belum ditahan. Polisi belum menemukan pihak yang pertama membuat kabar bohong itu. (SP)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS