background img
bank bjb
Membahayakan Lalin,Warga Ancam Demo Penampungan Tanah Merah Tegalwaru Karawang

Membahayakan Lalin,Warga Ancam Demo Penampungan Tanah Merah Tegalwaru Karawang

KARAWANG – Jika tetap bandel tidak juga indahkan keluhan warga, penampungan tanah merah akan dihentikan secara paksa. Pasalnya transit tanah merah yang ditampung di wilayah Dusun Ondang, Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang selain menganggu lingkungan setempat juga jalur lalin arah Cilamaya jadi licin dan membahayakan lalu lintas.

Berdasarkan hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat penampungan tanah merah yang dikirim dari galian tanah merah diduga illegal diatas lahan milik AURI Desa Cikopo Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta harus dihentikan dan ditutup.

Kepala Desa Tegalwaru H Aruji menegaskan, warga minta kegiatan penampungan tanah merah yang akan dikirim ke PLTGU Pertamina Cilamaya harus ditutup, tanpa kecuali.
“Warga sudah sepakat kegiatan ini harus distop, karena selain menganggu, juga jalan licin dan membahayakan masyarakat pengendara, “ ujar dia, Sabtu ( 16/2/2019).

Yang lebih lucu kata H Aruji pihak pemborong seenaknya menampung tanah merah tanpa ada sedikit memberitahukan. Padahal seharusnya menyadari kalau kegiatan tersebut sangat menganggu masyarakat.

“Laporan masyarakat sudah banyak, minta agar penampungan tanah merah ditutup jangan ada lagi kegiatan. Bahkan sering pengendana terjatuh akibat tanah merah yang berceceran membuat jalan licin, “ terang dia.

Sementara pengendara asal Cikalong Endang sangat menyayangkan kenapa kok ada kegiatan pengiriman tanah merah yang menganggu masyarakat tidak ditindak oleh pihak apparat kepolisian, padahal sudah jelas jalan jadi kotor dan licin membahayakan pengendara.

“Sudah banyak yang tergelincir akibat jalan kotor dan licin, seenaknya saja pemborong tanpa pertimbangkan dampak yang ditimbulkan, “ jelasnya.
Sedangkan Ketua Umum KPLHI Iwan Prahaneta mempertanyakan terkait dengan kegiatan galian tanah merah di atas lahan milik AURI Desa Cikopo Kecamatan Bungursari dibiarkan saja.
Tanpa ada campur tangan Pemkab Purwakarta untuk menghentikan kegiatan galian tanah merah diatas lahan negara yang dikomersilkan tersebut. Sehingga kondisi itu menimbulkan pertanyaan, ada apa dan kenapa.

“Kami sebagai pemerhati lingkungan tentu pertanyakan soal kegiatan galian tanah merah dilahan milik AURI, kenapa tanah negara dikomersilkan, dan uangnya untuk apa,” ujar dia.

Selain itu dari kegiatan galian tanah merah diatas lahan negara ( AURI ) menimbulkan banyak pertanyaan lain, jika kegiatan tersebut diasumsikan perataan, masa mungkin kedalaman diperkirakan sampai 8 meterpersegi.

“Jika diestimasi ada aliran uang milyaran rupiah dari kegiatan komersil tanah negara ini, dan KPK harus segera turun soal galain tanah merah Cikopo. Jangan seenaknya pemborong atau rekanan menikmati kegiatan dengan memanfaatkan komersil tanah negara tanpa proses yang benar, “ pungkasnya

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 iklan madan caleg
PMI gratisa BANASPATI amanah umah thomson radio
Pengumuman KPU Kota Malang BUS JAKEL HOLYDAY MINICON1 IKLAN SALES MOTOR